
Alice,Irma dan Desi dalam perjalanan berangkat sekolah, dari arah berlawanan nampak Purnama menggunakan moge nya lengkap dengan helm menuju parkiran sekolah.
"Itu kak Purnama kan Lice?"
Tanya Desi.
"Emhsss mungkin heheh.!"
Jawab Alice
Sementara Irma tidak berkomentar.
Di area parkiran nampak Gita baru saja menuruni mobil nya dan langsung menghampiri Purnama.
"Hey, kemana aja lama gak kelihatan?"
Tanya Gita menyapa Purnama sembari tersenyum manis.
"Eh kamu Git, kemaren ada keperluan mendesak aja Git.!"
Jawab Purnama ramah.
"Emhsss sama Dahlan juga ya,gimsna kabar kamu?"
Tanya Gita Lagi.
"Alhamdulillah baik Git, kamu sendiri gimana?"
Balik tanya Purnama.
"Baik juga ko, beberapa hari gak ketemu makin tampan aja kamu Pur hahah!"
Rayu Gita.
"Hadeuh kamu masi aja gak berubah Git hahah!!"
Jawab Purnama seraya tertawa.
Gita dan Purnama tertawa bersama.
Alice bersama Irma dan Desi menatap Purnama yang tengah bercengkrama bersama Gita dengan Wajah yang sumringah.
Irma Tertawa terkejut sekaligus senang melihat kejadian di hadapannya.
"Astagfirullah, Ayo Lice ke kelas.!"
Ajak Desi, sementara Purnama masih terduduk di motornya dan belum menyadari keberadaan Alice.
Dari belakang Alice Dahlan dan Asti baru saja selesai memarkirkan motor.
"Eh itu Alice kan bang?"
Tanya Asti kepada Dahlan.
"Iya kayanya, ngapain dia di sana?"
Tanya Dahlan Balik.
"Gak tahu deh liatin apa, ayo ke kelas kita bang.!"
Ajak Asti.
Dahlan mrnggantungkan helm di setang motor nya, kemudian berjalan berdampingan dengan Asti.
Alice dan Desi serta Irma Pun pergi ke kelas.
Tak bisa di pungkiri ada rasa sakit yang Alice bawa seiring berlalu meninggalkan Purnama, menusuk ke dalam hati Alice, beberapa kali Alice melirik Purnama namun Purnama masih tak menyadarinya.
"Astagfirullah bang liat itu.!"
Seru Asti.
"Jangan-jangan Alice ngeliat itu bang!"
Seru Asti lagi sembari menunjuk ke arah Purnama yang masih asik ngobrol sama Gita
"Sial Purnama, ngapain juga dia ngobrol sama si Gita di parkiran, As elu kasih tahu Alice ga soal masa lalu Purnama sama si Gita?"
Tanya Dahlan
"Belom sih bang, tapi gak tahu kalau Purnama yang cerita langsung.!"
Jelas Asti.
"Cari gara-gara aja tuh anak, meskipun si Purnama gak cerita ke Alice tetep aja Alice bakal cemburu.!"
Ucap Dahlan.
"Sudahlah bang kita cari tahu dulu kebenarannya nanti di kelas.!"
Pungkas Asti sembari berjalan meninggalkan Dahlan di belakangnya.
Sementara Dahlan dan Asti menuju kelas, Purnama masih ngobrol dengan Gita, entah apa yang mereka bicarakan, sesekali mereka saling tertawa bersama-sama, Di lain tempat Irma sedang menggunakan kesempatan ini untuk mempropokasi Alice.
"Mereka ko akrab banget ya kaya orang pacaran Lice.!"
Ucap Irma sembari hatinya tertawa lepas.
"Gak usah terlalu di pikirin lah lice mungkin mereka cuman ngobrol biasa aja.!"
Seru Desi mencoba menenangkan.
"Mereka emang pernah punya massa lalu tapi dulu jaman Smp.!"
Jawab Alice
"Wah jangan - jangan cinta lama bersemi kembali tuh lice.!"
Tambah Irma memperkeruh suasana.
"Eh jangan gitu Ir, ini temen lagi ada masalah bukannya di tenangkan malah di perkeruh aja!"
Protes Desi.
"Ih aku kan cuman ngomong apa adanya, kemungkinan itu bisa saja kan terjadi!"
"Sudah jangan terlalu kamu pikirkan apalagi bersuudzon sama kak Purnama, menurut aku lebih baik nanti kamu bicara baik-baik sama kak Purnama untuk menghindari pertengkaran yang tak perlu.!"
