
Pesanan makan siang datang benar saja bukan mbak cs yang tadi yang mengantarkan makanan.
"Silahkan mas dan mbak makananya, selamat menikmati.!"
Ucap Cs yang mengantar makanan.
"Makasih mbak.!"
Ucap Alice.
"Sama-sama mbak.!"
Jawab Cs tersebut sembari pergi meninggalkan meja Alice.
"Nah ini Punya kamu sayang.!"
Ucap Purnama sembari menyodorkan piring berisi nasi dan iga bakar kepada Alice.
"Makasih kak.!"
Ucap Alice.
"Sama-sama sayang.!"
Jawab Purnama.
"Ayo kita berdoa dulu ya, aku yang pimpin.!"
Ucap Purnama.
Semua orang berdoa dan memulai makan siang mereka tanpa ada satu orang pun yang bicara.
Semua melahap makanan dan minuman dengan Puas hati.
"Alhmdulillah...!"
Ucap Purnama setelah selesai makan.
Alice tersenyum menatap Purnama.
"Kayanya kalau abis makan makanan berat gini enaknya makan ice cream nih kita.!"
Usul Asti.
"Gak ada kenyang-kenyangnya emang dasar si perut karet.!"
Ucap Dahlan kepada Asti
"Emhhsss suka gitu deh padahal suka juga dia hahahh.!"
Jawab Asti
Alice hanya tersenyum ketika di lirik Purnama.
Sementara di luar suara adzan duhur sudah berkumandang.
"Sebaiknya kita beli ice cream dalam perjalanan pulang ke rumah sakit saja, kita bisa shalat di mushola rumah sakit, takutnya terlalu lama para orang tua menunggu kita.!"
Usul Purnama.
Alice mengangguk tanda setuju.
"Bang tolong ya giliran abang aja heheh, ayo sayang.!"
Ucap Purnama kepada Dahlan memberi kode supaya kali ini Dahlan yang membayar makan siang mereka sembari tersenyum.
Alice pun bangkit dari duduk nya dan berjalan bersama Purnama.
"Mimpi apa gue semalam."
Ucap Dahlan.
"Mimpi buruk kali bang hahahah.!"
Jawab Asti.
"Eh jangan lupa minta maaf ya.!"
Seru Purnama kepada Dahlan sembari kembali berjalan keluar Restoran.
"Elu temenin gue deh ya.!"
Pinta Dahlan kepada Asti.
"Ayo.!"
Jawab Asti
Dahlan dan Asti berjalan kemeja kasir untuk membayar.
"Mbak berapa semuanya?"
Tanya Asti kepada mbak kasir.
"Meja berapa mbak?"
Tanya balik mbak kasir.
"Saya di meja no tiga belas.!"
Jawab Asti.
"Sebentar saya cek dulu.!"
Ucap Mbak kasir sembari mengotak atik mesin kasir nya.
"Nih.!"
Seru Dahlan kepada Asti, sembari menyodorkan dompetnya kepada Asti.
Asti menerima dompet tersebut sembari menunggu mbak kasir selesai mencekout makanan dimeja nya.
"Semuanya seratus emapat puluh tiga ribu rupiah mbak!"
Seru mbak Kasir.
Asti kemudian membuka dompet Dahlan dan mengambil uang pecahan seratur ribuan dua lembar.
"Ini mbak uang nya.!"
Seru Asti sembari menyodorkan uang tersebut kepada mbak kasir.
Selesai menerima kembalian Asti menyimpan kembali uang kembalian ke dalam dompet Dahlan.
"Mbak saya mau ketemu sama mbak Cs yang tadi order meja kami bisa?"
Tanya Asti kepada mbak kasir.
"Oh Arini?"
jawab Mbak kasir.
"Tolong panggilkan dia ya mbak.!"
Ucap Asti.
"Baik mbak silahkan tunggu sebentar.!"
Ucap mbak kasir.
"Makanya bang jangan bikin gara-gara mulu kenapa sih.!"
"Idih gue niatnya belain cewek-cewek biar dia ada tatak rama juga.!"
Ucap Dahlan membela diri.
Tak berapa lama Arini pun keluar dan menemui Asti dan Dahlan.
"Maaf ya mbak ini ada yang mau minta maaf.!"
Seru Asti.
"tidak perlu mas, saya justru sangat malu sekali karena tidak bekerja dengan baik mohon maaf sekali mbak tadi saya mencuekan mbak, tapi saya mohon jangan sampai manager saya tahu, saya takut dipecat.!"
