
"Kamu kenapa Ir kotor begitu, katanya dari pesta ulang tahun tapi ko malah kaya abis dari sawah?"
Tanya teteh kosan kepada Irma di ruang tamu.
Bukan menjawab pertanyaan Teteh kosan Irma hanya menangis tersungkur di pangkuan teteh kosan.
"Ih ari kamu kunaon (kenapa)?"
tanya teteh kosan heran dengan Irma yang tiba-tiba menangis.
"Irma malu teh malu banget.!"
Jawab Irma sembari tetap menangis.
"Malu kenapa?"
Tanya teteh kosan.
"Sok sini duduk dulu, terus minum dulu, cerita ke teteh sing jelas.!"
Ucap teteh kosan
Irma Pun mengikuti saran teteh kosan.
"Udah tenang?"
Tanya teteh kosan setelah melihat Irma selesai minum.
Irma mengangguk.
"Sekarang kamu cerita sama teteh dari awal kejadiannya sampai akhir supaya teteh paham.!"
Pinta teteh kosan.
"Jadi begini teh Irma mencoba untuk memisahkan Alice dan Kak Purnama.......!"
Irma menceritakan semuanya tanpa ada yang di sembunyikan.
"Astagfirullah, Ir kamu tahu perasaan itu tidak bisa di paksakan?, dan jodoh itu tidak bisa di tentukan, semua sudah ada yang ngatur, kalau dia jodoh kamu secuek apapun kamu sama dia kalian akan tetap di pertemukan, tapi sebaliknya jika dia bukan jodoh kamu sejauh apapun kamu mengejarnya dia tidak akan pernah jadi milik kamu.!"
Teteh kosan mencoba menasehati Irma.
"Teteh tahu ini bukan kali pertama kamu seperti ini, untuk apa kamu mengejar apa yang memang belum saat nya kamu kejar?, tugas kamu itu sekarang fokus belajar.!"
Ucap teteh kosan lagi.
"Irma tahu teh irma sudah berlebihan, Irma malu teh Irma ingin pindah sekolah saja.!"
Ucap Irma.
"Untuk apa?, kemanapun kamu pergi jika kamu tidak berubah semua akan sama saja, kalau kamu pergi dan pindah sekolah itu namanya kamu lari dari masalah.!"
Seru teteh kosan lagi.
"Terus Irma harus gimana teh, Irma benar-benar malu, ditambah lagi Alice dan kak Purnama sedikitpun tidak berubah terhadap Irma, mereka masih tetap baik memperlakukan Irma, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.!"
Ucap Irma dengan jelas.
"Kamu hadapi akibat nya, semua ini karena perbuatan kamu sendiri bukan karena orang lain, jangan pernah lari dari masalah, kamu harusnya bersyukur Ir, kalau pada kenyataanya Alice dan Purnama masih baik terhadap kamu, berarti mereka memaafkan kamu.!"
Pesan teteh kosan.
Irma menunduk merenungkan ucapan teteh kosan.
"Kamu pikirkan baik-baik ucapan teteh, sekarang kamu pergilah mandi dan ganti baju.!
Ucap teth kosan memerintahkan.
Irma pun mengangguk dan pergi ke kamarnya tanpa berkata-kata lagi.
Sementara di tempat Lain Alice dan Purnama serta Desi sudah kembali bergabung dengan teman-temannya yang lain di pesta ulang tahun nya.
"Gimana si Irma Des?"
Tanya Asti kepada Desi.
"Iya tadi kita nemuin dia di trotoar lagi di gangguin sama cowok-cowok jalanan.!"
Ucap Desi
"Astagfirullah, terus gimana sekarang dia?"
Tanya Asti.
"Alhamdulillahnya gak papa ko kak, dia sekarang udah di kosan.!"
Jawab Desi lagi.
"Ya ampun sebegitu tergila-gilanya dia sama Gita ke Purnama, aku sampai gak habis pikir.!"
Ucap Asti
"Maklum aja dia kan belum dewasa, belum paham benar bagaimana seharusnya jika kita menginginkan seseorang.!"
Ucap Dahlan.
"Tapi sekarang kayanya dia udah nyesel deh kak.!"
Ucap Desi.
"Ya syukurlah, semoga saja ini kali terakhir dia berbuat seperti ini.!"
Ucap Asti penuh harap.
"Dia udah bikin masalah besar buat hidup orang bukan cuman Purnama sama Alice, tapi gue juga sama Asti, gara-gara kelakuan dia sama si Gita hampir aja hubungan kita berantakan.!"
Ucap Dahlan mengingat akibat dari kelakuan Irma dan Gita.