Saran Desi kepada Alice.
"Maling mana ada yang ngaku Lice, kalau pada ngaku ya penjara penuh, pepatah tuh, intinya cowok kalau mau selingkuh pasti banyak ngeles dan alasannya.!"
Ucap Irma menghasut Alice.
"Astagfirullah, udah kamu gak usah banyak omong kenapa sih Ir.!"
Desi berdiri dari duduknya memarahi Irma.
"Ih ko elu yang sewot sih.!"
Sahut Irma.
"Aduh udah deh kalian ini apa-apaan sih pada ribut banget cuman gara-gara masalah orang, biarin aja kalaupun benar mereka saling jatuh cinta aku gak perduli.!"
Ucap Alice emosi sembari keluar dari kelas.
"Tuh kan, kamu sih Ir.!"
Ucap Desi menyalahkan Irma.
"Dih ko gue sih.!"
Seru Irma tak mau di salahkan..
"Hihhh dasar!"
Ucap Desi sembari keluar menyusul Alice.
sedangkan Irma tertawa cekikikan di bangku belajar nya.
"Ada aja kan cara nya, giliran lagi susah-susah mikirin cara buat misahin mereka eh Allah kasih aku jalan, hrheh.!"
Irma berkata-kata dalam hatinya sembari tertawa mesem-mesem.'
Alice berdiri di depan kelas yang kebetulan kelas nya berhadapan dengan kelas Purnama namun terhalang lapangan basket.
Desi menghampiri Alice yang tengah berdiri di tiang-tiang bangunan sekolah.
"Lice maafin aku ya.!"
Ucsp Desi
"Kok minta maaf sih Des, kamu gsk salah apa-apa ko.!"
Seru Alice sembari duduk di pinggirsn teras halaman kelas nya.
Desi Pun mengikuti Alice dan duduk di samping Alice.
"Iya Aku sama Irma malah debat bukannya bikin kamu tenang.!"
Ucap Desi.
"Aku gak papa ko Des, kamu jangan kawatir begitu, lagian apa yang dikatakan Irma juga gak sepenuhnya salah ko Des.!"
Ucap Alice sembari menatap ke kelas Purnama.
"Tapi Lice, meskipun mereka punya kisah massa lalu kan bukan berarti mereka mau balik kan lagi, siapa tahu mereka cuman...!"
Desi terhenti bicara karena melihat Purnama dan Gita berjalan menyusuri kolidor menuju kelas nya.
"Cuman apa Des?"
Tanya Alice mengagetkan Desi.
"Emhsss anu s
antar aku ke kamar kecil ya aku kebelet ini ayo...!"
Seru Desi menarik Alice berharap Alice tak sempat melihat Purnama dan Gita trngah berjalan bersebelahan.
"Iya deh iya, aku antar tapi tunggu sebentar ya, aku mau ngiket tali sepatu dulu lepas ini.!"
Ucap Alice.
Desi kelimpungan memikirkan cara untuk menghindarkan pandangan Alice supaya tidak bisa melihat Purnama dan Gita
"Ya ampun kak Pur liat kesini kenapa sih, duh kasian Alice kalau sampai liat mereka ngobrol akrab banget gitu.!"
Desi berkata dalam hatinya.
"Ayo dong Lice cepetan aku udah gak kuat ini!"
Ajak Desi memaksa.
"Iya sebentar ini loh sebelah lagi kan biar rapi.!"
Ucap Alice.
"Aduh nanti bisa-bisa aku buang air kecil di celana lagi buruan.!"
Seru Desi merasa semakin was-was ketika melihat Purnama sudah menuruni tangga menuju kelas nya.
"Nah udah ayo.!"
Ucap Alice sembari bangkit.
Desi berpindah Posisi ke hadapan Alice yang masih menghadap ke kelas Purnama.
"Apaan sih Des katanya mau ke kamar kecil tapi ko... "
Alice menghentikan ucapannya karena melihat Purnama menggenggam tangan Gita yang hampir terpleset, Gita dan Purnama beradu pandang membuat Alice menggeser Desi dari hadapannya.
Desi yang menyaksikan kejadian itu pun menutup mulut nya menggunakan kedua belah tangannya.
Alice meneteskan air mata menelan pil pahit ini tubuhnya terkulai lemas terduduk di lantai.
"Alice kamu kenapa lice...!"
Seru Desi menangis...