
BTS yang melihat itu kemudian memandang Alice yang sedang menatap rekaman ditelevisi dengan menahan air mata dipelupuknya
"Baik kami berjanji" kata mereka bersamaan.
Alice yang mendengar itu memandang BTS satu persatu dengan air mata yang mulai jatuh.
"Dan untuk Alice" kata Arthfael didalam rekaman melanjutkan perkataanya setelah tenang dengan air mata yang masih menggenang dari sana
"Kau memberiku 2222 permintaan saat aku pertama kali menciummu" katanya sambil tersenyum
"Tapi aku hanya ingin" kata Arthfael yang entah kenapa air matanya kembali keluar lebih deras sebelum menyambungkan kata katanya
"Aku ingin kau bisa menerima segala kebenaran setelah ini tanpa harus mengira dirimulah yang salah"
"Aku berjanji" kata Alice melihat Arthfael yang sedang menangis didalam rekaman seakan berbicara didepannya
"Aku akan katakan padamu siapa orang tuamu sebenarnya" kata Arthfael dan membuat Alice terkejut karna ternyata Arthfael tau siapa orang tua kandungnya selama ini tapi kenapa dia harus memilih diam dan tidak memberitahu-nya.
"Tapi sebelum itu kau harus mengingat semua janjimu dan...janjimu tentang kau akan hidup lebih baik mulai saat ini" kata Arthfael berulang kali mengingatkan Alice karna khawatir.
Alice menyambutnya dengan anggukan
"Beberapa hari yang lalu kau sudah bertemu dengannya kau bahkan sudah mengenalnya"
Alice semakin bingung dan memikirkan siapa mereka.
"Aku tidak sanggup mengatakannya Alice tapi lihatlah satu rekaman ini dulu" sambung Arthfael kemudian mematikan rekamannya dan nampaklah video yang berbeda.
Didalam video itu terlihat beberapa orang didalam ruangan megah dengan masing masing senapan ditangan mereka. Dan ada seorang wanita yang membelakangi kamera itu sedang duduk diatas sopa didekat kaca. Selang beberapa menit tampaklah beberapa orang berseragam hitam sedang membawa paksa seorang lelaki paruh baya dengan seorang wanita dengan tangan yang terikat.
Tanpa pikir panjang Alice langsung tau bahwa itu adalah dirinya, napasnya terengah-engah melihat kejadian itu, dia menerka-nerka apakah orang yang dia bantai itulah orang tuanya.
BTS yang tidak tau itu siapa, mereka terus melihat kearah televisi tanpa melihat kearah Alice.
"Lambat sekali" oceh salah satu pasukan sambil mendorong
"Cepat" tendangnya hingga mereka tersungkur tepat dikaki seorang wanita yang tengah duduk disopa itu
"Good evening Mr Archard and Mrs Aysel" kata seorang wanita itu dengan bahasa inggrisnya
"Senang bertemu kalian" katanya dengan mengangkat kepala lelaki itu dengan ujung kakinya yang masih menunduk sebelum beranjak dari duduknya.
"Aku tidak tau kenapa kalian ingin memutuskan kerja sama dengan kami" dia berjalan memutar dan memperhatikan tubuh kedua orang yang sedang sekarat itu dengan menundukan kepalanya hingga wajahnya tidak begitu jelas dikamera
"Oh tunggu" menarik pistolnya kembali
"Apa ada pesan terakhir" Tanyanya dengan berjongkok menatap Aysel perempuan paruh baya itu.
Dengan tatapan benci wanita itu mengatakan
"Aku berharap kau segera dihukum tuhan karna perbuatan kejimu ini" percakapan itu diakhiri dengan ludahan dari wanita paruh baya itu yang langsung mengenai muka cantik wanita yang sedang berjongkok dengan pistol ditangannya.
Dengan cepat wanita didalam rekaman langsung memukul kepala wanita paruh baya itu dengan pistol yang ada digenggamannya hingga mengalirlah darah dari keningnya dan menarik rambutnya dia berkata
"Cepatlah bertemu dengan tuhanmu dan segera katakan itu padanya" melemparkan badan Aysel dengan sangat kasar
"Pegang dia" teriak wanita itu, dua diantara para pasukan berseragam hitam itu bergegas memegang Aysel wanita paruh baya itu dia mengambil pisau tajam dipinggangnya dan merobek robek mulut Aysel sampai tidak terlihat seperti manusia lagi dan diakhiri dengan 20 tembakan mengenai kepalanya sampai sangat hancur.
Member BTS yang menyaksikan itu merasa ngilu dan ngeri melihat pembunuhan didalam rekaman dan penasaran siapa sebenarnya wanita yang membunuh tanpa rasa iba itu sedikitpun.
Sementara Alice merasa panas dingin ditubuhnya menduga duga bahwa orang tua yang ada didalam video itu adalah orang tuanya yang telah dia bunuh dengan sangat kejam.
"Dasar wanita biadab" teriak Archard lelaki paru baya itu pada wanita yang membunuh istrinya setelah tembakan terakhir
"Bagaimana bisa kau membunuh seorang wanita seperti itu yang bahkan sesama jenismu" tangisnya melihat keadaan istrinya yang bahkan tanpa rupa saat ini.
Alice mendekati Archard yang ada disampingnya "Apa kau igin aku membunuhmu dengan cara yang lebih sopan" tawar wanita itu
"Aku tidak akan pernah menginginkan apa pun dari iblis sepertimu" berusaha melawan dengan tangan nya yang diikat
"Baiklah" katanya lalu mengisaratkan pada anak buahnya melalui tangannya untuk membuat Archard berdiri lalu wanita itu berjalan agak jauh untuk menembak.
Saat wanita itu membalikan tubuhnya untuk memberi jarak tembakan, tampaklah wajah cantik Alice terpampang jelas dikamera itu dengan tatapan tajam.
Member BTS sangat kaget saat melihat siapa sebenarnya wanita yang membunuh dengan kejam itu ternyata adalah wanita yang kini sedang duduk bersama mereka. Dengan muka terkejut dan tidak percaya mereka melihat kearah Alice yang sedang menatap televisi dengan air mata yang sudah mengalir entah sejak kapan. Beribu pertanyaan mulai timbul di pikiran mereka saat melihat kekejaman Alice didalam rekaman itu.
Rekamannya berhenti dan kini Arthfael kembali kedalam kamera dengan mata yang sudah sembam karna habis menangis, Alice yang melihat itu kemudian semakin menangis lebih keras karna dugaannya sepertinya memang benar.
"Alice ku tau bahwa kau tidak percaya dengan ini... tapi ini adalah kenyataanya" dia sesekali menunduk karna tidak tahan dengan tangisnya.
"aku akan ceritakan bagaimana ini bisa terjadi tapi disini kau sama sekali tidak bersalah Alice" sambungnya "Jangan pergi sebelum ini habis diputar kau harus percaya padaku walau ini sangat susah kau terima"
Alice mengangguk dengan air mata yang jatuh satu persatu.