Alice

Alice
Bagian 180



Alice yang melihat ekspresi wajah Akila yang langsung berubah langsung bingung dan merasa tak enak hati.



"Kak!, kakak kenapa, ko malah bengong sih?"


Tanya Alice kepada Akila.


Akila mencoba menenangkan diri dan hati nya setelah melihat kesekeliling nya bahwa disana ada Andry, Beny dan Wendy, Akila tahu betul sedekat apa Topan dengan Beny dan Wendy, jika dia ngamuk disana kepada Alice pasti hal tersebut akan sampai kepada Topan.


"Enggak ko gak papa!"


Ucap Akila mencoba tenang, Akila tak melanjutkan makannya dia hanya minum saja.


Andri yang mendengar Cerita Alice pun merasa kaget dan kesal, karena rupanya Andri telah memiliki ketertarikan dalam hatinya kepada Alice.


"Lantas apa jawaban kamu?"


Tanya Akila kepada Alice.


"Aku gak bisa jawab apa-apa kak, dan Topan kasih aku waktu selama tiga hari, dan selama tiga hari itu aku juga mengajukan syarat bahwa kami tidak boleh bertemu sampai waktu itu tiba!"


Jawab Alice jujur.


Mendengar jawaban Alice, Akila merasa kesempatannya semakin menyempit, namun tetap tak ingin menyerah.


"Jadi jawaban apa yang akan kamu bawa?"


Tanya Akila kepada Alice.


"Aku tidak tahu kak, kakak lihat ini disisi lain sudah ada laki-laki yang lebih dulu melingkarkan cincin ini di jari manisku, namun bertahun-tahun aku menunggunya, jangankan menemuiku kabarpun tak pernah aku dapatkan dari dia, dan keluarganya meminta aku melupakan dia kak!"


Seru Alice bercerita dengan nada sedih nya.


"Apa Topan tahu?"


Tanya Akila


"Tahu kak, bahkan dia sangat tahu, namun dia tetap mau menerima konsekuensi bahwa perasaanku tidak mungkin seutuhnya mencintai dia, dan kak Topn juga sadar dia gak mungkin bisa menggantikan posisi laki-laki itu dalam hati aku!"


Ucap Alice.


"Tapi tetap dia mau kamu jadi istrinya?"


Tanya Akila lagi.


Alice mengangguk sembari meminum air dari gelasnya menggunakan pipet.


"Menurut kakak aku harus bagaimana?"


Tanya Alice kepada Akila yang semakin merasa putus asa.


"Terima saja dia, dia tulus mencintai kamu!"


Ucap Akila. Membuat Andri kaget mendengar ucapan Akila.


"Aku sadar sejak saat ini tidak akan ada lagi celah dalam hatimu untukku kan Topan, aku akan belajar mengikhlaskan, aku merasa tak kuasa menceritakan masa lalu kita kepada Alice, setelah semua penantian kalian berdua, mungkin ini tidak adil bagiku dan laki-laki yang di nantikan Alice tapi apa yang bisa aku dan laki-laki itu (Purnama) lakukan sekarang!"


Ucap Akila dalam hatinya sembari menahan air matanya keluar.


Mendengar saran dari Akila, Alice termenung dalam.


"Aku benar-benar tidak tahu mesti seperti apa kak!"


Seru Alice kepada Akila.


"Mau bagaimana lagi, untuk apa kamu menunggu hal yang tak pasti kan!"


Jawab Akila kepada Alice.


Andri yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Akila dan Alice, merasa tidak setuju dengan saran Akila, Akila melukai perasaannya sendiri untuk melepaskan orang yang paling dicintainya yaitu Topan, sementara Alice, Andri merasa tak senang jika Alice bersama Topan karena sudah jelas-jelas Topan bukan yang terbaik untuk Alice.



Cerita Alice kepada Akila tadi siang tak pula menemukan titik temu atau solusi lain, akhirnya Alice memutuskan untuk menghubungi Dahlan dan Asti, meskipun ada rasa tak enak hati karena teleponnya mungkin saja akan mengganggu bulan madu mereka,tapi Alice tak tahu harus kesiapa lagi bercerita sebelum kepada orang tuanya.



Malam ini Alice menghubungi Asti.


"Hallo Alice apa kabar?"


sapa Asti senang kepada Alice.


"Alhamdulillah baik kak, gimana kak Asti sama kak Dahlan pada sehat?"


