
"Loh ngomong-ngomong Iqbal sama Desi gak ikut?"
Tanya Asti.
"Mereka gak bisa ikut kak, Desi lagi hamil muda, Iqbal over banget takut kalau Kenapa-kenapa sama Desi jadi gak pernah berani jalan jauh-jauh heheh!"
Jawab Alice.
"Wah,,, pasangan termuda di antara kita ya dulu eh udah mau punya baby aja sekarang.!"
Ucap Asti lagi.
"Setelah Desi kayanya Kalian nih yang bakal nyusul punya baby hahahah!"
Seru Topan kepada Asti dan Dahlan.
"Aamiin Do'ain aja, ngomong-ngomong sekarang Alice kerja apa enggak?"
Tanya Dahlan.
"Baru mau kerja dia, tadi baru aja gue antar ke tempat dia bakal kerja nantinya.!"
Jawab Topan
"Kerja di bidang apa?"
Tanya Asti.
"Di bidangnya dia ko, di Agro.!"
Jawab Topan lagi.
"Tadinya kalau Alice masih belum ada kerjaan aku sama bang Dahlan mau ngajakin Alice ke Jepang kerja di sana bareng kita!"
Ucap Asti.
"Wahhh kayanya seru itu!"
Seru Alice.
"Makin jauh aja dong dari gue nanti hahahha!"
Seru Topan
"Hahahah masih ngarep aja ini ternyata!"
Ucap Dahlan tertawa.
"Namanya juga perasaan!"
Seru Topan.
Alice hanya tersenyum mendengar ocehan Topan dan Dahlan.
"Ngomong-ngomong kita kemana ini sekarang?"
Tanya Topan.
"Ke rumah Asti aja, lagian keluarga gue udah di sana juga ko!"
Ucap Dahlan.
"Ok siap...!"
Ucap Topan.
"Jadi kapan nih rencananya sebar undangan?"
Tanya Alice antusias.
"Besok sih rencananya aku mau fitting baju, kalau soal undangan aku serahin ke kamu sama Topan deh ya, gimana?"
Tanya Asti.
"Serius kak?"
Tanya Alice meyakinkan.
"Iya dong serius, pokonya nanti kita terima beresnya aja ya bang, soal poto-poto buat di undangan nanti aku share ke WA kamu.!"
Seru Asti kepada Alice.
"Wah dapat proyek nih kita kak heheh!"
Ucap Alice kepada Topan.
"Lumayan hahahah!"
Jawab Topan.
"Eh tapi jangan lupa besok kita serahin dulu CV kamu ke kantor tadi.!"
Ucap Topan mengingatkan.
"Siap kak!"
Jawab Alice.
Melihat Alice begitu akrab dengan Topan, memang menjadi sebuah pemandangan yang berbeda, namun Dahlan dan Asti juga tidak dapat menyalahkan keadaan bagaimanapun Alice berhak bahagia.
Dahlan mengelus pundak Asti yang mulai merasa sedih mengingat dulu yang biasanya duduk di samping Alice adalah Purnama namun kini ternyata lelaki lain.
Tak bisa di pungkiri lagi Astipun merasa amat kesal kepada Purnama yang sudah bertahun-tahun menghilang bagaikan di telan bumi, tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan selain melanjutkan hidup.
Sesampainya di rumah Asti nampak sudah ada keluarga Asti dan Dahlan berkumpul bersama menanti kedatangan mereka.
Mendengar ada mobil yang datang keluarga Asti dan Dahlan keluar menyambut.
Mereka melepas rindu saling berpelukan rasa haru tak bisa terbendung.
Alice tersenyum di samping Topan menyaksikan pemandangan tersebut.
"Baper ya, heheh!"
Bisik Topan di telinga Alice.
Alice hanya tersenyum mendengar ucapan Topan sembari terus menyaksikan pemandangan di hadapannya.
"Ayo masuk!"
Ajak Asti kepada Alice dan Topan yang masih terpaku di depan Mobil.
Alice mengangguk kemudian berjalan meninggalkan Topan.
Topan tersenyum kemudian menyusul Alice.
Keasikan mengobrol dan membuka oleh-oleh Alice dan Topan sampai lupa waktu.
"Astagfirulloh udah jam segini!"
Seru Topan saat tanpa sengaja melirik jam dinding yang terpampang di ruang tengah Asti.
Alice pun sontak meliriknya kemudian melirik Topan.
"Besok kan mau nganterin Cv kak!"
Seru Alice
"Ya itu makanya aku kaget udah jam segini aja!"
Seru Topan.
"Udah kagak usah pada lebay gitu, biasanya juga pulang malam hahah!"
Ucap Dahlan.
"Sebaiknya kita pulang sekarang kak!"
Ajak Alice kepada Topan.
