Alice

Alice
Bagian 184



Karena kesibukannya Andri belum membuka surat yang di antar OB tadi ke ruangannya, sampai Akhirnya Andri tanpa sengaja menutup surat tersebut dengan tumpukan berkas. Sampai tiba waktu pulang tanpa sengaja Andri menyenggol tumpukan berkas yang sudah di tata rapi tadi.


"Ya ampun malah kesenggol, berantakan lagi deh hadeuh.!"


Seru Andri sembari menyimpan kembali tas jinjingnya di atas meja, saat menyimpan tas Andri melihat ada surat yang tadi di antarkan oleh OB.


"Sampai gak inget kalau tadi ada yang nganterin surat.!"


Ucap Andri kepada dirinya sendiri, kemudian mengambil surat tersebut membolak balik amplop surat berharap bisa mengetahui siapa pengirim surat tersebut, Andri terkejut saat melihat pengirim surat tersebut adalah Alice.


"Alice!"


Ucap Andri terkejut kemudian buru-buru membukanya.


Andri membaca suratnya perlahan, betapa terkejutnya Andri saat membaca surat tersebut yang isinya tentang pengunduran diri Alice, Tanpa berpikir panjang Andri membuang surat tersebut dan berlari ke luar kantor menuju Parkiran, Akila yang melihat hal tersebut kaget namun tak sempat bertanya, Andri mengemudikan mobilnya mengikuti kata hatinya untuk segera sampai ke tempat tujuannya. Hati Andri merasa gelisah dengan keputusan Alice, bagi Andri ini adalah awal dari dia kehilangan cinta nya lagi.


"Apa-apaan anak ini, ceroboh sekali dia dalam mengambil keputusan!"


Ucap Andri berbicara sendiri sembari mengemudikan mobilnya.


Andri memarkirkan mobilnya sembarang, kemudian bergegas menuju kosan Alice.


"Assalamualaikum Alice!, Alice ini aku Andri!"


Ucap Andri setengah berteriak, namun dari dalam tak ada respon, tetangga sebelah kamar Alice keluar karena mendengar Andri mengetuk-ngetuk pintu dan jendela kamar kos Alice.


"Permisi pak, mau ke Alice?"


Tanya tetangga kosan tersebut.


"Iya mbak, kira-kira Alice nya ada gak?"


Tanya Andri balik.


"Alice udah pindah ko kemarin!"


Jawab tetangga kosan Alice.


"Pindah?, pindah kemana mbak?"


Tanya Andri lagi.


"Saya kurang tahu pak, tapi kemarin di bantu sama Ibu kosan ko beres-beresnya, coba aja tanya ke ibu siapa tahu ibu tahu!"


Ucap Tetangga kosan memberi saran.


"Apa sebelum saya sudah ada yang datang mbak kesini mencari Alice juga?"


Tanya Andri penasaran, karena sesaat terlintas dalam benaknya tentang Topan.


"Oh mas Topan?, tadi pagi dia kesini sama nyari Alice juga ko.!"


Jawab tetanggan.


"Berarti Topan tidak tahu juga tentang kepindahan Alice, sebaiknya aku segera mencari keberadaan Alice.!"


Ucap Andri kepada dirinya sendiri.


"Maaf kenapa pak?"


Tanya tetangga


"Oh enggak papa mbak, makasih informasinya, saya mau coba tanyakan ke ibu dulu. Permisi mbak!"


Ucap Andri sembari pergi menuju rumah pemilik kosan.


Tok...!


Tok...!


Tok...!


"Assalamualaikum bu,!, bu!, Assalamualaikum!"


Seru Andri sembari mengetuk Pintu rumah ibu kos.


"Wa allaikumus sallam!"


Jawab ibu kos dari dalam rumah sembari membukakan kunci pintu.


"Ada apa?"


Tanya ibu kos, yang sudah mengetahui tujuan kedatangan Andri menemuinya.


"Bu, saya mau tanya Alice pindahnya kemana?"


Tanya Andri tanpa berbasa-basi.


Jawab Ibu kos berbohong.


"Lantas apa ibu juga tahu no telepon Alice ?"


Tanya Andri lagi.


"Tahu kalau yang lama, tapi kalau yang baru ibu tidak tahu!"


Jawab Ibu kos lagi.


Andri menunduk lesu.


