Alice

Alice
Bagian 162



Topan seketika keluar dari kamar kos Alice dan menunggu di kursi depan teras kosan Alice.


"Sejauh ini gue udah lakuin yang terbaik yang bisa gue lakuin, meskipun gue terus mencoba membuka hati untuk wanita lain tapi tetap saja rasanya sulit melepaskan hati dan pikiran yang masih saja terpaku dari Alice, semakin mencoba menjauhkan diri dari kehidupan Alice semakin gue pengen kembali, dasar bodoh elo Pur, gue disini berjuang demi bisa dapetin hati Alice sementara elo yang udah dapat malah ngilang gitu aja, sory kalau akhirnya gue manfaatin kesempatan ini buat lebih deket sama Alice, gue gak munafik gimanapun perasaan gue masih tetep sama gak bisa berubah apalagi setelah bertahun-tahun gue deket sama dia perasaan gue justru semakin berkembang...!"


Dahlan berkata-kata dalam hatinya sendiri.


"Hayo loh ngelamun, ayo aku udah siap!"


Ucap Alice membuyarkan lamunan Topan.


Melihat Topan yang agak terperanjat Alice langsung kaget dan meminta maaf.


"Ya ampun kakak, kakak gak papa?, maaf ya gak bermaksud tadi.!"


Ucap Alice merasa tidak enak hati.


"Astagfirullah kamu bener-bener ya, kalau gak sayang aja udah aku cubit hidung nya!"


Seru Topan sembari mencubit Hidung Alice beneran.


Alice tertegun mendengar ucapan Topan dan menatap wajah Topan yang tanpa enggan mencubit hidung nya.


Melihat Alice yang tak merespon ucapannya Topan menyadari apa yang baru saja keluar dari mulutnya.


"Ya ampun, gak usah di dengerin ya, ayo kita pergi!"


Ucap Topan sembari menarik tangan Alice menuju mobil.


"Eeehhhhh kak tunggu dulu.!"


Seru Alice


Topan berhenti namun tak berani menoleh ke Alice.


"Kenapa?"


Tanya Topan masih enggan menatap Alice.


"Pintu belum di tutup ih. belum di kunci juga!"


Seru Alice.


Topan menarik napas lega kemudian melepaskan tangan Alice.


"Ya udah sana kunci dulu kakak tunggu di mobil ya!"


Seru Topan sembari menoleh ke arah Alice dan melepaskan tangan Alice.


"Hampir saja, aku pikir dia mau ngebahas omongan gue tadi, emang dasar ni mulut ko kagak bisa jaga omongan ya!"


Gerutu Topan sembari berjalan meninggalkan Alice dan menunggu di dalam mobil.


Usai mengunci Pintu Alice menuju kedalam mobil.


"Astagfirullah, menjaga hati Alice menjaga hati!"


Ucap Alice kepada dirinya sendiri,sembari masuk kedalam mobil.


"Ayo kak jalan!"


Ajak Alice tanpa ingin bertanya tentang ucapan Topan tadi, bagaimanapun mereka berdua sama-sama tahu, Alice tahu Topan masih menginginkannya sementara Topan juga mengetahui Alice masih tetap menjaga hati nya untuk Purnama.


"Udah di kunci pintunya?"


Tanya Topan kepada Alice


"Sudah kak.!"


Jawab Alice


"Yakin?"


Tanya Topan lagi.


"In shaa Allah yakin kak!"


Jawab Alice lagi.


"Gak ada yang ketinggalan?"


Tanya Topan Lagi.


"Semua aman terkendali kapten, heheh!"


Jawab Alice bercanda.


"Sekarang pakai sabuk pengaman kamu!"


Ucap Topan mengingatkan.


"siap laksanakan kapten hihihih!"


Jawab Alice cekikikan.


Tingkah laku Alice terang saja membuat Topan semakin merasa greget, semakin lama mereka semakin dekat dan semakin akrab.


"Siap sudah di laksanakan kapten, heheh!"


Ucap Alice lagi membuat Topan segera mengalihkan pandangannya dari Alice.


"Sekarang kita liat-liat dulu tempat buat kamu kerja ya sekalian kakak kenalin sama temen kakak yang bakal jadi patner kamu kerja nantinya.!"


Seru Topan


"Siap kapten!"


Jawab Alice.


Topan tersenyum mendengar jawaban Alice sembari menatap wajah Alice yang tengah tersenyum kearah nya.