Ucap Arini memohon.
"Luapin aja, gue emang tadi keterlaluan juga ko, gue minta maaf, gue juga gak ada niat ngaduin elu ke manager elu, cuman kedepannya tolong lebih diperhatikan lagi tatak rama nya.!"
Ucap Dahlan.
"Terimakasih banyak mas terimaksih."
Ucap Arini.
"Kami permisi mbak.!"
Ucap Asti.
"Tujuan kak Dahlan memang baik hanya saja caranya salah kalau menurut aku.!"
Ucap Alice.
"Kamu bener sayang, maksud nya emang baik tapi cara dan sikon nya gak tepat.!"
Ucap Purnama.
Asti dan Dahlan pun keluar dari restoran sambil bergandengan.
"Ayo kita jalan, sekalian cari ice cream.!"
Ucap Asti.
"Itu di depan ada mini market kita beli di sana saja.!"
Ucap Purnama.
"Ayo sayang.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
Sesampainya di mini market..
Mereka langsung menuju stand ice cream.
"Kamu mau yang mana sayang?"
Tanya Purnama kepada Alice.
"Mau ini aja deh.!"
Ucap Alice sembari mengambil ice rasa jeruk.
"Itu asam loh rasanya, nah yang ini aja ini manis dan enak.!"
Purnama mengambilkan ice rasa strawbery coklat.
"Boleh heheheh.!"
Ucap Alice.
"Kakak yang mana?"
Tanya Alice
"Ini aja biar sama kaya kamu.!"
Ucap Purnama sembari mengambil ice dengan rasa sama seperti milik Alice.
"Pur gue sama Asti ambil yang ini.!"
Ucap Dahlan sembari langsung keluar mini market bersama Asti.
"Kena prank kita.!"
Ucap Purnama setelah melihat Asti dan Dahlan keluar.
"Prank?"
Tanya Alice
"Iya prank, giliran kita yang bayar heheheh.!"
Ucap Purnama.
"Hehehhe gak papa kan gantian heheh.!"
Seru Alice
"Iya sayang, kakak bayar dulu ya.!"
Alice mengangguk.
Usai membayar ice cream Asti dan Dahlan sudah lebih dulu jalan diikuti Alice dan Purnama sembari menikmati ice cream.
"Gimana rasanya?"
Tanya Purnama kepada Alice.
"Enak kak manis heheh.!"
Jawab Alice
"Nah ini tuh ice cream kesukaan kakak, rasanya enak dan manis nya pas.!"
Ucap Purnama.
Alice pun mengangguk paham.
"Oya sayang bentar lagi kan kamu mau ulang tahun, kamu mau apa dari kakak?"
Tanya Purnama.
"Gak mau apa-apa kak, udah ada kakak dalam hidup Alice aja, udah hadiah besar bagi Alice.!"
Jawab Alice Jujur.
"Massa sih?"
Tanya Purnama
"Iya kak beneran, kakak gak percaya?"
Tanya Alice balik.
Purnama pun menggeleng sembari tertawa.
"Ih kakak jhat banget sih.!"
Ucap Alice.
"Hahahah enggak sayang, kakak cuman becanda ko tadi.!"
Ucap Purnama menghibur Alice.
"Eh tunggu tunggu.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
"Kenapa kak?"
Tanya Alice.
"Itu ada ice cream di bibir kamu yang.!"
Ucap Purnama sembari menunjuk.
"Mana kak.?"
Seru Alice sembari mengelapnya menggunakan tangan.
"Sini biar kakak bersihin.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
Perlahan wajah Purnama semakin mendekat ke Alice, semakin dekat jaraknya membuat Alice menjadi salah tingkah dan berdebar-debar.
"Ya ampun copot gak ini jantung jangan-jangan copot lagi.!"
Ucap Alice dalam Hati.
Alice memejamkan matanya, Purnama pun mengeluarkan tisu dari saku kemejanya dan mengelap ice yang tersisa di bibir Alice.
"Heheheh ko merem sih sayang?"
Ucap Purnama datar.
Membuat Alice seketika membuka matanya.
"Emhsss en...enggak kak cuman kelilipan hehe.!"
Seru Alice yang ke gr an karena perkiraanya, Purnama akan mencium nya.
Purnama hanya tersenyum mendapati Alice memerah wajahnya.
"Ayo kita bergegas.!"
Ucap Purnama mencairkan suasana.