"Maaf nak bukannya ibu tidak kasihan kepada kamu, tapi ibu lebih kasihan kepada Alice.!"


Seru Ibu kos dalam hatinya.


"Yang sabar nak, sebaiknya kamu pulang dan beristirahat!"


Pesan ibu kosan kepada Andri.


Andri hanya mengangguk kemudian pergi tanpa berpamitan.


Hatinya di penuhi dengan kekesalan, dan penyesalan.


Andri menangis di dalam mobilnya terisak-isak, merasakan kepiluan.


"Sesak sekali rasanya, mengapa kau pertemukan aku dengan dia tuhan jika pada akhirnya kau pisahkan kami!"


Teriak Andri di dalam mobilnya.


Sementara itu Akila mengirim pesan singkat kepada Andri dan Topan mengajak mereka bertemu malam ini di sebuah restoran untuk menikmati makan malam. Andri dan Topan yang tengah dalam kondisi galau sama-sama tidak tahu bahwa Akila menghubungi mereka berdua dan mengajak bertemu dalam waktu yang bersamaan.


Malam pun tiba Akila nampak telah duduk menunggu kedatangan Andri dan Topan, tak berapa lama Topan pun datang.


"Ada apa kamu memintaku bertemu, belum puas kamu menghancurkan perasaan ku?!"


Tanya Topan setelah duduk di hadapan Akila.


"Bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang kamu harapkan?, sakit bukan ketika kamu menaruh banyak harapan dan menyimpan semua mimpi pada orang tersebut namun akhirnya dia pergi meninggalkan kamu, membawa semua mimpi dan harapan itu?, hancur bukan!?, Begitu juga yang aku rasakan ketika kamu memutuskan memilih dia di banding aku, tak satu pun mimpi kamu tinggalkan, yang kamu tinggalkan hanya luka dan nestapa untukku, sekarang kamu merasakannya sendiri kamu mampu merasakan apa yang tak sanggup aku ungkapkan dulu kepadamu, Tuhan memang sangat Adil, dengan mudah Tuhan membalikan sebuah keadaan!"


Ucap Akila puas karena berhasil mengungkapkan segala kepedihannya sejak ditinggalkan Topan.


Topan hanya tertunduk tak mampu bicara lagi, mendengar semua perkataan Akila.


"Kamu tidak pantas menghakimi ku atas keadaan yang menimpa mu saat ini, karena dulu kamu pun tak memberikan aku sedikit saja kesempatan untuk menghakimi kamu!"


Tambah lagi Akila, Topan lagi-lagi hanya terdiam dan menunduk lemah.


Andripun datang menyaksikan Akil yang tengah menangis dan Topan yang tengah menunduk, Andri merasa kesal, kemudian menarik baju Topan dan berniat menghajarnya.


"Di mana Alice?!"


Tanya Andri kepada Topan.


"Stop! Berhenti! tujuan ku mengundang kalian kesini bukan untuk menyaksikan kalian adu jotos, aku hanya akan menyampaikan pesan Alice sebelum dia pergi kepadaku.!"


Mendengar ucapan Akila, Andri dan Topan menatap Akila penuh harap.


"Apa yang Alice sampaikan?"


Tanya Andri sembari melepaskan cengkramannya kepada Topan lalu duduk di bangku.


"Kamu tahu Alice dimana sekarang?, tolong beri tahu aku, aku mohon!"


Seru Topan tanpa memikirkan perasaan Akila. Akila hanya mampu menelan ludah kepedihannya, Andri melirik Topan dengan penuh rasa dendam.


"Aku tidak tahu Alice dimana, aku hanya menerima pesan dari Alice kemarin sore, Alice ingin kalian berbaikan dan melanjutkan hidup!"


Ucap Akila.


"Mana no Alice aku akan menghubungi dia!"


Seru Andri.


"Sayangnya aku di hubungi Alice masih dengan no nya yang lama, setelah aku menerima pesan ini, aku pun sama berusaha menghubungi dia tapi no handphonya sudah gak aktif!"


Jelas Akila kepada Andri dan Topan.


Lagi-lagi Andri harus kecewa merasa buntu dan tak menemukan jalan, harus kemana dia mencari Alice.


"Apa pesan Alice selanjutnya?"


Tanya Andri mencoba tegar.


Akila menunduk mengotak atik handphonenya membuka pesan dari Alice...