
Andri berlari menyusul Alice, menoleh ke arah kanan dan kiri jalan berharap dapat melihat kemana perginya Alice, Andri melihat Alice tengah menangis berjalan menyusuri jalan, Andri menyusul untuk menghampiri Alice.
"Alice!"
Panggil Andri, namun Alice tak berhenti ataupun sekedar menoleh, Andri menarik tangan Alice, kemudian menatap Alice yang tengah berlinangan air mata.
"Alice!, maaf tapi jangan pergi dalam kondisi seperti ini, bisa bahaya!"
Ucap Andri kepada Alice,Alice jongkok sembari menangis sejadi-jadinya, tak sanggup lagi Alice menahannya.
Andri ikut jongkok di samping Alice kemudian duduk di trotoar jalan, Andri menarik napas dalam.
"Menangislah jangan ditahan!"
Seru Andri kepada Alice, Alice semakin menjadi menangis di pinggir jalan membuat yang lalu lalang menoleh ke arahnya.
"Apa salah ku hingga ujian cintaku selalu berakhir menyakitkan!"
seru Alice yang masih menangis.
"Ayo Pulang, biar aku yang antar!"
Ajak Andri kepada Alice, Andri menghentikan sebuah taxi yang lewat kemudian mengajak Alice masuk untuk mengantarnya pulang, selama di perjalanan pulang Alice masih belum sanggup menstabilkan emosinya, air matanya masih berjatuhan membasahi pipi, tak ada percakapan selama di perjalanan yang ada hanya isak tangis yang memilukan dari bibir Alice.
Setelah beberapa saat, Andri menghentikan Taxi tepat di depan pintu gerbang kosan Alice.
"Kiri di depan pak!"
Ucap Andri, Taxi pun berhenti.
"Kita sudah sampai, mau aku antar sampai dalam?"
Tanya Andri, namun Alice menjawabnya dengan menggelengkan kepala.
Andri mengerti kemudian turun dari Taxi dan membukakan pintu untuk Alice.
"Masuk lah ke dalam kemudian istirahat, saya ijinkan kamu untuk libur beberapa hari kedepan sampai suasana hati dan pikiran kamu kembali stabil!"
Seru Andri kepada Alice.
"Makasih pak!"
Ucap Alice sembari menghapus air matanya, kemudian pergi memasuki gerbang kosan dan meninggalkan Andri yang masih memegangi pintu taxi, sembari menatap kepergian Alice.
Selepas perginya Andri dari mengantar Alice, handphone Alice berbunyi berkali-kali, panggilan itu dari Topan, namun Alice tak ingin di ganggu siapapun malam ini, hanya ingin meluapkan kesesihan serta kekecewaannya saja.
"Ketika aku berusaha mulai menerima semuanya, meski sulit dan pahit tapi tetap aku coba untuk berdamai dengan keadaan, tapi apa semua ini semakin aku mencoba berdamai dengan keadaan, seolah-olah kenyataan tengah menertawakanku, kenapa akhir dari kisah ku selalu saja menyakitkan, hiks...hiks...hiks...!"
Alice bicara sendiri kepada dirinya sembari menikmati kedukaannya berselimutkan malam yang sepi dan dingin.
Keesokan paginya Alice melihat layar handphone beberapa orang menghubunginya, berpuluh-puluh panggilan telepon tak terjawab yang sengaja Alice abaikan.
"Ternyata sekarang aku merasa lebih baik, tapi bagaimanapun aku tak ingin bergantung kepada orang lain, aku harus keluar dari pekerjaanku yang sekarang dan mencari pekerjaan sendiri.!"
Gerutu Alice kepada dirinya sendiri kemudian mengambil buku tulis dan menulis surat pengunduran diri, diam-diam Alice mengantarnya sendiri ke kantor pos, sepulang dari kantor pos Alice mencari kontrakan baru untuk nya tinggal memulai hari baru dan kembali mencoba melupakan kenangan pahit.
Alice sengaja mengganti no handphonenya dan sengaja membuang kartu lamanya demi menghindari Topan, hari demi hari Alice lalui dengan mencari pekerjaan kesana kemari, kini Alice seorang diri tak memiliki teman untuk di ajak cerita lagi. Alice menghentikan langkahnya yang mulai melemah di sebuah deretan kontrakan yang bertuliskan (Masih ada kamar kosong), Alice menghubungi no yang tertera di bawah tulisan tersebut untuk bertanya beberapa hal.
