Alice

Alice
Bagian 105



"Sekarang potong kue nya ya.!"


Seru Purnama sembari menyodorkan pisau kue kepada Alice


Alice menerimanya dan memotong kue sesuai perintah Purnama.


"Suapin...suapin suapin!"


riuh teman-teman Purnama berteriak.


"Terserah kamu mau kamu kasih kesiapa kue potongan pertama ini.!"


Ucap Purnama Alice merasa kikuk karena ini baru kali pertama dia mengalami hal demikian.


Alice hanya mengikuti apa yang diucapkan orang-orang disekitarnya.


Alice menyuapi Purnama, suara siulan pun berseru dimana-mana membuat wajah Alice memerah seketika.


"Kakak tega banget sama Alice, katanya kakak sakit tapi malah bikin pesta kaya ginian!"


Ucap Alice kepada Purnama.


"Maaf sayang habis kalau kamu tahu kakak bikin ini semua buat kamu pasti kamu gak mau datang kan?"


Jelas Purnama.


"Alice makasih banget, tapi untuk kedepannya gak harus seperti ini juga kak, ini terlalu berlebihan.!"


Ucap Alice berbisik kepada Purnama.


"In shaa Allah sayang.!"


Jawab Purnama sembari tersenyum.


"Nah sudah dulu ya mesra-mesraan nya, ini sekarang waktunya ngasih hadiah buat bidadari kamu.!"


Seru Asti sembari membawa kado.


"Ini buat kamu sayang dari kakak.!"


Ucap Purnama sembari memberikan kado tadi.


"Buka! buka! buka!"


Ucap setiap orang bersamaan.


"Boleh di buka?"


Tanya Alice.


"Harus dong heheh"


Seru Asti.


"Buka aja.!"


Ucap Purnama tersenyum


Alice membuka kado tersebut dengan antusias.


Saat kado di keluarkan Alice tersenyum senang karena mendapatkan boneka.


"Subahanallah lucu banget, makasih kak.!"


Seru Alice sambil memeluk Boneka teddy bear berwarna pink yang cukup besar.


"Kamu suka?"


Tanya Purnama.


"Suka banget makasih ya.!"


jawab Alice bahagia


"Emhsssa so sweet jadi pengen.!"


Seru Asti memecah kehangatan Alice dan Purnama.


"Oke baiklah daripada kita semua di bikin iri sama ke uwuan dua sejoli kita hari ini, kita langsung nikmati hidangan yang ada, yang mau nyanyi ayo nyanyi naik ke sini gabung sama gue disini.!"


Seru Dahlan.


Purnama yang melihat Alice sesekali kesulitan dengan wedgesnya pun merasa tak tega.


"Sayang tunggu sebentar ya disini.!"


Ucap Purnama.


"Kakak mau kemana?"


Tanya Alice.


"Tunggu dulu aja, sebentar aja ya.!"


Seru Purnama


"Mentang-mentang udah di kasih tedy bear jadi gak mau di tinggal heheh.!"


Ucap Desi menghampiri Alice.


"Kayanya gitu Des, titip bentar ya bidadari kecil ku ini.!"


Seru Purnama kepada Desi.


"Uhhhh so sweet banget bikin para jomblo ngiri aja deh,.!"


Ucap Desi mendengar kata-kata Purnama.


"Hahahah.!"


Ucap Purnama sembari pergi ke arah dapur.


"Kamu bahagia banget kan pasti?"


Tanya Desi kepada Alice.


"Alhamdulillah, gak bisa di ungkapkan dengan kata-kata heheh.!"


Jawab Alice.


"Emhsss aku juga jadi pengen punya pacar...!"


Seru Desi sembari memasang wajah lucu nya.


"Heheh, nanti juga kalau sudah waktunya pasti akan datang lelaki yang terbaik untuk mu.!"


Ucap Alice menghibur.


Purnama berjalan dari dapur menghampiri Alice dengan kotak panjang di tangannya.


"Apa lagi itu kak?"


Tanya Desi penasaran.


"Bukan apa-apa Des.!"


Seru Purnama sembari jongkok di samping Alice, kemudian membuka kotak panjang tersebut dan mengeluarkan pentopel dari dalam nya.


"Sayang sendalnya ganti aja pakai ini, kasian kamu pasti kesulitan jalannya.!"


Seru Purnama sembari menyimpan kedua belah pentopel tersebut di depan Alice.


Alice menatap Purnama haru.


"Ya Allah hal sekecil ini pun kak Purnama peka banget.!"


Ucap Desi


Ucap Purnama.


"Jangan kak jangan emhss biar Alice aja, Alice bisa sendiri ko.!"


