Alice

Alice
Bagian 132



"Begitu ya... he,he,he!"


Seru Alice tertawa dengn tawa yang di buat-buat.


"Alice-Alice!"


Seru Irma lagi sembari tersenyum.


"Tanyakan dan manfaatkan waktu yang ada Lice, daripada tahu nanti lebih baik sekarang.!"


Ucap Irma kepada Alice.


"Kayanya aku bakal jadi orang ketiga nih, mending aku pergi dulu ya, ingat pesan aku heheh.!"


Seru Irma kepada Alice kemudian pergi dari sisi Alice, setelah melihat Purnama berjalan ke arah Alice.


Alice tersenyum melihat Desi yang pergi meninggalkannya.


"Abis ngomongin apa?"


Tanya Desi kepada Irma, yang sedari tadi berdiri di depan pintu kelas memperhatikan Irma dan Alice mengobrol.


"Bukan apa-apa hanya memberikan sedikit vitamin heheh!"


Jawab Irma sembari masuk ke dalam kelas setelah menjawab pertanyaan Desi.


Sementara Purnama kini telah duduk di samping Alice.


"Ko dari tadi duduk doang disini sih, ada apa, kangen ya heheh?"


Tanya Purnama


"Gr deh heheh, cuman pengen nikmatin pemandangan yang indah saja ko.!"


Jawab Alice


"Emhsss pemandangan apa dari sini?, lapangan basket heheh!"


Ucap Purnama kepada Alice


"Itu pemandangan tenda-tenda yang warna warni kan segar gitu di pandang mata hehehe!"


Jawab Alice lagi nyeleneh.


"Heheheh gimana semalam nyenyek tidur nya?"


Tanya Purnama


"Enggak terlalu sih, mungkin karena masih menyesuaikan saja kak sama tempat baru lama-lama juga terbiasa."


Jawab Alice lagi


"Kenapa sama mata kamu?"


Tanya Purnama Peka


"efek kurang tidur aja kak.!"


Jawab Alice menyembunyikan kebenarannya.


"Jangan bohong ah.!"


Seru Purnama.


Alice pun menatap Purnama setelah mendengar ucapan Purnama.


"Kenapa?, kaget?"


Tanya Purnama lagi


Alice menggelengkan kepala.


"Jangan terlalu dipikirkan mamah belum beliin tiket buat kakak, meskipun sebenarnya kakak sudah resmi di terima di salah satu fakultas di sana.!"


Seru Purnama.


"Alhamdulillah selamat ya kak!"


Jawab Alice.


"Sama-sama sayang, semua ini juga berkat kesabaran dan do'a-do'a kamu, makasih ya.!"


Ucap Purnama kepada Alice.


Alice menjawabnya sembari tersenyum.


"Woy jangan pacaran mulu, kerja dulu napa ah!"


Ucap Dahlan berteriak kepada Purnama.


Alice dan Purnama pun tertawa melihat ekspresi Dahlan.


"Ya sudah sana kak, Alice liatin dari sini aja deh heheh.!"


Ucap Alice kepada Purnama.


"Nanti malam makan malam ya bareng sama Dahlan sama Asti ajakin Desi Juga.!"


Ucap Purnama sebelum pergi.


Alice mengacungkan jempol kepada Purnama sembari tersenyum.


Purnama pun berjalan ke arah kerumunan panitia Graduasi.


Sementara Alice masih tetap di tempatnya semula memperhatikan Purnama.


"Gimana elu udah kasih tahu dia soal makan malam nanti?"


Tanya Dahlan kepada Purnama.


"Udah tenang aja.!"


Jawab Purnama


"Mau dia?"


Tanya Asti kepada Purnama


"Mau kok.!"


Jawab Purnama lagi.


"Meskipun dia sudah tahu kalau tiga hari lagi kamu pergi?"


Tanya Asti lagi curiga.


"Emhsss kalau yang itu enggak sih.!"


Jawab Purnama lagi.


"Sudah aku duga.!"


Ucap Asti menimpali ucapan Purnama.


"Kenapa elo gak kasih tahu, apa karena elo ngerasa belom siap?"


"Emhh.!"


Ucap Purnama sembari mengangguk.


"Mau sampai kapan elu sembunyiin semua ini, sampai saatnya tiba?"


Tanya Dahlan lagi


"Gak tahu Lan, jujur aku belum siap ngeliat ekspresi dia kalau tahu aku bakal cepat pergi.!"


Seru Purnama.


"Menurut gue elo mesti secepatnya kasih tahu dia, kasian brow.!"


Seru Dahlan lagi.


"Kita juga bang sebenarnya dalam masalah kan?"


