Alice

Alice
Bagian 188



"Sudah lebih baik sekarang?"


Tanya Asti kepada Alice, Alice mengangguk Perlahan dan Purnama masih saja menenggelamkan wajahnya, tertunduk dengan air mata yang masih menetes.


"Mulailah cerita perlahan-lahan!"


Ucap Asti menyarankan, Alice kembali menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskan nya lagi perlahan. Dahlan ikut merasa tegang dengan apa yang akan dikatakan Alice, sesekali Dahlan menepuk-nepuk Pundak Punggung Purnama.


"Kak!, maaf tapi sungguh semua yang kalian semua tahu itu tidak sesuai dengan kenyataanya!"


Seru Alice memulai ceritanya, Purnama menyeka air matanya dan berusaha tenang mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Alice. Sementara Asti dan Dahlan mengangguk Perlahan menunggu Alice melanjutkan ceritanya.


"Memang benar awalnya Alice memutuskan menerima pinangan kak Topan, sampai akhirnya malam yang ditentukan untuk Alice memberi jawaban itu datang, tidak ada langkah yang ringan ketika Alice memutuskan datang menemui kak Topan, tapi atas saran dari setiap Pihak dan ucapan orang tua kak Purnama lah yang membuat Alice berniat menerima kak Topan.!"


Alice kembali terhenti dan menyeka air matanya, Asti mengelus-elus lagi punggung Alice sembari mengangguk, meminta Alice melanjutkan kembali ceritanya.


"Iya, akhirnya cincin itu sudah terpasang di jari manis Alice menggantikan cincin dari kak Purnama, sampai akhirnya Pak Andri dan Kak Akila datang menyelamatkan Alice!"


Ucap Alice.


"Menyelamatkan?, maksudnya menyelamatkan bagaimana?"


Tanya Asti bingung sekaligus penasaran.


"Benar kak, Pak Andri dan kak Akila datang ketempat Alice di lamar oleh Topan malam itu, mereka membongkar setiap hal yang kak Topan sembunyikan dari Alice selama ini, akhirnya Alice memutuskan untuk mengembalikan cincin itu kepada kak Topan, dan Alice memilih keluar dari tempat kerja yang dulu!"


Jelas Alice lagi.


"Jadi karena hal itu sekarang kamu bekerja di mini market?"


Tanya Dahlan.


Purnama pun perlahan mengangkat wajahnya menatap Alice. Alice mengangguk menjawab pertanyaan Dahlan.


"Alice memutuskan memulai kehidupan baru tanpa bantuan siapapun, dan Alice kembali kepenantian Alice menunggu kak Purnama!"


Seru Alice sembari kembali berkaca-kaca menatap Purnama. Purnama yang mendengar hal tersebut beranjak dari duduknya dan menghampiri Alice, Alice pun berdiri menatap Purnama yang selama ini ia tunggu, Purnama merangkul Alice lembut dan menumpahkan Air matanya dalam pelukan Alice, Alice menyambut hangat rangkulan orang yang dicintainya dan kembali menumpahkan segala kepedihannya.


"Maafkan aku, aku mohon maafkan aku, karena menungguku sudah terlalu banyak penderitaan yang kamu rasakan, aku mohon maafkan aku, sungguh tidak sedikitpun aku berniat meninggalkan kamu saat itu tetapi keadaan yang memaksaku.!"


Ucap Purnama kepada Alice.


"Tidak kak tidak!, Alice yakin kehidupan kakak disana lebih berat dan banyak hal yang lebih pahit yang kakak jalani, Alice yang harusnya minta maaf karena keteguhan kakak mempertahankan Alice, akhirnya kakak harus menderita juga.!"


Jawab Alice sembari menangis juga.


Dahlan dan Asti pun ikut terharu bahagia menyaksikan kejadian di hadapan mereka, Asti menghampiri Dahlan dan duduk di sampingnya, Dahlan pun merangkul istrinya sembari tersenyum.


Malam harinya Purnama mengantar Alice ke kosannya dengan meminjam mobil Dahlan.


"Malam ini kakak akan pulang?"


Tanya Alice kepada Purnama.


"Tentu sayang, kakak sudah ingin mengakhiri semua konflik yang ada sejak kakak Pergi, kakak janji, tidak akan lama lagi kakak akan memintamu kepada keluarga kamu secara resmi!"


Ucap Purnama tersenyum.


"Aamiin kak, hati-hati ya di jalan, salam buat Mamah dan Papah!"


Seru Alice, Purnama mengangguk dan tersenyum.


"Besok kakak jemput kamu ya, kakak mau antar kamu ke tempat kerja!"


