Alice

Alice
Bagian 186



Dahlan dan Asti senang melihat Purnama baik-baik saja di hadapan mereka saat ini.


"Syukurlah, aku senang kamu sekarang disini!"


Ucap Dahlan kepada Purnama.


"Bagaimana sekarang Nyokap kabarnya, apa dia sudah berubah?"


Tanya Purnama.


"Rumit Pur, terakhir kali Alice menemui keluarga elo, mereka cuman mau Alice berhenti menunggu elo dan melanjutkan hidupnya!"


Jawab Dahlan.


"Sudah aku duga, ternyata meski sudah sangat lama aku tidak pulang tidak banyak yang berubah disini, lantas bagaimana sikap Alice akhirnya?"


Tanya Purnama penasaran.


Dahlan menatap Istrinya sesaat.


"Awalnya Alice sedih dan terpukul, tapi jujur gue sama istri gue Asti, juga nyaranin hal yang sama ke Alice!"


Jawab Dahlan merasa bersalah, Purnama menarik napas.


"Sory Pur gue gak tahu kalau elo bakal balik lagi!"


Seru Dahlan meminta maaf.


"Aku juga Pur, jujur aku merasa kasihan banget sama Alice, soalnya dia terus saja terpaku di kenangan kalian, yang saat itu aku rasa gak akan ada artinya!"


Tambah Asti kepada Purnama.


"Gak papa, aku paham, aku juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, aku sadar kesalahan itu sepenuhnya ada pada ku!"


Jawab Purnama tersenyum, namun Dahlan dan Asti tak membalas senyuman Purnama.


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan Alice sekarang?, bagaimana kehidupannya, meskipun aku kangen banget sama dia tapi jujur aku rasanya tak punya muka untuk aku tunjukan saat bertemu dengannya nanti!"


Seru Purnama lagi sembari tersenyum hampa.


"Terakhir kali Alice cerita dia di lamar Topan.!"


Jawab Asti gamblang, Purnama tertunduk lesu, meskipun perasaanya hancur dan merasa kepulangannya menjadi sia-sia, namun lagi-lagi Purnama tak mampu menyalahkan siapapun.


"Loe gak papa kan?"


Tanya Dahlan, Purnama mengangkat kepalanya.


"Syukurlah semoga mereka bahagia.!"


Pungkas Purnama kepada Asti dan Dahlan.


"Gue antar elo ke rumah orang tua elo ya!"


Ucap Dahlan menawarkan diri.


"Iya tentu!, lagian aku udah gak punya orang yang berharga lagi selain dari kedua orang tuaku saat ini heheh!"


Seru Purnama pura-pura tegar.


"Kalau gitu gue siapin dulu mobil ya!"


Jawab Dahlan sembari beranjak dari duduknya.


"Pur!, sory aku udah nyaranin Alice buat lupain kamu, sumpah aku gak tahu kalau kamu bakal balik serius!"


Timpal Asti yang masih merasa tak enak hati kepada Purnama.


"Udah gak papa As, Alice juga kan berhak bahagia, kamu gak perlu minta maaf, oh iya satu hal lagi, tolong ya jangan kasih tahu Alice kalau aku sudah Pulang, please aku mohon, kamu janji sama aku!"


Pinta Purnama kepada Asti namun Asti hanya tertegun dan terdiam.


"As aku mohon, aku gak mau bikin kebahagiaan Alice hilang, aku gak mau Alice dan Topan tak bahagia, Aku yakin Topan bisa bahagiakan Alice.!"


Ucap Purnama lagi meminta kepada Asti, meski berat akhirnya Asti menganggukan kepala perlahan.


Suara klakson mobil berbunyi dari halaman, Dahlan sengaja membunyikannya memberi isyarat kepada Purnama dan Asti bahwa dia siap pergi, Purnama pun berpamitan kepada Asti.


"Aku balik dulu ya, semoga kalian cepat-cepat di karuniai momongan yang lucu-lucu Aamiin heheh!"


Ucap Andri kepada Asti sembari beranjak dari duduknya kemudian melambaikan tangan kepada Asti yang tak beranjak sedikitpun dari tempat duduk nya. Purnama keluar rumah menghampiri mobil Dahlan, tiba-tiba sebuah mobil dari arah jalan memasuki halaman rumah Dahlan, Purnama tertegun bertanya-tanya siapa yang datang begitu pula dengan Dahlan, Dahlan pun turun dari mobilnya setelah mematikan mesin mobil.


Dahlan tersenyum ketika melihat Andri datang ke rumahnya.


"Assalamualaikum!"


Ucap Andri memberi salam kepada Dahlan dan Purnama.


"Wa allaikumus sallam, wah ada angin apa ini tumben-tumbenan mampir ke rumah hahah!"


