
Tiga hari waktu yang di tentukan oleh Topan sudah hampir habis, malam ini di tempat yang sama Alice harus memberikan jawaban kepada Topan. Alice sudah meminta saran kepada keluarga dan hampir semua orang terdekat Alice, namun mereka menyerahkan semua keputusan kepada Alice, dengan perasaan yang gamang Alice berjalan menuju taxi online yang dipesannya untuk menuju restoran.
Sementara Akila dan Andri tengah berdebat di dalam kantor.
"Maksud Pak Andri ini apa?!"
Tanya Akila kepada Andri.
"Ayo kita ikuti Alice sekarang, aku janji aku akan membuat Alice menolak lamaran Topan, dan kamu bisa berusaha untuk dapatkan Topan kembali!"
Andri menjanjikan.
"Tapi pak, bagaimana caranya, kenapa bapak bisa begitu yakin pak, sudahlah biarkan saja mereka bersama pak!"
Ucap Akila sedih.
"Sekarang tugas kamu hanya ikut dengan saya, ayo cepat!"
Ajak Andri kepada Akila.
"Pak saya mohon jangan kacaukan hari bahagia mereka!"
Seru Akila kepada Andri.
"Kamu yakin Alice bahagia dengan Topan?, Alice ingin menolak tapi tak tahu harus dengan alasan apa!"
Jelas Andri.
"Pak saya yang dekat dengan Alice saya tahu kalau Alice itu bahagia dengan Topan.!"
Seru Akila.
"Akila! cukup sekarang kamu ikuti saya, kamu akan tahu kebenarannya saat di tempat makan nanti!"
Ucap Andri sembari menarik tangan Akila menuju parkiran dan menaiki mobil Andri.
"Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan pak Andri, sampai memaksaku untuk pergi.!"
Seru Akila dalam hatinya.
Andri menginjak gas mobilnya menyalip beberapa mobil, membuat Akila berpegangan kuat dan beberapa kali menutup mata karena merasa ngeri, tanpa sepatah katapun Andri tak melepaskan pandangan dari jalannan.
"Pak sebaiknya kita pulang saja, lagian kita gak tahu restoran tempat mereka biasa makan kan?"
Seru Akila kepada Andri.
"Sudah km duduk saja jangan mengganggu konsentrasi saya!"
Balas Andri kepada Akila, Akilapun akhirnya berhenti bicara dan kembali terdiam.
Sementara itu Alice sudah sampai di restoran tempat biasa Alice dan Topan makan, Alice melangkah perlahan menuju meja yang sudah nampak dalam pandangan matanya, nampak disana Topan sudah lebih dulu sampai, Topan melihat Alice datang, Topan pun tersenyum dan melambaikan tangan, Alice membalasnya dengan senyuman.
"Mungkin ini memang saatnya aku mengakhiri penantian ini, semoga ini yang terbaik, bismillah!"
seru Alice dalam hatinya kemudian mempercepat langkahnya mencoba membuang semua gundah dalam hatinya bersama langkahnya.
"Assalamuallaikum!"
Ucap Alice kepada Topan.
"Wa allaikumus sallam!"
Jawab Topan seraya tersenyum, Topan berdiri dan membantu Alice menarik kursi seraya mempersilahkan Alice duduk.
"Silahkan duduk!"
Ucap Topan kepada Alice.
Alicepun duduk di kursi yang berhadapan dengan Topan, Topanpun kembali duduk di hadapan Alice kemudian tersenyum.
"Aku sudah pesan makanan buat kamu, emhsss kamu sama siapa datang kesini?"
Tanya Topan memecah kesunyian
"Makasih, naik taxi online sendiri!"
Jawab Alice, Alice melirik cincin yang masih melingkar di jari manisnya pemberian Purnama Dulu.
"Maaf kak mungkin ini saatnya aku melupakan semua tentang kita dulu!"
Seru Alice dalam hatinya sembari melepaskan cincin tersebut kemudian memasukannya kedalam tas.
"Alice!"
Panggil Topan kepada Alice yang sedari tadi hanya menunduk memegangi tangannya.
"Iya kak?"
Seru Alice kepada Topan.
"Kamu sudah punya jawab untuk lamaranku beberapa hari lalu?"
Tanya Topan, sembari menyodorkan makanan dan minuman yang baru saja di antar oleh pelayan restoran.
