Alice

Alice
Bagian 177



"Dulu aku yang kekanak-kanakan kak, sampai akhirnya kamu banyak mengalah untuk aku, tapi kini sebaliknya aku harus lebih dewasa di banding dia, andai kamu kembali sekali lagi saja kak meskipun hanya sekejap dan walaupun hanya untuk mengucapkan satu kata perpisahan, mungkin aku tidak akan pernah bertahan lagi dalam penantian ini kak!"


Ucap Alice dalam hatinya lagi.


"Ngelamunin apa?!"


Tanya Topan kepada Alice sembari membawa kresek putih berisi obat-obat Alice.


Alice terperanjat kaget kemudian menatap Topan yang berdiri di hadapannya.


"Udah kak?!"


Tanya Alice menghindari pertanyaan Topan.


"Udah nih!"


Seru Topan menyodorkan kresek obat tersebut kepada Alice.


"Makasih kak!"


Seru Alice sembari menerima kresek obat tersebut.


"Iya, sama-sama, ayo kita pulang!"


Ajak Topan kepada Alice.


Alice mengangguk dan berdiri kemudian berjalan di samping Topan.


"Maaf ya untuk hari ini.!"


Ucap Topan kepada Alice


"Maaf?"


Tanya Alice


"Iya aku mungkin udah bikin kamu gak nyaman tadi pas di gedung, aku sampai maksa kamu buat pegangan tangan sama aku bahkan menggandeng aku, egois ya aku!"


Seru Topan.


"Gak papa, toh kakak sudah menyadarinya!"


Jawab Alice.


"Sekali lagi maafin kakak ya!"


Ucap Topan kepada Alice.


"Iya kak, udah gak papa ko!"


Jawab Alice lagi.


Topan tersenyum kemudian membukakan pintu mobil untuk Alice dan mempersilahkannya masuk.


"Makasih kak!"


Ucap Alice kepada Topan.


Topanpun tersenyum kembali.


Keesokan paginya di kantor, Akila menunggu Alice di depan kantor, melihat mobil Topan sudah datang Akila merasa senang karena itu tandanya Alice ada di dalam.


Benar saja Alice turun dari mobil Topan kemudian melambaikan tangan kepada Topan, belum sempat Topan memutar balik mobilnya Akila dengan sengaja menghampiri Alice.


"Hai Alice, kamu sudah datang?"


Tanya Akila menyapa akrab tanpa canggung seolah-olah mereka telah berteman sejak lama.


"Hai Ibu Akila!"


Jawab Alice tersenyum.


"Tuh kan kamu gitu, kan aku udah bilang jangan panggil Ibu kita kan sekarang temenan heheh!"


Ucap Akila Protes.


"Eh iya maaf aku lupa!"


Jawab Alice mulai akrab.


Topan yang melihat hal itu dari dalam mobil kebingungan.


"Loh ko mereka bisa akrab begitu, bukannya kemarin-kemarin Alice bilang belum punya teman di tempat kerja, dan Akila serta Andri selalu bersikap jutek sama dia, tapi ko kali ini berbeda, wah kayanya ada yang gak beres ini!"


Ucap Topan berbicara sendiri.


Melihat Alice dan Akila bersamaan masuk ke dalam kantor terang saja perasaan Topan menjadi tidak karuan, Topan takut jika Alice mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi di masa lalunya bersama Akila.


"Gak bisa di biarin, aku harus mencari informasi terkait hal ini!"


Ucap Topan lagi kepada dirinya sendiri.


Topan meraih handphonenya kemudian menghubungi Wendy dan Beny.


"Hallo Ben elo lagi di mana?"


Tanya Topan setelah Beny mengangkat telepon darinya.


"gue di kantor ko ada apa emangnya?"


Tanya Beny heran.


"Gue di parkiran sekarang, elo bisa kesini gak, gue ada perlu nih!"


Pinta Topan kepada Beny


"Ada apa memangnya?"


Tanya Beny bingung.


"Udah elo kesini aja dulu sekalian ajakin Wendy ini urgent, penting!"


Ucap Topan memaksa.


"Ya udah deh iya elo tunggu aja di luar, gue cari dlu wendy.!"


Ucap Beny sembari menutup telepon dary Topan


Setelah beberapa saat menunggu Akhirnya Beny bersama Wendy keluar dari kantor menghampiri Topan.


"Ada apa kayanya penting banget?"


Tanya Wendy saat menghampiri Topan yang saat itu sedang berdiri di samping mobilnya.


"Tau ribut aja!"


Ucap Beny kepada Topan.


Jawab Topan.


