
Satu minggu berlalu hari ini untuk pertama kalinya Purnama bersama kedua orang tuanya mengunjungi rumah orang tua Alice, sebelumnya Alicepun sudah memberi kabar kepada keluarga bahwa dia akan pulang bersama Purnama dan Keluarganya.
"Pur kita nanti berhenti dulu di toko buah, masa kita mau berkunjung ke rumah orang gak bawa apa-apa iya kan mah?"
Seru Papah Purnama kepada istrinya meminta pembenaran.
"Iya Pah tenang aja, mamah juga dulu biasanya kesal kalau liat papah kamu pas jaman pacaran dulu datang ke rumah gak bawain apa-apa heheh!"
Jawab Mamah Purnama.
Alice dan Purnama yang duduk bersebelahan saling tersenyum lucu.
"Emang papah pelit ya mah?"
Tanya Purnama bercanda.
"Hahah Bukan pelit, papah dulu sebenarnya cuman mau ngetes aja ke mamah kamu!"
Seru Papah Purnama membela diri. Alice dan Purnama serta Mamah Purnama hanya tertawa mendengar pembelaan dari Papah Purnama.
Tibalah mereka di kampung tempat Alice Tinggal, selama di perjalanan menuju rumah Alice semua orang terpana dengan pemandangan sekitar jalan yang hampir sejauh mata memandang di hiasi oleh hamparan pesawahan yang hijau.
"Udah sampai yang?"
Tanya Purnama.
"Mobilnya cuman bisa sampai sini aja kak, ke rumah harus jalan kaki, biar Alice titipin dulu mobilnya ke tetangga ya kak!"
Jawab Alice kepada Purnama.
Purnama mengangguk pelan, sekembalinya Alice dari meminta ijin untuk ikut parkir di halaman rumah tetangganya, Purnama pun memarkirkan mobilnya kemudian turun bersama Mamah dan Papahnya.
"Ayo mah, Pah!"
Ajak Alice kepada Mamah dan Papah Purnama.
Mereka menuju rumah orang tua Alice.
Alice dan keluarga Purnama pun tiba di rumah orang tua Alice, orang tua Alice menyambut hangat kedatangan keluarga Purnama.
"Alhamdulillah akhirnya bisa bertemu dengan keluarga nak Purnama serta nak Purnama juga!"
Seru Ibu Alice, mereka terlibat perbincangan hangat, sementara Alice menyibukan diri di dapur menyiapkan makanan untuk keluarga Purnama serta keluarganya sendiri.
"Kamu lagi apa sayang?"
Tanya Purnama kepada Alice seraya menghampiri Alice ke dapur.
"Loh kok kakak kesini, kakak perlu sesuatu?"
Tanya Alice kepada Purnama.
"Enggak, kakak cuman kangen sama kamu heheh!"
Jawab Purnama sembari tersenyum.
"Kakak dari dulu masih tetep aja suka gombal ya heheh!"
Seru Alice kepada Purnama.
"Iya dong sayang, kakak kalau sama kamu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun heheh!"
Ucap Purnama lagi.
Alice hanya tersenyum sembari membawa makanan hasil masakannya ke atas meja makan, begitupun Purnama hanya tersenyum melihat respon Alice.
"Emmmmmhhhh bau wangi nya aja udah enak banget, calon istri kakak emang pinter heheh!"
Puji Purnama lagi.
"Udah ah kak jangan memuji terus nanti kalau saya jadi besar kepala bagaimana?"
Tanya Alice.
"Loh kan memang ini kenyataanya heheh!"
Seru Purnama kepada Alice.
"Sudah...sudah... sebaiknya kakak duduk, kita akan makan siang bersama, biar Alice yang panggil Mamah, Papah, Bapak dan Ibu.!"
Ucap Alice kepada Purnama.
"Eitttt, sudah kamu duduk aja sayang, kan kamu sudah masak pasti cape, biar kakak yang panggil keluarga kita heheh!"
Seru Purnama sembari tersenyum, kemudian membantu Alice duduk di kursi meja makan.
"Tapi kan kak!"
Jawab Alice
"Sudah biar kakak aja!"
Jawab purnama lagi sembari pergi meninggalkan dapur menuju rumah.
Usai memanggil keluarga Purnama dan Keluarga menuju dapur untuk makan siang.
"Silahkan Mah, Pah!"
Ucap Alice sembari menaruh piring berisi nasi ke hadapan Mamah dan Papah Purnama, Alice melakukan hal yang sama kepada Purnama dan orang tuanya.