"Tadi sih aku denger dia mau pindah sekolah kak.!"
Ucap Desi menginformasikan.
"Sampai mau pindah segala?"
Tanya Asti sembari memegangi gelas minumnya.
Irma mengangguk.
"Mental anak itu masih lemah, dia gak sanggup ngadepin masalah yang sudah dia perbuat.!"
Ucap Dahlan lagi.
"Lagi pada ngobrolin apaan, serius bnget?"
Tanya Purnama sembari berjalan menghampiri bersama Alice.
"Irma.!"
Jawab Dahlan jujur.
"Oh kenapa di omongin?"
Tanya Purnama.
"Iya gak nyangka aja gue sama kelakuan itu anak.!"
Jawab Purnama
"Iya udahlah, lagian dia juga udah minta maaf ko sama aku sama Alice juga.!"
Ucap Purnama.
Ucap Alice.
"Udah Lice gak perlu kamu yang minta maaf, kita juga udah maafin dia ko sebenarnya, hanya saja masih gak sangka saja.!"
Ucap Asti kepada Alice.
"Semua tamu udah pada mulai bubar, gimana kalau kita makan malam hari ini?"
Ajak Purnama.
"Ide yang bagus tuh.!"
Ucap Asti.
"Boleh-boleh gue ikut.!"
Ucap Dahlan.
"Minggu depan kamu libur kan sayang sekolahnya?"
Tanya Purnama kepada Alice.
"Iya kak Libur.!"
Jawab Alice.
"Kamu ada rencana Pulang?"
Tanya Purnama
"Mau nya sih gitu kak, apalagi teman-teman yang lain di kosan juga mu pada pulang.!"
Jawab Alice.
"Iya kak cuman Alice yang gak ada rencana buat Pulang.!"
Seru Desi.
"Kenapa Lice?"
Tanya Asti.
"Pengen sebenarnya kak, tapi Alice rasa lebih baik seminggu itu Alice pakai buat kerja aja di tempat kerja, kan lumayan hasilnya bisa d tabung buat kuliah nanti.!"
Ucap Alice
"Sudah satu bulan ini Alice menolak di kirimi uang dan beras oleh orang tua nya kak.!"
Seru Desi membanggakan Alice.
"Wah bener lice?, subhanallah banget.!"
Ucap Asti kagum.
"Sebenarnya itu karena kak Purnama sudah menyetok belanjaan buat Alice kak, itu bisa jadi modal awal buat Alice mengatur pengeluaran sendiri heheh.!"
Jawab Alice.
"Kamu memang mandiri ko, kakak cuman bantu apa yang kakak bisa saja, kalau kamu mau pulang biar kakak antar pulang besok.!"
Purnama menawarkan.
"Enggak kak Alice akan bekerja saja, makasih sebelumnya heheh.!"
Ucap Alice tersenyum.
"Ok gimana kalau kita pergi sekarang?"
Ajak Dahlan.
"Masih sore bang.!"
Ucap Asti.
"Gimana kalau kita habisin waktu dua hari ini buat refreshing sebelum senin masuk ujian bakal mumet.!"
Ucap Dahlan.
"Malah refreshing bukannya belajar di rumah.!"
Ucap Asti.
"Ya udah kalau elu gak mau, kita aja ber empat gimana?"
Tanya Dahlan kepada yang lain.
"Ikut aja aku mah hhahh.!"
Jawab Desi.
"Ya kalau yang lain ikut aku juga ikut bang hahahah.!"
Ucap Asti
"Huh dasar loe ya, plinplan.!"
Ucap Dahlan sembari Menoyor Asti.
"Ya udah ayo jalan, pakai satu mobil apa dua mobil?"
Tanya Purnama.
"Ih aku jadi obat nyamuk dong?"
Ucap Desi.
"Kenapa dari tadi diem aja, kenapa gak milih salah satu cowok yang ada di sini.!"
Ucap Dahlan.
"Dipilih dikira baju kak.!"
Ucap Desi.
"Hahahah tenang aja kita juga kan bukan mau mesra-mesraan depan loe hahahha.!"
Seru Dahlan tertawa.
"Ya udah deh ayo aku ikut aja.!"
Ucap Desi manyun.
"Pakai mobil elu aja Pur.!"
Ucap Dahlan.
"Iya lagian di sana ada anak aku sama Alice udah nunggu.!"
Ucap Purnama.
Ucapan Purnama sontak bikin Asti dan Dahlan melongo.
"Anak?"
Tanya Asti dan Dahlan bersamaan
Desi hanya tertawa sembari berjalan mengikuti Alice dan Purnama.