Ucap Alice menolak niat Purnama.


"Udah gak papa, jangan sungkan begitu, sini kakak bantu, kamu pegangan ke Desi ya.!"


Seru Purnama.


Alice pun berpegangan kepada Desi saat Purnama mulai melepaskan wedges di kaki nya.


"Nah gimana sudah lebih nyaman kan?"


Tanya Purnama sembari menyimpan wedges ke dalam kotak sepatu tadi dan menyimpannya di belakang meja.


"Alhamdulillah sudah lebih baik kak, terimakasih.!"


Ucap Alice


Purnama pun mengangguk mengiyakan.


Gita dan Irma yang melihat keromantisan Alice dan Purnama semakin di buat terbakar terlebih lagi saat Purnama tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Alice, sesekali Purnama dan Alice pun saling lirik dan melempar senyum sembari menikmati alunan lagu dari sahabatnya Dahlan.


"Sory ya gue sita dulu perhatian kalian semua, kali ini gue mau manggil dua sejoli kita nih kedepan katanya ada yang mau nyanyi buat kekasih tercintanya, langsung saja Alice dan Purnama.!"


Seru Dahlan.


Alice menatap Purnama seolah bertanya mau apa ke atas pentas.


Namun purnama mengangguk sembari mengambil boneka yang di peluk Alice.


"Des tolong titip anak kami ya heheeh.!"


Ucap Purnama kepada Desi.


Desi menerimanya dan memeluknya erat.


"Beres kak heheh.!"


Jawab Desi.


Alice yang masih tampak kikuk karena menjadi pusat perhatian tak berani mengangkat wajahnya.


"Duduk disini.!"


Ucap Purnama kepada Alice.


"Kalau kamu malu jangan lihat kesana cukup lihat wajah kakak dan dengar apa yang kakak ucapkan ok?"


Pinta Purnama.


Alice pun mengangguk pelan.


"Lagu ini saya persembahkan untuk bidadari kecil saya yang saat ini menemani saya disini.!"


Ucap Purnama kepada tamunya.


Sorak riang pun terdengar memenuhi ruangan, Purnama mulai memetik gitarnya perlahan dan pasti, Alice memberanikan diri menatap Purnama, dan mendengarkan apa yang Purnama akan nyanyikan.


"Ada saat aku tak selalu denganmu


Tapi itu tak selamanya


Cinta kita tak seperti mereka


Kita yang punya, kita yang rasakan


Aku cuma ingin kamu


Yang menemani hidupku


Sampai kita tua, hidup bahagia


Selama-lamanya


Aku cuma ingin kamu


Yang menemani malamku


Sayang, percayalah semua akan indah


Pada waktunya..."


Lirik demi lirik Purnama sampaikan kepada Alice, membuat siapapun semakin tergugah rasa Iri terlebih Irma dan Gita.


"Gue udah gak kuat, sekarang udah waktunya buat gue hancurin mereka.!"


Seru Gita.


Irma melirik ke arah Gita dengan rasa was-was.


"Jangan-jangan kamu mau pakai senjata yang tadi kamu sebut-sebutkan itu ya?"


Tanya Irma mulai merasa takut.


"Iya emang kenapa?"


Tanya Gita mulai ketus.


"Jangan kak, nanti aku kebawa-bawa lagi.!"


Seru Irma.


"Maksud elu apaan kebawa-bawa?"


Tanya Gita.


"Ya jangan pakai senjata kalau pakai senjata nanti kenapa-kenapa sama Alice sama Kak Purnama terus kak Gita di tangkap polisi aku juga bakal ikutan di tangkap kak.!"


Seru Irma panik.


"Bego ya elu emang, maksud gue bukan senjata tajam.!"


Seru Gita.


"Terus senjata apa?"


Tanya Irma.


"Udah elu diam aja disini liatin.!"


Seru Gita.


Dahlan yang sedari tadi memperhatikan Irma dan Gita dengan sengaja menarik tangan Gita, Asti pun menarik tangan Irma membawa mereka keluar rumah Purnama.


"Elu apaan sih pegang-pegang gue?"


Tanya Gita.


"Heh kaga usah ke Gran elu ya, gue tahu apa yang mau elu lakuin sama Purnama dan Alice, elu gak ada kapok-kapoknya ya gangguin hubungan Orang, mana senjata yang elu sebut-sebutkan tadi?!"


Tanya Dahlan.


"Senjata apan sih orang ga ada senjata yang gue bawa ko.!"


Ucap Gita.


"Nih bang ternyata si Irma komplotannya si Gita tadi dia udah ngaku sendiri kalau dia yang bantu kasih informasi ke Gita...