Alice

Alice
Bagian 85



"Ih udah sampai aja kita ya, gak kerasa, tahu gitu tadi bawa mobilnya gaya siput aja hehe.!"


Ucap Purnama sembari memarkirkan mobil nya di halaman kosan.


"Kakak ada-ada aja deh, kan besok juga ketemu lagi, lagian kan kakak pasti udah cape banget seharian berkendara.!"


Seru Alice.


"Sebenernya sih asal sama kamu aja kakak gak akan ngerasa cape heheh.!"


Gombal Purnama


"Mulai deh gombalnya, dasar raja gombal emang.!"


Seru Alice.


Purnama hanya tertawa.


"Alice aja yang turunin barang-barang cuman dikit ini kok kak.!"


Ucap Alice sembari membuka sabuk pengamannya.


"Eit no...no...no!, Kakak aja kamu tunggu di depan kosan., eittt jangan bantah ya.!"


Seru Purnama saat Alice akan bicara.


Alice pun tersenyum, sembari turun dari mobil.


"Ibu mana Lice?"


Tanya anak ibu kos.


"Teteh udh pulang?, kenalin teh ini kak Purnama.!"


"Salam kenal saya anaknya ibu kost!"


Ucap Anak ibu kos sembari bersalaman dengan Purnama.


"Salam kenal kembali teh!"


Sambut Purnama ramah.


"Ibu belum bisa pulang teh nunggu Dewi sehat total dulu.!"


Jawab Alice.


"Oh gitu, ya udah sok di ajak masuk atuh Purnamanya.!"


Ucap Anak Ibu kos.


"Enggak teh makasih, gak enak juga ini kan kosan perempuan selain itu saya juga harus cepat pulang.!"


Seru Purnama menolak untuk masuk.


Alice bernapas lega karena Purnama menolak masuk.


"Oh gitu ya, iya sok aja atuh ya teteh tinggal dulu, ke warung.!"


Ucap anak ibu kos berpamitan.


"Iya teh iya silahkan.!"


Jawab Purnama.


Setelah anak ibu kos pergi meninggalkan mereka Alice berterimakasih kepada Purnama.


"Makasih kak.!"


Ucap Alice.


"Untuk?"


Tanya Purnama sembari menurunkan barang-barang Alice.


"Karena sudah menolak masuk heheh.!"


Jawab Alice jujur


"Iya kakak faham ko heheh!"


Jawab Purnama.


"Nah sudah semua.!"


Ucap Purnama.


"Gak ada yang ketinggalan kan?"


Tanya Alice.


"Ya gak papa dong, kalau ada yang ketinggalan kan bisa jadi alasan buat kakak nemuin kamu heheh.!''


Jawab Purnama seraya tersenyum.


"Emang modus sih hahah.!"


Ucap Alice.


"Ini di bawa ya buat bekal kamu selama dua minggu kedepan, takutnya kakak sibuk di sekolah jadi gak sempet merhatiin keperluan kamu.!"


Ucap Purnama sembari menyodorkan kresek belanja dari mini market.


"Eh apaan sih kak, kan ini di beli untuk kakak bukan untuk Aku.!"


Ucap Alice bingung.


"Kakak sengaja aja tadi beli ya emang tujuannya buat kamu, jadi uang kamu bisa kamu tabung buat pendidikan massa depan kamu.!"


Terang Purnama.


"Jangan gini ah kak, Alice bisa ko sendiri,kan Alice juga udah kerja paruh waktu sekarang jadi kakak gak perlu repot-repot begini.!"


Ucap Alice yang sungkan menerima pemberian Purnama.


"Jangan sungkan ini sudah menjadi kewajiban kakak sekarang, kakak mohon jangan menolak, cuman ini yang bisa kakak kasih buat bantu kamu sekarang ini.!"


Terang Purnama.


Bujuk Alice.


"Kamu tidak perlu memikirkan hal yang tak penting, terima saja ini jika ingin berterima kasih, pesan kakak satu, jangan sungkan bicara kepada kakak soal apapun itu, karena sekarang kamu adalah bagian dari hidup kakak dan kakak mau kamu menjadi tanggung jawab kakak mulai dari sekarang hingga nanti kits bersama, kakak mohon jangan menolak lagi.!"


Ucap Purnama kepada Alice seraya memohon menggenggam tangannya.