Topan pun menyalakan mesin mobil dan mengemudikan mobil, untuk membuat suasana mencair Topan selalu memutarkan musik sepanjang perjalanan, Topan tahu betul Alice tidak senang jika di dalam mobil terdengar sepi tanpa musik, Topan juga sudah tahu betul bahwa Alice masih tetap tidak senang menggunakan Ac bawaan mobil.


Tanya Topan.


"Gak usah kak, nanti aja kalau udah sampai di lokasi tempat aku bakalan kerja kita beli minum sekalian ngobrol sama temen kakak!"


Jawab Alice.


"Emang paling pengertian heheheh!"


Ucap Topan kepada Alice.


"Owhs iya dong siapa dulu heheheh!"


Ucap Alice.


"Iya deh iya tahu kamu ko, cuman kamu emang.!"


Seru Topan membuat Alice tersenyum.


"Melihat elo tersenyum di samping gue aja, udah bahagia banget apalagi kalau kita sampai bersanding di pelaminan, bersyukur banget pastinya gue.!"


Ucap Topan dalam hatinya sembari menatap Alice yang sedang mengikuti lirik lagu yang di putar Topan sembari sesekali melirik Topan dan Tersenyum.


Setelah beberapa saat kemudian Topan memberi tahu Alice bahwa di depan sana adalah tempat yang nantinya akan jadi tempat kerja Alice.


Alice mulai tidak sabar dan segera melihat-lihat sekelilingnya, sesampainya di parkiran Topan mengajak Alice Turun.


"Ayo Turun!"


Ucap Topan.


Alice mengangguk kemudian Turun dari mobil dan menghampiri Topan.


Dari dalam kantor terlihat tiga orang laki-laki yang nampak sebaya dengan Topan keluar menggunakan Seragam yang sama kemudian menghampiri Topan dan tersenyum.


"Eh udah nyampe aja loe.!"


Seru seorang laki-laki yang berkulit Putih dan berpostur tinggi.


"Iya nih baru aja gue nyampe.!"


Jawab Topan.


"Ayo ikut gue ke kantin, biar lebih enjoy ngobrolnya.!"


Ucap Laki-laki berkulit putih tersebut.


"Boleh, Ayo Lice!"


Ajak Topan kepada Alice dan Alice pun dengan malu-malu mengangguk kemudian mengikuti Topan.


Sesampainya di kantin mereka berlima duduk di satu meja dan saling berkenalan setelah memesan minum.


"O iya kenalin Ini Alice yang mau kerja disini, tapi sekarang belum bawa lamaran paling besok lah gue anterin kesini ya!"


Ucap Topan kepada laki-laki yang berkulit Putih.


"Nah Alice kenalin ini teman-teman kakak semua yang nantinya bakal jadi teman kerja kamu juga, ayo kenalan.!".


Seru Topan Lagi.


"Haloo saya Beni.!"


Ucap Laki-laki yang berkulit Putih dan Tinggi itu.


selesai bersalaman dengan Beni, Alice bersalaman lagi dengan seorang laki-laki yang lebih pendek di banding beni dan berkulit hitam manis.


"Saya Wendi.!"


Jawab Laki-laki berkulit hitam manis tersebut.


Kemudian yang terakhir laki-laki berkulit putih dan berpostur sama dengan Topan namun nampak lebih berwibawa dibanding yang lain karena sejak tadi tidak pernah mengeluarkan kata-kata.


"Saya Alice.!".


Ucap Alice memperkenalkan diri lebih dulu sembari menyodorkan tangan nya.


"Saya Andri, senang berkenalan dengan anda.!"


Jawab Laki-laki terakhir.


Alice mengangguk kemudian duduk kembali di samping Topan.


"Lamarannya jangan lama-lama ya nanti khawatirnya keburu disi sama orang lain!"


Seru Beni kepada Topan.


"Iya tenang aja, besok pagi-pagi banget gue kesini kalau perlu gue samperin ke rumah elo lah subuh-subuh hahahha!"


Ucap Topan kepada Beni.


Di tengah percakapan hangat antara Topan dan teman-teman nya handphone Alice tiba-tiba berdering.


Alice mengeluarkan handphone nya.


"Siapa?"


Tanya Topan kepada Alice


"Kak Asti!"


Jawab Alice.


"Ya udah angkat dulu aja.!".


Ucap Topan, Alice pun mengangguk.


"Saya permisi sebentar ya maaf mau angkat telepon dulu!"


Ucap Alice kepada Teman-teman Topan, kemudian pergi agak menjauh dari meja yang di tempati Topan dan teman-temannya.