
Keributan Andri dan Topan di kosan Alice, membuat pemilik kosan dan beberapa anak kosan keluar, untuk melihat keributan apa yang sebenarnya sedang terjadi, Ibu kosan menghampiri Andri dan Topan yang hampir main baku hantam.
"Stop!!!"
Bentak Ibu kos kepada Topan dan Andri.
"Kalau kalian mau ribut bukan disini tempat nya tapi di kantor polisi sana!"
Seru lagi Ibu kosan dengan amarahnya.
Andri dan Topan saling terdiam ketika sadar di sekitar mereka sudah banyak yang memperhatikan.
"Maaf bu saya kesini sebenarnya hanya mau mengantarkan makanan saja untuk Alice karena saya bos nya di tempat kerja!"
Andri mencoba membela diri.
"Bu!, Saya ini tunangan Alice wajar jika saya marah melihat bos Alice begitu perhatian kepada tunangan saya kan!"
Timbal Topan mengutarakan pembelaanya.
"Maksud loe tunangan apaan?, udah jelas-jelas Alice ngebalikin cincin yang elo kasih kan semalam!"
Jawab Andri kepada Topan.
"Itu semua gara-gara elo yang tiba-tiba datang ngehancurin semuanya, karena elo naksir kan sama Tunangan Gue!"
Jawab Topan dengan emosinya.
"Diammmmm!!!"
Teriak Ibu kos.
"Kalian bisa diam tidak?!, berhenti membuat gaduh selesaikan masalah kalian sendiri jangan disini, apa perlu saya telepon polisi?!"
Ancam Ibu kos Alice.
"Tidak perlu bu saya permisi, tolong saya titip ini untuk Alice!"
Ucap Andri sembari memberikan kresek belanjanya kepada pemilik kos, Ibu kos menerima titipan tersebut, kemudian melihat Topan yang masih saja berdiri di dekatnya membuat Ibu kos masih belum dapat meredam emosinya.
"Lalu kamu ngapain masih disini?!"
Tanya ibu kos kepada Topan!"
"Saya mau ketemu Alice bu!"
Jawab Topan.
"Alice sedang tidak ada jadi sebaiknya kamu kembali nanti!"
Ucap Ibu kos sembari pergi meninggalkan Topan, sadar banyak anak kos yang memperhatikannya Topan pun bergegas pergi dari sana.
Sesaat setelah Topan dan Andri pergi Alice sampai dikosan lamanya menggunakan ojeg.
"Ini pak Ongkosnya, makasih ya pak!"
Ucap Alice kepada tukang ojeg sembari menyodorkan uang
"Sama-sama neng!"
Jawab Tukang ojeg seraya menerima uang pemberian Alice, Alicepun masuk ke dalam gerbang kosan, nampak anak-anak kosan lain sedang berkerumun menggosip, melihat Alice datang mereka semua terdiam dan menatap Alice sinis.
"Kenapa mereka menatapku seperti itu, apa ada yang salah dengan penampilanku ya?"
Alice bertanya dalam hatinya, tiba-tiba ibu kos memanggil Alice dari pintu rumahnya yang menyatu dengan warung.
"Alice!"
Panggil Ibu kos
"Iya bu ada apa?"
Tanya Alice sembari menghampiri ibu kos yang sedang berdiri di pintu rumahnya.
"Ayo masuk dulu, ada yang mau ibu sampaikan!"
Ajak Ibu kos, Alice mengangguk sembari mengikuti ke dalam rumah ibu kos.
"Duduk dulu, ibu mau ambil minum untuk kamu!"
Ibu Kos pun berdiri dan beranjak pergi ke dapur membuatkan minum untuk Alice,sekembalinya dari dapur ibu kos membawa segelas air putih dan menyimpannya di atas meja.
"Silahkan diminum!"
Ucap Ibu Kos kepada Alice
"Makasih bu!"
Alice langsung meminum air tersebut.
Tanya Alice kepada Ibu kos.
"Sebenarnya Apa status kamu dengan Bos di tempat kerja kamu dan dengan Topan?, ibu benar-benar merasa heran mereka tadi kesini dan cekcok disini, yang satu bilang kamu tunangannya lah yang satu lagi bilang dia bosnya lah, ibu pusing Lice!"
Ibu kos menjelaskan secara ringkas kejadian tadi.