"Iya, apalagi mulai besok kita punya proyek dadakan, kalau kurang istirahat nanti yang ada hasilnya gak maksimal, jangan sampai deh calon pengantin nanti kecewa hahahah!"
Seru Topan tertawa
"Ya udah sana kalian balik, terus istirahat!, awas aja ya gue gak mau kalau sampai nanti hasil undanganya gak maksimal, gue gak akan bayar hahahah!"
Seru Dahlan lagi tertawa.
"Saya Pamit dulu ya kak!"
Seru Alice berpamitan kepada Asti dan Dahlan.
"Kamu hati-hati di jalan ya, dan buat kamu jaga baik-baik ade saya ini, jangan sampai lecet sedikitpun!"
Seru Asti kepada Topan
Topan tersenyum mendengar perkataan Asti.
"Jangankan cuman semalam, empat tahun aja kalian tinggalin dia masih utuh kan hahahah!"
Jawab Topan tertawa.
"Assalamualaikum!"
Seru Topan.
"Wa allaikumus sallam!"
Jawab Asti dan Dahlan bersamaan.
Setelah mengantar Alice dan Topan keluar rumah Dahlan merangkul Pundak Asti.
"Gak nyangka ya bang, kisah mereka jadi berantakan seperti sekarang ini!"
Seru Asti.
"Setidaknya Alice masih bisa bahagia meski tak bersama Purnama lagi.!"
Jawab Dahlan.
"Kamu salah bang!"
Ucap Asti menyangkal pernyataan Dahlan.
"Maksud kamu?"
Tanya Dahlan sembari menatap wajah Asti.
"Sampai saat ini Alice masih menunggu Purnama!"
Seru Asti.
"Bagaimana kamu tahu?, bukankah kamu bisa melihat sendiri tadi kalau Alice tampak bahagia bersama Topan?"
Tanya Dahlan meyakinkan.
"Sayangnya tidak demikian bang, Alice tadi bilang masih akan tetap menunggu Purnama, meskipun dia juga tidak bisa menyangkal bahwa Topanlah yang selama ini ada disisinya.!"
Seru Asti.
"Sungguh merumit!"
Ucap Dahlan.
"Sudahlah kamu pasti cape ayo kita istirahat, ini malam terakhir kita sebelum kita dipisahkan dan dilarang bertemu sampai hari itu datang!"
Seru Dahlan sembari tersenyum kepada Asti.
Asti mengangguk kemudian memeluk Dahlan, Dahlan membalas pelukan calon istrinya dan mencium kepala Asti.
"Do'a ku saat ini hanya dua bang!"
Ucap Asti dalam Pelukan Dahlan.
"Apa itu?"
Tanya Dahlan tanpa melepas pelukannya.
"Semoga Acara kita lancar sampai hari itu tiba, dan satu lagi, semoga Adik kita Alice bisa berakhir seperti kita dengan laki-laki terbaik meskipun itu bukan Purnama.!"
Seru Asti
"Aamiin sayang, aku tahu maksud kamu mempercayakan undangan dan segala hal terkait pernikahan kita kepada mereka. !"
Seru Dahlan.
"Sungguh?"
Tanya Asti
Dahlan mengangguk pelan.
"Apa coba?"
Tanya Asti sembari mendongak melihat Dahlan.
"Kamu mau membuat mereka semakin dekat kan, secara halus kamu ingin mereka bersama, aku tahu tujuan kamu ingin membuat Alice move on, tapi jangan terlalu memaksakan kehendak sayang, setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyembuhkan luka.!"
Jelas Dahlan.
"Ayo masuk, angin malam tidak baik untuk kesehatan!"
Ajak Dahlan kepada Asti sembari meraih tangan Asti setelah melepas pelukan nya.
Asti dan Dahlan masuk ke dalam Rumah Asti, Dahlan mengantar Asti sampai ke depan pintu kamarnya.
"Selamat malam, selamat tidur calon istriku!"
Ucap Dahlan sembari mencium kening Asti
"Selamat tidur juga untuk calon suamiku!"
Jawab Asti kepada Dahlan.
Dahlan melambaikan tangannya kepada Asti kemudian pergi meninggalkan Asti.
Sementara Alice dan Topan masih dalam perjalanan Pulang.
"Terimakasih untuk hari ini kak!"
Ucap Alice kepada Topan.
"Iya sama-sama, tidak perlu selalu begitu aku senang bisa selalu menjadi bagian dari aktifitas kamu!"
Jawab Topan tersenyum.
Alicepun membalas senyum Topan.
"Jangan lupa besok pagi jangan sampai kesiangan, besok agenda kita full!"
Ucap Topan kepada Alice.
"Siap Kapten!"
Jawab Alice tersenyum...