Alice

Alice
bab 21 percakapan santai



"Jika kalian merasa tidak senang denganku katakan saja tapi jangan katakan langsung pada manager kalian" kata Alice.


"Ahhhh I-iya" kata mereka canggung mengingat mereka tadi memang sempat bermusyawarah tentang kejadian tadi dan bagaimana prilaku Alice selama ini pada manager.


"Aku akan memberi tau sedikit tentang kepribadianku" katanya


"Aku wanita seperti pada umumnya tapi bukan kepribadian jadi tolong kerja samanya" sambung Alice


Mereka hanya mengangguk tanda mengerti


"Aku tidak suka bercerita antara satu sama lain, kuharap kita akur tanpa mengganggu sama lain, anggap saja aku tidak ada disini hingga kita bisa lebih mudah menikmati hari" kata Alice cepat


Kalimat terakhir langsung membuat mereka terkejut dan tertegun.


Bagaimana bisa, mengganggap orang yang jelas-jelas ada diantara mereka dianggap seperti angin berlalu .


Alice menyuruh mereka menganggap dirinya seperti angin yang berlalu, padahal angin yang berlalu saja akan terasa kahadirannya, apalagi ini berbicara soal manusia, soal makhluk yang jelas ada bentuk dan dirasakan kehadirannya.


"Apa!? " Tanya mereka


"Apa kalian tuli? Apa aku harus mengulangnya dua kali ?" cetus Alice


"Ahhh tidakk" sambar Jimin


"Kenapa kau seperti tidak menyukai kami?... maksutku tingkah-mu seperti benar-benar sangat membenci kami semua" Tanya Jimin dengan mukanya yang manis


"Lalu kenapa aku harus menyukai kalian? " Alice balik bertanya.


Alice menarik napas dalam-dalam dan mulai bicara


"Itu karna kalian melaporkan aku pada manager kalian dan aku harus bersipat seperti ini" katanya dengan muka sedikit imut meniru kelakukan jimin barusan.


"Ohhhhhhh" saut mereka tertawa kecil menahan malu.


"Soal itu maaf aku yang memberitahu manager kami" kata Suga tanpa rasa salah dengan muka dinginnya


"Tapi itu karna kau sangat menakutkan" sambungnya dan anggota yang lainnya juga membenarkan itu.


Alice hanya menahan hawa dingin dari dalam jiwanya agar tidak keluar dan memaksakan tersenyum


"Aku akan berusaha jadi berhentilah mengadukan-ku pada menagermu itu " kata Alice sembari tersenyum masam dengan tatapan tajam yang tak bisa dia sesembunyikan membuat suasana tiba-tiba mencekam.


"Apa benar tadi kau keguguran ?" Tanya Jungkook memecahkan suasana.


"Iya" jawab Alice simple


"Maafkan aku... tadi aku...tidak sengaja" kata Jungkook terbata-bata.


"Tidak apa apa" jawab Alice


"Memangnya apa yang kau lakukan" Jimin yang ada didekatnya


"Tadi kami latihan Muay Thai, aku tidak sengaja membuatnya terjatuh" terang Jungkook dengan nada menyesal.


"Wahhh anak ini benar benar... jadi kau pelaku-nya ha?" kata Rm kaget mendengar pengakuan dari anak bontot ini.


"Kau juga sudah tau hamil kenapa bermain itu?" kata J-Hope tiba-tiba memarahi bertingkah seperti ibu-nya.


"Aku bahkan lupa kalau aku sedang hamil" kata Alice sambil memejamkan matanya.


"Apa !?" J-Hope membulatkan mata dan mulutnya tidak percaya atas apa yang didengarnya.


"Iya aku lupa" kata Alice meyakinkan mereka.


"Lalu bagaimana dengan ayahnya? " Tanya Jin


"aku belum menikah dan dia tidak tau aku mengandung anaknya"


"Ahhh maaf" kata Jin merasa menyesal karna bertanya.


Bagaimana-pun juga hal ini memang sangat biasa terjadi di New York jadi dia tidak bertanya kembali lagi


"Angel apa kau membenciku? " kata Jungkook memastikan


"Tidak…. Ku pikir aku harus berterima kasih padamu" Alice tersenyum "Karna aku tidak mengharapkannya"


"Kau tidak ingin dia lahir !?"Tanya Jimin kaget


Alice mengangguk


"Kenapa?" Tanya Jungkook cepat


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak pernah menggangap-nya ada, baik cepat atau lambat dia memang harus disingkirkan, dia hanya akan menjadi pengganggu bagiku" Alice menghela nafas sebelum menyelesaikan kalimat-nya


"Jadi kenapa harus sedih?" Alice menatap Jungkook tajam, dalam sekejap saja Alice tiba-tiba tersenyum hingga menimbulkan suara tawa


"Aku becanda, aku hanya tidak suka anak anak" sambung Alice dengan perubahan ekspresi yang sangat drastis, membuat siapa saja yang melihat-nya akan merinding ketakutan.


"Kenapa? bahkan-kah anak anak kecil sangat lucu dan menggemaskan" sambung V


Semua membenarkan perkataan V dengan anggukan kepala


"Apa aku boleh bertanya lain" Tanya Suga


"Apa" jawab Alice


"Berapa usiamu?" kata Suga tiba-tiba saja menanyakan hal lain.


Alice berpikir sejenak dan melihat muka mereka satu persatu dengan tatapan penuh harap untuk menjawab satu pertanyaan ini


"Aku ..." Putusnya "Lebih muda dari Jungkook" katanya sambil melihat sekilas kearah Jungkook


"Ahhhhh serius !? " kata mereka heboh tak percaya


"Seharusnya kau memanggil kami


Oppa" kata Jimin.


"Tidak...panggil saja aku oppa" kata V mendekat ke Alice dan menunjuk kedadanya dengan senyuman khas dirinya sambil berjalan aneh kearah Alice.


"Ahhh iya kau harus panggil kami oppa karna kau lebih kecil " kata Jin ikut mendekat


"Panggil aku Jungkook oppa" kata Jungkook sok dewasa juga ikut mendekat


"Ahhh aku tidak mau" teriak Alice


"Wahhhh anak ini betul betul" kata Jin.


"Yaaa kau harus panggil kami oppa" kata mereka menyerbu pada Alice dengan beraninya seolah-olah umur membuat mereka seharusnya tidak takut dan sah-sah saja berbicara formal pada Alice yang ternyata lebih muda dari mereka.


Seakan rasa canggung tidak pernah ada diantara mereka, hingga membuat kamar itu penuh dengan suara yang ramai.


Malam itu adalah malam pertama kali Alice tersenyum tertawa lepas dan bercanda dengan bebas tanpa harus memikirkan siapa jati dirinya sebenarnya, seolah-olah dirinya adalah adik perempuan dari ketujuh pria yang sekarang berada di depan-nya.


Dia merasa senang karna sekarang dia tidak harus menampilkan tatapan datar seperti biasanya karna dekelilingi oleh orang yang selalu memberikan hormat untuknya.


Dia sangat bahagia bisa berada disekitar orang yang ceria dan bisa membuat dia tertawa tanpa henti, walaupun orang itu masih asing baginya.


Walaupun mereka sendiri adalah mangsa bagi Alice tapi Alice seakan-akan melupakan itu semua dan terus tertawa tanpa henti dengan bahagia.