"Apa bu, mereka datang, lalu dimana mereka sekarang bu?"
Tanya Alice kaget sekaligus panik karena tak berharap bertemu dengan mereka lagi.
"Mereka sudah pulang,ini tadi bos kamu titip ini buat kamu katanya!"
Seru Ibu kos sembari memberikan Kresek belanjaan pemberian Andri tadi.
"Maaf bu,saya sudah membuat keributan disini, pantas saja teman-teman kos yang lain memandang saya aneh, ternyata ini penyebabnya.!"
Jawab Alice kepada Ibu kos.
"Tolong ibu harap keributan seperti ini jangan sampai terulang lagi ya!"
Ibu Kos mengingatkan Alice.
"Lantas apa sebenarnya hubungan kamu dengan mereka?"
Ibu kos mengulang pertanyaan yang belum sempat di jawab oleh Alice.
"Tadi malam Topan melamar saya,dan saya menerimanya bu, tapi sesaat setelah saya menerima lamaran itu ternyata bos saya datang bersama mantan pacar Topan dan lebih memalukannya ternyata saya bisa bekerja di tempat kerja saya yang sekarang itu adalah karena jasa dari ayah Topan!"
Alice menceritakan kejadian semalam kepada ibu kos.
"Lantas apa sekarang yang akan kamu lakukan?"
Tanya Ibu kos.
"Sebenarnya kedatangan saya kesini saya mau pamitan bu, saya mau pindah kosan tapi saya mohon jangan beri tahu kepada siapapun saya pindah ke mana, saya tidak ingin berhubungan lagi dengan orang-orang itu bu, saya ingin memulai hidup yang baru dan melanjutkan sekolah!"
Terang Alice kepada Ibu kos, ibu kos mengangguk tanda mengerti.
"Ya sudah pergilah jangan bebankan diri kamu ibu janji tidak akan memberi tahukan siapapun tempat kos kamu yang baru, mari ibu bantu beres-beres biar sekalian ibu antar pakai mobil barang ke kosan mu yang baru!"
Seru Ibu kos, Akhirnya Alice dibantu ibu kos membereskan semua barang-barangnya.
Malam hari Alice dan Ibu kos baru selesai membereskan barang di kosan yang baru...
"Sudah mau hampir tengah malam, ibu sebaiknya pulang, jaga diri baik-baik ya disini, mungkin kosan kamu yang baru ini tidak akan sebaik ibu pemiliknya tapi mau bagaimana lagi ini sudah keputusan kamu, ibu akan menghargainya, ibu pulang ya Assalamualaikum!"
Pamit ibu kos sembari memeluk Alice.
"Biar Alice antar ke bawah bu!"
Ucap Alice kemudian perlahan menuruni tangga mengantar ibu kos nya.
"Assalamualikum Alice, jaga diri baik-baik!"
Pesan ibu kos lagi kepada Alice.
"Wa allaikumus salam, ibu juga jaga kesehatan ya bu!"
Ucap Alice membalas memberi pesan kepada Ibu kosnya, Ibu kos memasuki mobil dan melambaikan tangannya kemudian melaju pergi meninggalkan Alice.
Ke esokan paginya Alice mencari-cari lowongan kerja di sekitar tempat kos dan universitas yang akan dipilihnya, Alice mencoba mendaftar kesana dan kesini secara online membuat lamaran, siang ini Alice berencana mendaftarkan diri ke universitas yang dicita-citakannya sejak dulu, usai melamar secara online kesana dan kemari Alice bersiap untuk bergegas ke universitas, Akhir-akhir ini Alice lebih memilih menggunakan ojek atau angkot untuk pergi-pergian, selain ongkosnya akan lebih murah semua itu karena Alice belum bekerja dan uang di tabungannya mau ia gunakan untuk membayar uang pendaftaran di kampusnya...
Sementara Alice tengah sibuk dengan kehidupan barunya, Andri pagi ini menerima sebuah surat.
Tok...
tok...
tok...
seseorang mengetuk pintu ruangan Andri.
"Masuk!"
Teriak Andri.
"Permisi pak barusan di depan ada yang mengantarkan surat katanya buat bapak!"
Ucap seorang OB kepada Andri.
"Makasih kang tolong simpan saja dulu di meja saya nanggung nih!"
Seru Andri.
"Saya permisi pak!"
Ucap Ob setelah menyimpan surat tersebut lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.