"Emh!"
Jawab Alice mengangguk perlahan.
"Apa itu?"
Tanya Topan, Alice terdiam tak menjawab.
"Alice?!"
Panggil Topan lagi.
"Eh iya kak, maaf kak!"
Ucap Alice kaget.
Seru Topan kepada Alice.
"Apa jawaban kamu?"
Tanya Topan lagi mendesak.
"Alice.... Alice... emmhsss...!"
Jawab Alice terbata-bata karena dalam hatinya masih ada kebimbangan.
"Alice!, apa kurang waktu yang aku berikan sampai kamu datang kepadaku masih dalam kebimbangan, apa masih kurang selama ini aku...!"
Ucappan Topan terhenti ketika Alice mengatakan sesuatu.
"Iya kak!"
Seru Alice.
"Maksud kamu Iya?, kamu mau?, sungguh?!"
Tanya Topan beberapa kali dengan nada senang.
Topan menghampiri Alice kemudian memeluk Alice erat...
Sementara Andri dan Akila baru saja tiba di parkiran, mereka langsung turun dan melihat Alice bersama Topan tengah berpelukan.
"Kita sudah terlambat pak!"
Ucap Akila kepada Andri.
"Tidak!, masih belum!"
Jawab Andri.
"Pak! apa bapak tidak lihat mereka sudah resmi bersatu sekarang, lihat itu Topan sudah memasangkan cincinnya di jari Alice!"
Seru Akila pedih.
"Ayo ikut saya!"
Ajak Andri sembari menarik tangan Akila menuju meja Alice dan Andri.
"Berhenti!, cukup jangan lanjutkan lagi Alice!"
Ucap Andri sesampainya di meja Alice dan Topan, Alice dan Topan melirik ke arah sumber suara.
"Pak Andri, kak Akila."
Ucap Alice begitu melihat Andri dan Akila.
"Mau apa kalian kesini?"
Tanya Topan.
"Diam loe Pan, loe mau nikah dengan Alice sementara elo mengorbankan perasaan orang lain?"
Ucap Andri mulai emosi.
"Maksudnya bapa?"
Tanya Alice
"Jangan dengerin dia saya, sebaiknya kamu tunggu di mobil, biar aku yang bicara sama mereka!"
Seru Topan kepada Alice.
"Diam kmu di sana Alice, kamu harus tahu kebenarannya sebelum semuanya terlanjur jauh!"
Ucap Andri lagi, pertengkaran mereka mencuri perhatian semua pengunjung dan membuat kerumunan di dekat Mereka berdebat.
"Pak Apa ini maksudnya?"
Tanya Alice lagi
"Pak sudah pak cukup ayo kita pulang!"
Ajak Akila kepada Andri.
"Kamu lihat Akila, dia adalah perempuan yang Topan tinggalkan demi kamu Alice!, selama ini sejak kamu bekerja di kantor kami, Akila selalu menahan rasa sedih nya karena melihat kalian selalu bersama setiap hari, dan satu hal lagi kamu bisa masuk ke kantor tempat kami kerja itu karena ulah Topan juga, Topan minta ayahnya untuk bicara kepada Pak Dirut dan menerima kamu!"
Ucap Andri jujur.
Alice mendengar penjelasan Andri, tertunduk malu dan kecewa, Alice melepaskan cincin yang baru saja di pasang kemudian menyimpannya di atas meja.
"Maaf kak jangan pernah datang menemui saya lagi, terimakasih untuk semua kerja keras kakak!"
Ucap Alice kemudian pergi lari menjauh dari Kerumunan menunduk seraya menangis, Topan berniat menyusul Alice namun di tahan oleh Andri.
"Mau kemana loe, jangan sakiti Akila lagi, jika elo masih punya harga diri, diam disini biar gue yang kejar Alice!"
Seru Andri kepada Topan.
"Gue tunangannya!"
Jawab Topan.
"Itu tadi bukan sekarang, elo simpen ini cincin!"
Andri mengambil cincin yang di simpan Alice tadi dan memberikannya kepada Topan.
"Gue gak ada urusan ya sama elo semua!"
Seru Topan kepada Akila dan Andri.
"Masih kurang loe nyakitin dua perempuan, selangkah loe maju dari tempat loe sekarang berdiri, gue hajar loe!"
Ancam Andri kepada Topan...