"Halo...!"
Ucap Alice.
"Iya halo, maaf dengan siapa?"
Tanya pemilik kosan.
"Saya Alice saya sekarang sedang di depan kosan Anda bu, saya perlu kamar!"
Ucap Alice kepada pemilik kosan.
"Oh begitu, kalau begitu tunggu sebentar saya segera kesana!"
Ucap pemilik kosan, sembari menutup telepon dari Alice, Alice pun duduk di bangku yang terbuat dari kayu menunggu kedatangan pemilik kosan.
Tak sampai tiga puluh menit seorang ibu-ibu, kira-kira berusia sekitar 50 tahun memarkirkan motornya tepat di hadapan Alice.
Tanya Ibu-ibu tersebut, Alice kemudian berdiri dari duduknya.
"Iya benar bu, saya!"
Jawab Alice
"Ayo ikut saya ke atas, kebetulan kamar kosongnya ada di atas, neng mahasiswa?"
Tanya Ibu kos sembari berjalan menuju kamar yang akan di koskan kepada Alice.
"Enggak bu saya baru lulus sekolah, dan sedang mencari pekerjaan!"
Jawab Alice.
"Oh begitu, nah ini kamarnya!"
Ucap pemilik kosan tersebut sembari membuka kunci pintu kamar kosan.
Alice ikut masuk ke dalam kosan, tanpa berpikir panjang merasa nyaman di sana, sekarang masalahnya ada di harga, Alice kemudian mencoba bertanya harga perbulannya berapa.
"Bu ini berapa sebulan?"
Tanya Alice.
"Murah ko cuman tiga ratus ribu aja!"
Jawab pemilik kos.
"Tapi saya tidak mau nunggak, biasanya kalau sudah nunggak susah di temui pasti saya usir paksa!"
Ucap pemilik kosan menerangkan, dengan nada mengancam.
"Baiklah bu, ini saya bayar di muka selama dua bulan kedepan!"
Ucap Alice sembari mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.
"Makasih ya, nanti saya kasih kamu kasur sama kompor dan gas nya, nanti akan ada yang antar kesini sekaligus bantu pasangkan!"
Ucap Pemilik kos.
"Iya bu ,saya juga mau ngambil barang-barang saya dulu dari kosan lama.!"
Ucap Alice.
"Ya sudah saya permisi dulu, Assalamualaikum!"
"Selamat datang hidup baru, semoga kehidupanku lebih baik setelah disini dan memulai segala sesuatu yang baru Aamiin!"
Alice mendoakan hidupnya sendiri kemudian mengambil sapu dan pel lantai untuk membersihkan dulu kamar nya yang baru.
Sementara Hari itu Andri sengaja mendatangi kosan Alice yang lama untuk mengantar beberapa makanan, saat sampai di kosan Alice, Topan sudah duduk di depan kosan Alice yang lama.
Andri terkejut ketika melihat Topan tengah berada di kosan Alice.
"Mau ngapain elo disini?"
Tanya Andri kepada Topan.
"Gue yang mestinya tanya sama elo, ngapain elo kesini?, mau nyamperin tunangan orang?, oh gue tahu sebenarnya tujuan elo mengacaukan acara lamaran gue sama Alice semalam, itu semua karena emang elo suka kan sama Alice?!"
Seru Topan kepada Andri.
"Gila loe ya, yang jelas apa yang gue sampaikan semalam itu emang faktanya kan, kedatangan gue kesini karena gue bos nya Alice, wajar gue nengokin karyawan gue yang lagi gak sehat hatinya!"
Ucap Andri membela diri
"Halah elo emang pengecut, beraninya elo nusuk gue dari belakang, gue bisa ngeluarin elo dari perusahaan itu hari ini juga!"
Ancam Topan kepada Andri.
"Lakuin aja, justru hal itu akan membuat Alice semakin membuka mata dan melihat lebih jelas siapa elo!"
Balas Andri membuat Topan sedikit tertegun dan memikirkan ucapan Andri...