"Alice senang niat kakak baik tapi bagaimana pun Alice merasa semua ini terlalu berlebihan, terlalu banyak materi dan moril yang sudah kakak korbankan demi Alice dan sampai saat ini Alice gak bisa kasih apapun buat kakak.!"


Jelas Alice menghela napas.


"Kamu salah, kamu adalah sumber kebahagiaan kakak saat ini, nanti dan selamanya, kamu sudah mau menerima kakak menjadi bagian hidup kamu saja, itu semua sudah lebih dari kebahagiaan, jadi jangan menolak apapun lagi, suatu hari nanti kakak akan datang ke rumah mu dan meminta mu secara baik-baik kepada keluarga mu, tapi untuk saat ini kakak akan menunggu hingga waktunya kamu siap memperkenalkan kakak kepada orang tua kamu.!"


Terang Purnama penuh harap.


Alice hanya terdiam mendengar ucapan kekasih nya.


"Masuk gih, cuaca mulai mendung, kakak akan pulang, kalau langit hujan tandanya kakak sedih karena kamu tidak menerima kasih sayang kakak.!"


Ancam Purnama kepada Alice.


"Iya kak, iya Alice terima tapi Alice minta lain kali kakak tanya dulu ke Alice apa yang Alice butuhkan supaya uangnya tidak terhambur cuma-cuma kak.!"


Pinta Alice.


"Iya sayang kakak janji, maaf atas hari ini.!"


Ucap Purnama tersenyum.


"Makasih kak makasih banyak.!"


Ucap Alice.


"Tidak perlu berterimakasih, karena bagi kakak ini kewajiban kakak heheh.!"


Balas Purnama dengan wajah bahagia.


"Ya sudah,kakak pulang dulu ya sudah mau sore juga, sampai ketemu besok di sekolah ya, Assalamuallaikum.!"


Ucap Purnama sembari melambaikan tangannya kepada Alice.


"Wa allaikumus sallam, hati-hati kak di jalannya, jangan lupa kabari Alice jika sudah sampai di rumah.!"


Pesan Alice sembari membalas lambaian tangan Purnama.


"Iya sayang, cepat masuk dan istirahat lah.!"


Ucap Purnama sembari memasuki mobil nya.


"Iya kak, Alice akan masuk setelah memastikan kakak Pulang.!"


Jawab Alice.


"Dahhhh...!"


Ucap Purnama


Alice pun membalas kembali lambaian tangan Purnama seraya tersenyum.


"Teh saya pulang dulu ya, Assallamualaikum!"


Pamit Purnama kepada Anak Ibu kost.


",Iya silahkan hati-hati di jalan nak Purnama, wa Allaikummus salam.!"


Jawab anak ibu kos.


Setelah memastikan Purnama Pulang, Alice mulai mengangkut barang bawaannya satu persatu kedalam kamarnya.


"Alhamdulillah bisa sampai juga ke kosan,sebaiknya mandi dulu deh biar seger.!"


Alice berkata-kata kepada dirinya sendiri.


Kemudian meraih handuk dan pergi mandi.


Irma keluar dari kamar nya menuju ke warung anak ibu kos.


" Alice udah balik ya teh?"


Tanya Irma


"Udah baru aja, mungkin lagi istirahat di kamar nya.!"


Jawab Anak ibu kos simple.


"Sama siapa dia pulang teh?"


Tanya Irma.


"Kenapa tanya bukannya kamu tadi ngintip dari jendela kamar kamu sendiri.!"


Ucap Anak Ibu kos tegas.


Irma yang mendapatkan jawaban ketus dari saak ibu kos memilih pergi meninggalkan nya di warung.


"Dasar Judes, sama gue doang tapi judes nya heran gue.!"


Gerutu Irma ngomong sendiri sembari menuju ruang tamu.


"Alice sama Purnama makin lengket aja ternyata, jangan-jangan mereka udah jadian lagi, makin susah deh buat aku pisahin mereka kalau bener begitu.!"


Gerutu Irma lagi.


"Awas aja gue pasti bisa nemuin cara misahin mereka gimanapun caranya, kalau gue gak bisa dapetin Purnama, gak boleh ada satu orang pun perempuan yang boleh milikin dia.!"


Seru Irma bicara sendiri pada meja.


Rupanya kebaikan Irma kemarin hanya untuk membuat semua orang percaya kepada dia bahwa dia telah relakan Purnama kepada Alice.


Entah rencana apa yang akan Irma siapkan untuk memisahkan Alice dan Purnama...