
Tiga hari berlalu setelah keguguran Alice, dia tidak keluar sama sekali dari kamar, para member sangat membantunya.
Mereka menyediakan makanan untuk Alice, dia tidak perlu keluar walaupun kondisi Alice sudah lebih membaik tetapi mereka tidak memaksa Alice untuk makan bersama karna Alice mungkin butuh waktu mengubah sikapnya untuk membiasakan diri makan bersama dengan mereka. pikir BTS.
Ting Tong suara bel pintu depan berbunyi tiga kali tanpa ada yang membukanya, Alice berinisiatif melangkah keluar untuk membuka nya dengan langkah gontai kepintu depan dengan rambut yang acak acakan dan baju tidur yang sudah kusut.
"Angel biar aku yang membukakannya" Ucap Jimin yang ntah dari mana datangnya
"Tidak biar aku saja" kata Alice langsung pergi kearah pintu.
Alice mempercepat langkahnya dan membuka kan pintu.
Tampaklah dari seberang sana seseorang yang sangat dikenal oleh Alice, dia adalah pria bernama Arthfael, ya benar Aldeymar-nya Alice.
Sontak kedua mata Alice membulat sempurna tidak percaya atas kehadiran pria yang kini berdiri tegak dihadapannya sedang tersenyum manis kearahnya dengan ekspresi yang terkejut dan nada yang was-was Alice berbicara pelan padanya.
"Kenapa kau kesini?" Tanya Alice "Kau akan membuat mereka curiga terhadapku ... pergilah!!!" usir Alice
"Aku merindukanmu Alice " katanya sembari mengangkat tangannya hendak mengelus kepala Alice
"Pergilah sebelum ada yang melihat " Alice menepis tangan Arthfael
"Biarkan aku masuk sebentar saja " kata Arthfael
"Siapa itu Angel? " teriak J-Hope yang sedang menyiram tanaman disekitar halaman rumah
"Kenapa tidak ajak masuk kedalam" kata J-Hope saat melihat mereka berdua sepertinya memang akrab
"Ahhh iya" Alice melihat sekilas pada J-Hope
"Ayo ikut " kata Alice mengajak Arthfael dengan ragu-ragu
Alice dan Arthfael masuk kedalam rumah sambil memperkenalkan Arthfael pada mereka yang sedang duduk santai di ruang tamu.
"Ahhh dia temanku.. Arthfael" menunjuk Arthfael yang ada disampingnya
"Perkenalkan nama saya Arthfael panggil saja Fael " kata Arthfael memperkenalkan diri dalam bahasa Korea.
"Kau juga pandai berbahasa Korea? " Tanya Jimin yang duduk di sopa sambil menonton
"Iya aku belajar bersama dengan Alice" kata Arthfael
"Alice ???" Tanya Jin mendengar nama Alice sembari membawa cemilan dan meletakkannya dimeja.
Arthfael lupa kalau saat ini Alice sedang menyamar dan langsung berkata
"Itu nama kecil Angel"
Alice juga terkejut atas kecerobohan Arthfael tapi dia pandai menyembunyikannya
"Apa benar Angel ???"Jin memastikan
"Iya seperti Namjoon dipanggil RM aku pun punya" terang Alice berbohong sembari mengajak duduk Arthfael.
"Lalu kenapa kau tidak ingin kami panggil Alice" Tanya Jimin
"Iya sepertinya nama itu bagus " kata Rm sambil mengambil cemilan dimeja
"Aku tidak suka" kata Alice mengelak
"Ohhhh baiklah" kata mereka sambil
mengambil cemilan dari meja
"Yang lain dimana?" Tanya Jin pada suga yang masih sibuk dengan bukunya
"Aku tidak tau" sahutnya tanpa melihat kearah mereka
"Jimin panggil kan mereka kita kedatangan tamu" kata RM menyuruh Jimin dan Jimin langsung pergi.
"Apa kau sudah makan Alice?" Tanya Arthfael pada Alice
Alice hanya menggelengkan kepalanya
"Tentu ambillah " kata Rm
"Ayo aku tunjukan " ajak Jin
Mereka berdua berlalu kedapur mengambilkan makanan untuk Alice.