Tanya Alice kepada Asti.


"Alhamdulillah kami berdua baik-baik aja, tumbenan malam-malam kayak gini kamu nelepon, ada 'apa lice?"


Tanya Asti


"Aku bingung kak!"


"Loh ko nangis ada apa, coba buka camera depan biar aku bisa lihat kamu!"


Seru Asti kepada Alice, Alicepun mengikuti permintaan Asti.


"Ada apa ko sedih gitu?"


Tanya Asti kepada Alice


"Kak kemarin malam Topan melamar aku, aku diberi waktu tiga hari untuk menjawabnya kak.!"


Jelas Alice kepada Asti.


"Akhirnya saat ini datang juga, aku sudah sejak lama memikirkan hal ini sejujurnya, karena bagaimanapun kamu akan tetap merasakan kesulitan jika pertanyaan ini menghampiri kamu!"


Seru Asti


"Apa yang harus aku lakukan kak sekarang?, aku benar-benar bingung, apa aku bisa mencintai kak Topan sepenuh hati dan mampu melupakan kak Purnama, jika aku menikah dengan kak Topan?"


Alice bertanya dengan tangisnya


"Aku tidak bisa memberikan kamu jawaban apapun, minta petunjuk kepada Allah dan mintalah saran kepada orang tua kamu, pikirkan dulu secara matang-matang!"


Asti mencoba memberi saran kepada Alice.


"Hiks...hiks...hiks... iya kak baiklah, aku akan coba bicara dengan keluargaku saat waktunya telah tiba!"


Ucap Alice kepada Asti.


"Jangan terlalu membebankan hal ini kepada diri sendiri,aku akan coba ceritakan masalah ini kepada Bang Dahlan siapa tahu,Bang Dahlan bisa ngasih saran, pergilah istirahat ini sudah malam!"


Asti menenangkan Alice.


"Baiklah kak, terimakasih maaf selalu merepotkan kalian, selamat malam Assalamualaikum!"


Alice berpamitan kepada Asti sembari menutup teleponnya.


Asti menyimpan handphonenya di dekat tempat tidur kemudian duduk di tempat tidur.


tak lama kemudian Dahlan keluar dari kamar mandi baru selesai mandi.


"Siapa yang nelpon sayang?"


Dahlan bertanya kepada Istrinya.


"Alice bang!"


Jawab Asti simple


"Emhsss gimana kabar dia sekarang?"


Tanya Dahlan sembari menyisir rambutnya di depan cermin rias Asti.


"Dia dilamar Topan kak!"


Jawab Astu, jawaban Asti membuat Topan berpaling saat itu juga kepada Asti.


"Kamu serius yang?"


Tanya Dahlan tak percaya.


"Sungguh bang, tadi Alice nangis minta saran sama aku, tapi aku gak tahu harus ngasih saran apa sama dia, kamu tahu sendiri bang kalau kejadian ini sebenarnya hal yang paling membingungkan bagi kita juga.!"


Asti menjelaskan kepada suaminya.


"Kamu benar sayang, tapi semua keputusan itu ada pada diri Alice, kita hanya bisa menyarankan Alice mengikuti kebahagiaannya!"


Jelas Dahlan.


"Bang... sudah jelas kebahagiaan Alice itu Purnama, sementara keluarga Purnama saja sudah tidak tahu di mana anaknya dan malah sudah terang-terangan mengatakan kepada Alice bahwa Purnama sudah bahagia bersama orang lain!"


Jelas Asti kepada suaminya


"Sayang,,, suruh Alice tanyakan kepada hatinya yang paling dalam tentang Purnama, biasanya ketika satu sama lain masih saling sangat mencintai sejauh apapun mereka berpisah dan dengan siapapun mereka saat ini, dalam hati kecil mereka masih tetap ingin menunggu kedatangan orang yang paling dicintainya.!"


Seru Dahlan kepada Istrinya.


"Kenapa kamu begitu yakin bang?"


Tanya Asti.


"Ini hanya masalah waktu, aku masih yakin bahwa Purnama akan kembali!"


Jawab Dahlan.


"Kalau kamu begitu yakin, lantas kenapa kemarin kamu begitu sangat yakin meminta Alice dan Topan menyusul kita ke pelaminan?!"


Tanya Asti tak mengerti maksud suaminya...


"Semua hanya masalah waktu sayang...!"


Jawab Dahlan penuh teka-teki