Ucap Purnama kepada Alice. Alice mengangguk senang.


"Rasanya semua ini seperti mimpi ya kak heheh!"


Ucap Alice.


"Bersyukur, semua sudah mulai berlalu, semoga setiap pengorbanan kita akan di bayar dengan kebahagiaan kita Aamiin!"


Jawab Purnama tersenyum kepada Alice.


"Ya sudah kamu masuk gih, sudah malah, selamat beristirahat sayang!"


Ucap Purnama kepada Alice, Alice pun mengangguk tersenyum.


Jawab Alice sembari turun dari mobil. Alice berdiri di samping mobil memperhatikan Purnama mulai memarkirkan mobil untuk bergegas pulang ke rumahnya, Alice melambaikan tangan saat mobil mulai melaju meninggalkannya.


Di dalam kamar Alice menarik napas lega, setelah salam di akhir sujud nya.


"Alhamdulillah ya Allah, satu demi satu setiap masalah mulai kau tunjukan jalan keluarnya semoga semuanya benar-benar akan segera usai, Aamiin!"


Seru Alice berdoa. Kemudian membereskan alat shalatnya dan pergi tidur.


Sementara Purnama telah sampai di rumah orang tuanya yang baru, Purnama tertegun lama di depan Pintu, kemudian mengetuk perlahan.


Tok.!


Tok!


Tok.!


Suara ketukan Pintu membuat Perhatian Papah nya teralihkan dari televisi.


"Siapa di sana?"


Tanya Papah Purnama sembari menaruh remote Tv nya di atas meja kemudian berjalan menuju Pintu. Karena tak mendengar jawaban Papah Purnama mengintip terlebih dahulu dari balik tirai, pertama kali melihat punggung anaknya Papah Purnama langsung tahu dan yakin bahwa Itu anaknya.


"Mah. Mamah!, anak kita pulang Mah!"


Teriak Papah Purnama sembari membuka kunci Pintu dan keluar dari rumah menatap Purnama yang mulai berbalik dan tersenyum kemudian merangkul Papahnya.


"Papah sehat?"


Tanya Purnama dalam pelukan ayahnya. Ayahnya tak sanggup berkata-kata hanya mengangguk haru, mamah Purnama yang baru saja keluar kamar melihat suaminya tengah berpelukan dengan orang lain bergegas keluar memastikan siapa orang itu.


"Ada apa ini pah?"


Tanya Mamah Purnama kepada Suaminya, Purnama melepaskan pelukan Ayahnya kemudian menatap mamahnya sayu. Mamah Purnama menutup mulutnya karena kaget kemudian menangis memeluk Purnama.


"Ya Allah nak alhamdulillah, akhirnya Allah mendengar doa-do'a mamah, sayang... ya Allah Alhamdulillah terimakasih ya Allah terimakasih!"


Ucap Mamah Purnama bersyukur karena putra semata wayangnya kini telah kembali kepangkuan keluarga.


"Masuk sayang ayo masuk, kamu sudah makan?, mamah ambilkan makanan ya!"


Ucap Mamah Purnama bahagia.


"Mah... Purnama baik-baik saja Alhamdulillah sudah makan juga, mamah sama papah duduk disini banyak hal yang harus Purnama ceritakan.!"


Seru Purnama sembari menaruh tasnya di lantai.


"Biar mamah ambilkan minum dulu ya!"


Ucap Mamah Purnama sembari pergi ke dapur, Purnama menatap kesekeliling rumah, kemudian melirik Papah nya.


"Pah kapan papah akan mengakhiri semua sandiwara ini?, Purnama ingin segera melamar Alice pah!"


Ucap Purnama, Papah Purnama termenung... mengetahui Purnama tahu setiap masalah yang ada.


"Kalau mamah kamu merestui hubungan kalian papah akan mengakhiri semua ini!"


Tegas papah Purnama. Mamah Purnama datang dari dapur dengan nampan toples kue dan tiga gelas minuman hangat.


"Kamu pasti cape kan, ini minum dulu biar seger badannya!"


Ucap Mamah Purnama kepada Purnama. Purnama pun menerimanya dengan senang hati.


"Makasih mah!"


Ucap Purnama kepada Ibunya.


"Iya sayang sama-sama, mamah siapin tempat tidur dulu ya buat kamu sayang, sekalian mamah mau siapin air hangat buat kamu mandi!"


Seru Mamah Purnama lagi antusias.


"Mah gak perlu repot-repot Purnama bisa sendiri ko, ada hal lain yang lebih penting yang harus kita bicarakan mah!"...


Ucap Purnama menahan mamahnya beranjak dari duduknya...