"Apaan?"


Tanya Beny penasaran.


"Kalian tahu sejak kapan Alice sama Akila barengan?"


Tanya Topan.


"Barengan?"


Tanya Wendy sembari menatap Beny.


"Iya barengan!"


Jawab Topan.


"Gue pribadi belom pernah liat mereka berdua barengan sih sejujurnya, memangnya beneran mereka barengan?"


Tanya Beny


"Serius gue barusan liat pake mata kepala gue sendiri, si Akila nyamperin Alice pas udah liat Alice turun dari mobil gue, dan mereka saling sapa akrab banget kaya yang udah temenan lama!"


Jelas Topan.


"Elo yakin gak salah liat?"


Tanya Wendy kepada Topan.


"Mata gue masih jelas kali, masa iya gue bisa salah liat!"


Ucap Topan.


"Alice tahu kalau Akila mantan elo?"


Tanya Beny


"Itu masalahnya, gue gak pernah cerita soal Akila ke Alice, karena emang gue mau nutupin kebenaran masa lalu gue sama Akila ke Alice!"


Jawab Topan.


"Apa apalasannya sampai elo mesti nutupin hal itu, bukankah itu hal yang lumrah?"


Tanya Wendy lagi.


"Masalahnya gue dulu pergi ninggalin Akila ya karena gue suka sama Alice, gue gak bisa cerita ke Alice karena gue yakin Alice bakal kecewa sama gue, gue takut kalau Alice nantinya bakal mikir gue bukan orang yang tepat buat dia.!"


Jawab Topan.


"Masalah, ini beneran masalah!"


Ucap Wendy.


"Lantas apa Akila tahu alasan elo ninggalin dia itu karena Alice?"


Tanya Beny.


"Akila sebenarnya sudah menyadari hal itu kalau menurut gue, tapi gue masih menutupinya!"


Jawab Topan.


"Dari mana elo tahu kalau Akila sadar akan hal itu?"


Tanya Beny lagi.


"Kemarin pas si acara nikahan Dahlan dan Asti, Akila nyamperin gue, dan sempet ngebahas perasaannya!"


Jawab Topan.


"Jujur gue gak pernah liat Akila sama Alice deket, kalaupun sekarang mereka deket ya buat gue gak masalah lagian sekarang mereka satu kantor!"


Jawab Wendy.


"Menurut gue juga gitu, gak perlu terlalu menghawatirkan apa yang gak semestinya elo khawatirin lah!"


Seru Beny lagi.


"Gimana gue hawatir, coba elo bayangin kalau Akila ngedeketin Alice hanya karena ingin membuka semua fakta di masa lalu gue sama dia, hal paling patal adalah gue gak akan pernah bisa sama Alice lagi!"


Ucap Topan kepada Wendy dan Beny.


"Bener juga!"


Ucap Wendy.


"Sekedar saran menurut gue, lebih baik elo sama Alice cepet-cepet meresmikan hubungan kalian.!"


Ucap Beny menyarankan.


"Maksud loe?, lalu penyelesaian masalahnya di mana?"


Tanya Topan kepada Beny.


"Menurut gue ya, kalau kalian menikah secepatnya sebelum Akila bisa mengatakan semua kejujurannya, gue rasa gak akan ada alasan bagi Alice untuk mempermasalahkan masa lalu elo sama Akila, karena elo sudah resmi jadi bagian hidup Alice!"


Seru Beny menjelaskan.


"Gue setuju!"


Ucap Wendy.


"Tapi...!"


Ucap Topan terhenti.


"Ya gue sih sekedar ngasih saran sama elo, selebihnya terserah elo juga, semua kembali ke pribadinya elo kok, konsekuensi dari semuanya juga udah elo ketahui kan!"


Ucap Beny kepada Topan.


"Elo pikirin bae-bae nasihat dari Beny, gue sama Beny balik ke kantor dulu!"


Ucap Wendy


Tanpa menunggu jawaban dari Topan, Wendy dan Beny pergi meninggalkan Topan sendirian.


Setelah melihat kepergian Wendy dan Beny, Topanpun bergegas masuk ke dalam mobilnya dan berangkat ke kantornya, tak bisa sedetikpun selama di perjalanan Topan melupakan Saran dari Beny dan Wendy tadi.


"Mungkin emang ada benarnya juga seperti itu, tapi apa dia mau?"


Seru Topan kepada dirinya sendiri.


"Tidak ada salahnya aku bicara langsung Alice minta pendapatnya dulu.!"


Ucap Topan kepada dirinya sendiri lagi, kemudian melanjutkan pekerjaanya.