Ucap Asti kepada Dahlan.


"Iya Nanti malam coba lah kita ngobrol sama Alice, gue juga mau nanti malam elo jujur lah sama Alice soal tiket yang udah nyokap elo kasih ke elu.!"


Dahlan memberi saran.


"Aku malah makin sulut rasanya ninggalin Alice, terlebih setelah tahu kalian juga bakal kerja sambil kuliah di luar negeri juga, yang bakal jagain Alice disini siapa coba?"


Tanya Purnama kepada Asti dan Dahlan.


"Aku juga sebenarnya khawatir sama kondisi Alice tapi mau gimana lagi Pur, kesempatan ini gak datang dua kali masalahnya, dan ini impian aku sama bang Dahlan selama ini.!"


Seru Asti.


"Iya Aku tahu, aku gak nyalahin kalian ko, aku cuman mengutarakan apa yang ada dalam hati saja.!"


Jawab Purnama.


"Kenapa elo mesti khawatir sih Pur, Di samping Alice banyak orang yang sayang sama dia, banyak orang yang perduli sama dia, ada Desi juga ada Bunda Santi kalau ada apa-apa mereka pasti ngabarin ke elu, yang paling penting elu pasrahin sama Allah titipin sama Allah yang maha memiliki, in shaa Allah aman.!"


Ucap Dahlan menasehati Purnama.


"Iya kamu bener Lan, aku terlalu mengkhawatirkan apa yang sebenarnya telah Allah tetapkan untuk hidupku dan Hidup Alice juga, Astagfirullah.!"


Seru Purnama.


"Nanti malam kita coba bicarakan semua sama Alice dan jangan ada lagi yang ditutupi, kasian Alice nya juga.!"


Ucap Asti menyarankan


"Ya sudah cepat kita kerjakan semua ini, setelah selesai kita bisa menghabiskan waktu bersama di kantin.!"


Ucap Dahlan mengutarakan keinginanya.


Purnama dan Dahlan serta Asti pun melanjutkan pekerjaan mereka sementara Alice kini sudah duduk bersama Desi.


"Lice aku laper nih ke kantin yuk!"


Ajak Desi


"Sebentar lagi ya.!"


Ucap Alice


"Nanti juga paling mereka ke kantin nyusul kalau tahu kita di kantin!"


Ucap Desi


"Ayo dong aku udah kelaperan ini!"


Ajak Desi lagi.


"Ya udah deh iya ayo, tapi aku kirim pesan dulu ya ke kak Purnama.?"


Ucap Alice


"Sambil jalan aja ayo.!"


Seru Desi sembari memaksa Alice untuk segera pergi ke kantin.


"Iya deh iya ayo.!"


Seru Alice sembari berdiri.


"Ir ayo ke kantin!"


Ajak Desi kepada Irma yang baru saja datang menghampiri Desi dan Alice.


"Boleh deh, aku juga bosen disini.!"


Seru Irma.


Alice tengah sibuk dengan handphone nya.


"Kak aku kekantin dulu ya nemenin Desi sama Irma.!"


isi Pesan dari Alice untuk Purnama, setelah berhasil mengirimkan pesan Alice pun berjalan sembari sesekali menoleh ke lapangan mencari-cari Purnama.


"Gak usah di pelototin mulu kaga bakalan ilang juga kan, heheh!"


Seru Desi kepada Alice


"Dasar Jomblo sirik aja!"


Seru Irma menimpali ucapan Desi


Alice hanya tersenyum menanggapi percekcokan dini antara Desi dan Irma.


Sesampainya di kantin Desi dan Irma langsung memesan makanan.


"Lice kamu mau apa?"


Tanya Desi


"Apa aja terserah kalian!"


Jawab Alice


Irma lebih dulu menghampiri Alice setelah selesai memesan makanan.


Setelah Desi selesai mengambilkan tiga botol minuman dan berniat menghampiri Alice serta Irma tiba-tiba Desi bertabrakan dengan seorang siswa laki-laki yang sedang berjalan namun sibuk dengan layar handphone nya, dan tanpa sengaja membuat minuman itu jatuh membasahi baju Desi.


"Ya ampun sory ya, sory aku gak sengaja.!


Ucap Siswa laki-laki yang menabrak Desi kemudian panik mengelap baju Desi yang terkena minuman menggunakan saputangan dari saku celananya.


"Astagfirullah Des kamu gak papa?"


Tanya Alice bersama Irma


Tanpa menjawab Desi hanya melongo menatap wajah laki-laki tersebut.


"Maaf ya jadi basah baju kamu, ini aku pinjemin jaket aku ya biar baju kamu gak nerawang!"


Seru siswa laki-laki tersebut