Seru Dahlan kepada Andri.


"Hahah gimana kabarnya manten baru nih?"


Tanya Balik Andri kepada Dahlan sembari bersalaman.


Jawab Dahlan tersenyum.


"Eh ada perlu penting apa ini sampai-sampai pak Bos datang mengunjungi rumah ku hahah!"


Ucap Dahlan lagi kepada Andri, Andri sesaat menatap Purnama, Dahlanpun tersadar bahwa Dahlan masih belum memperkenalkan Andri kepada Purnama.


"Oh iya, ini kenalin, Sahabat lama sudah kaya adek sendiri ini.!"


Ucap Dahlan kepada Andri sembari menyentuh Pundak Purnama.


"Halo senang bertemu dengan Anda, saya Andri teman Dahlan sejak kecil heheh!"


Sapa Andri kepada Purnama memperkenalkan diri, Purnama menjabat tangan Andri sembari tersenyum pula.


"Saya Purnama, teman SMA nya Dahlan, senang juga bertemu Anda!"


Jawab Purnama, Ketika mendengar nama Purnama, Andri tertegun.


"Purnama?"


Tanya Andri kepada Dahlan.


"Iya, Purnama ini baru saja kembali dari luar negeri setelah melanjutkan study nya.!"


Jelas Dahlan lebih mendetail kepada Andri. Andri teringat akan pesan terakhir Alice yang di sampaikan Akila.


"Purnama... Mungkinkah orang ini yang di maksud Alice?"


Seru Andri dalam hatinya sembari perlahan melepaskan jabatan tangannya.


"Oh iya Pur, Andri ini Bos nya Alice di perusahaan tempat Alice sekarang bekerja, Benarkan Ndri?"


Seru Dahlan kepada Andri.


"Ah.... iya...iya... tapi sekarang sudah tidak, sayangnya Alice sudah keluar dari pekerjaan nya!"


Jawab Andri jujur, Purnama tersenyum mendengar ucapan Andri.


"Itu pasti terjadi, Topan pasti tidak akan membiarkan calon istrinya bekerja lagi kan heheh!"


Ucap Purnama tersenyum dengan senyuman yang tak datang dari hati.


"Ternyata Purnama sudah tahu Alice dan Topan bertunangan tapi itu berarti Purnama dan Dahlan tidak mengetahui kejadian sebenarnya malam itu, ini sudah cukup menegaskan berarti Alice tidak datang kesini ataupun mengurim kabar,untuk menceritakan kejadian sebenarnya di malam itu, bagus lah ini masih bisa jadi celah untukku mencari Alice!"


Seru Andri dalam hatinya sembari tersenyum.


"Kayanya kalian mau pada pergi, kalau begitu aku pergi dulu ya, Assalamualaikum!"


Ucap Andri sembari memasuki mobil dan tancap gas pergi.


Sementara itu, Dahlan dan Purnama dalam perjalanan Pulang menuju rumah orang tua Purnama. Ditengah perjalanan Purnama meminta Dahlan mampir ke sebuah mini market.


"Lan kalau ada mini market berhenti dulu sebentar ya, ada yang perlu aku beli!"


Pinta Purnama kepada Dahlan.


"Ok. Perkara gampang itu, eh gimana sekolah kamu disana?"


Tanya Dahlan mencoba mengalihkan perhatian Purnama yang sedari tadi agak melamun.


"Menurut kamu Andri tadi, ko rasanya kaya ada yang aneh ya?"


Seru Purnama malah menjawab hal lain ketimbang menceritakan bagaimana study nya selama di luar negeri.


"Maksud loe, aneh, aneh gimana?"


Tanya Dahlan tak mengerti


"Ya aneh aja, coba kamu pikirin dia tiba-tiba datang terus cuman berbasa-basi gitu doang langsung pergi lagi, masa orang sesibuk dia datang ke rumah kamu cuman buat gitu aja kan aneh?"


Jelas Purnama.


"Hahahah ko loe jadi suudzonan gini sih biasanya di antara kita dulu cuman elo yang always positif thinking?!"


Jawab Dahlan tertawa renyah, namun Purnama langsung menarik napas membuat tawa Dahlan terhenti.


"Sory deh sory, iya siapa tahu aja dia kebetulan lewat kan terus mampir deh ke rumah, iya ga?"


Tanya Dahlan balik sembari memarkirkan mobilnya di sebuah mini market.


"Woy bengong mulu, udah sampe nih di mini market!"


Ucap Dahlan mengagetkan Purnama, Purnama pun menatap keluar mobil, kemudian mengambil dompet dari dalam tas nya.


"Gak ikut kedalam Lan?"


Tanya Purnama.


"Iya gue ikut!"


Jawab Dahlan sembari membuka sabuk pengamannya lalu turun dari mobil.