Jawab semua bersamaan, Alice mengangguk tersenyum.
"Siapa yang masak?"
Tanya Mamah Purnama, Alice agak deg-degan merasa khawatir kalau masakannya tak enak di lidah mamah Purnama.
"Alice mah!"
Jawab Purnama tersenyum.
"Ya ampun enak banget ini mah, mamah bakal lahap banget ini makannya heheh!"
Seru Mamah Purnama memuji Alice, Alice pun bernapas lega dan menikmati kembali makanannya.
Usai acara makan-makan Alice dan keluarga kembali ke ruang tengah untuk kembali berbincang bersama keluarga Alice.
"Alhamdulillah terimakasih Ibu,Bapak, kami datang kesini malah akhirnya jadi merepotkan!"
Ucap Papah Purnama.
"Alhamdulillah sekali kami justru merasa senang di kunjungi oleh keluarga nak Purnama heheh!"
Jawab Bapak Alice.
"Alhamdulillah, nah Pak, Bu, sebenarnya maksud kedatangan kami kesini tidak hanya berkunjung saja, sebenarnya kami membawa niat terselubung di balik kedatangan kami heheh!"
Ucap Papah Purnama.
"Iya, niat apa itu Pak?"
Tanya Bapak Alice kepada Papah Purnama.
"Begini pak kedatangan kami kesini sebenarnya atas keinginan anak kami untuk meminangkan putri Ibu dan Bapak Alice, untuk putra kami Purnama, saya rasa keluarga disini sudah mengetahui hubungan mereka selama ini, jadi saya pikir lebih baik mereka kita resmikan karena sudah terlalu lama juga berpacaran heheh, saya berharap keluarga disini sudi menerima anak kami Purnama untuk menjadi menantu di keluarga ini.!"
Jelas Papah Purnama.
"Alhamdulillah niat yang sangat baik sekali, jujur kami disini selaku Ibu dan Bapaknya Alice merasa sangat senang dan berterimakasih sekali kepada Nak Purnama, karena sudah sudi meminang anak kami Alice, terus terang meskipun kami orang tua Alice tapi kami tidak bisa memberikan jawaban atas pinangan nak Purnama, bagaiman kalau kita tanya langsung saja ke Alice.!"
Seru Bapak Alice.
"Bagaimana nak?"
Tanya Ibu Alice.
"In shaa Allah Alice bersedia Pak Bu!"
Jawab Alice sembari melirik Purnama.
"Alhamdulillah, kita sudah dengar sendiri Alice bersedia, kami sebagai orang tua tentunya akan mendukung saja apa yang sudah di inginkan oleh anak kami!"
Ucap Bapak Alice lagi.
"Alhamdulillah Pak, bu, akhirnya kita akan besanan heheh!"
Ucap Papah Purnama tersenyum senang.
"Nah karena kedua anak kita sudah sama-sama siap, begitu juga dengan kedua belah pihak dari keluarga sudah menerima, bagaimana kalau kita langsung tentukan waktu pernikahan saja?, emhsss atau mau pada tunangan dulu?"
Tanya Mamah Purnama kepada setiap orang di ruangan itu.
"Kalau Purnama pribadi sih mah, maunya ya langsung di halal kan saja heheh, tapi tergantung Alice juga sih.!"
Ucap Purnama sembari melirik Alice.
"Kalau Alice gimana?"
Tanya Ibu nya Alice, kepada Alice.
"Alice ikut kak Purnama saja Bu, Pak heheh!"
Jawab Alice tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita serahkan kepada Bapak dan Ibu saja untuk waktunya?"
Tanya Papah Purnama.
"Bagaimana kalau awal bulan depan?, saya rasa untuk persiapannya bisa cukup dalam waktu satu bulan?"
Tanya Bapak Alice kepada pihak dari keluarga Purnama.
"Baiklah kami setuju, tapi untuk acara pernikahannya bagaimana kalau di adakan di gedung atau mau di rumah Alice saja?"
Tanya Papah Purnama lagi.
"Bagaimana baiknya saja kami akan ikut saja!"
Jawab Bapak Alice.
"Sebaiknya di gedung saja pah, supaya teman-teman Alice dan anak kita bisa ikut menghadiri, kalau masalah Ibu dan Bapak serta keluarga dari sini nanti akan kami sediakan transportasi, bagaiamana?"
Saran Mamah Purnama.
"Baiklah kami setuju saja heheh!"
Jawab Keluarga Alice tersenyum.