Selang beberapa menit kemudian Jin datang dengan Arthfael yang membawa nampan berisi makanan dan segelas air putih dan segelas susu coklat disana.
Para member lainnya pun sudah duduk berkumpul diruangan tamu itu.
Arthfael langsung meletakkan nampan diantara paha Alice yang sedang duduk malas disopa dan meletakkan satu persatu gelas diatas meja dengan telaten.
Para member BTS hanya menatap dan memperhatikan tingkah Arthfael yang telaten mengurus Alice.
Setelah semua beres Alice langsung membenarkan posisi duduknya dan mulai memakan makanan itu dengan perlahan tanpa lupa mengucapkan kata Aldemar
"Aldemar ??? Apa arti Aldemar? " Tanya Jimin penasaran
"Kau tau Alice sangat susah berterima kasih dia selalu mengatakan Aldemar sebagai kata ganti dari terima kasih padaku" jelas Arthfael
"Wahhhh dia memang gadis yang sangat aneh" ejek Jungkook sambil tertawa
"Iya dia memang sangat aneh" sambut Arthfael dengan tertawa dan mengelus rambut Alice
Melihat keberanian Arthfael menyentuh kepala Alice " Kalian sepertinya sangat dekat " Tanya v
"Iya kami sangat dekat, karnanya aku mampir sebentar untuk melihat-nya, aku sangat merindukan-nya" kata Arthfael melihat kearah Alice sambil tersenyum
"Cepatlah aku akan menyisir rambutmu" kata Arthfael kemudian disambut anggukan oleh Alice
"Apa ? ..wahhhhhh… Aigo …. dia sangat menurut padamu" kata J-Hope sambil tertawa melihat wanita dingin yang ada didepannya itu, sementara Alice tidak merespon sama sekali
"Jsdi selama ini hanya kau yang berani menyentuhnya ya " kata Suga tiba-tiba
"Apa mungkin kau adalah ayah dari bayi yang kemarin Angel kandung? " Tanya Jungkook spontan tanpa basa-basi.
Seketika Alice berhenti mengunyah makanannya dan menatap tajam pada jungkook.
"Jungkook" mereka serentak melihat kearah Jungkook karna merasa itu pertanyaan yang sudah melampaui batas
"Maaf" kata Jungkook dengan suara menyesalnya melihat Alice
"Bayi???" Tanya Arthfael
'Dari mana mereka tahu soal ini' batin Arthfael kemudian melihat kearah Alice yang melanjutkan makan-nya
"Iya kemarin dia keguguran" kata Jin lembut menunggu jawaban Arthfael
"I-itu" Arthfael menjadi gugup
"Betulkan?" tambah Jungkook lagi
Mendengar hal itu Alice langsung menyayat piring kaca didepannya dengan pisau yang ada ditangannya dan menimbulkan suara berdencing ngilu membuat siapa saja mendengarnya akan segara memegang telinganya.
Segera Arthfael menyingkirkan piring didepan Alice dan memindahkan nampan itu dari paha Alice.
"Jangan melampaui batasmu" Ucap Alice pada Jungkook dan melempar keras pisau yang dipegangnya kedepan jungkook Dan pergi meninggalkan mereka, Arthfael mengikuti Alice dibelakangnya.
"Jungkook ahh ini salahmu" Ucap mereka setelah kepergian Alice dan Arthfael
"Maaf tapi tadi aku penasaran" tambahnya
"Minta maaf lah padanya nanti" kata V
"Iya" katanya lesu
Sementara didalam kamar Arthfael dan Alice sedang diam membisu.
Arthfael sangat mencintai Alice,
Alice sekuat tenaga berusaha menutupi rasanya untuk mencegah perasaan itu agar tidak keluar batas apalagi dia adalah wakil pimpinan dari Mafia dan sedang berada dalam tugas, cinta hanya akan membuat diri seseorang lemah, dan dalam dunia kejam ini, orang yang dicintai akan menjadi kelemahan terbesar bagi-nya.