
Malam hari dengan cahaya rembulan yang menerangi kegelapan malam dikota Seoul yang begitu indah ditemani lampu yang berwarna warni dari luar sana dipadukan angin malam yang berhembus tenang.
Dibalik salah satu jendela layar perumahan dikota Seoul tampaklah wajah cantik Alice sedang menggenggam ponsel ditangan kanannya menunggu telpon dari seseorang.
Setelah berapa lama menunggu akhirnga suara deringan telpon dari ponsel Alice mulai terdengar dengan segera dia mengangkatnya dan mendengar orang yang sedang berbicara dari seberang sana dengan seksama.
'Tut' suara ponsel itu ditutup.
Alice menurunkan ponsel dari telinganya, mengenggam erat ponsel itu dengan tatapan tajam dan masih berdiri dengan menatap suasana malam dari luar jendela kamarnya.
Dan tiba-tiba satu telepon lagi masuk dari telpon Alice, dengan segera dia mengangkatnya terburu-buru seakan dia memang menantikannya.
"Bagaimana?" tanya Alice seketika telpon itu sudah dia angkat.
"Semua sudah aman wakil Pimpinan" kata seseorang dari seberang
Alice langsung menutup telpon itu seketika dia sudah mendapatkan informasi yang diinginkannya.
Setelah pembunuhan terjadi kemarin tentu pihak polisi juga ikut campur dalam hal ini. Alice menyuruh sebagian dari anggota Mafia menangani masalah ini dengan cara mengancam pihak polisi.
Mereka juga mengancam pihak polisi jika membocorkan siapa identintas asli Alice sebenarnya pada perusahaan BTS sekaligus harus menutup kasus ini dengan menukar laporan palsu pada public bahwa Arthfael membunuh dirinya sendiri.
Karna kuasa yang dimiliki mafia Deep Black sangat besar pihak polisi dengan mudah mereka lumpuhkan tanpa ada perlawanan lebih lanjut.
Alice juga meminta pada pimpinan Mafia untuk mengijinkan Arthfael dikuburkan disana walaupun dia adalah pemberontak.
Alice bersi keras untuk hal ini dan akhirnya pimpinan mengabulkan permohonan Alice tapi dengan sebuah syarat bahwa dia harus segera menyelesaikan urusan dengan BTS dan kembali kemarkas.
Suara ketukan pintu dari luar kamar Alice membuyarkan lamunannya
"Angel ayo makan bersama" Suga mengetuk pintu
Mendengar suara itu Alice melangkah kedepan pintu dan keluar dari sana. Karna sudah malam Alice berpakaian lebih bebas dengan Tank top warna hitam dan celana pendek hitam dengan rambut yang menutupi kedua lengannya sampai paha.
Alice berjalan keruangan televisi, mereka akan makan disana sambil menonton bersama.
Member BTS sudah terlebih dahulu kesana dan sibuk mengambil makanan mereka masing masing, ada yang sudah duduk diatas sopa dan ada yang duduk dilantai atas karpet tebal dibawah sopa itu dan ada yang masih mengambil makanan tanpa menghiraukan Alice yang mendekat.
Alice langsung duduk dilantai diatas karpet tebal dengan menyilangkan kedua kakinya menatap Jin yang dengan rakusnya memakan mie didalam mangkuk putih ditangannya dengan sumpit kayu yang sesekali mengambil Samgyeopsal diatas pemanggang dan nasi putih dimangkuk kecil didepannya secara bergantian kedalam mulutnya yang tepat berada didepannya tanpa terusik sedikitpun. Dia kemudian melihat Alice yang menatapnya dari tadi dan berkata
"Kau tidak makan? " Tanya Jin sekilas melihatnya, Alice hanya melihatnya berbicara dengan mulut yang penuh makanan dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Kau... Kau kenapa berpakaian seperti itu?!" Segalah sadar dengan apa yang dikenakan Alice, Jin mengoceh seperti seorang ayah memarahi anaknya
"Apa kau tidak tau kau sekarang sedang bersama tujuh lelaki ha? " oceh Jin dengan mulut penuh makanan dan berhasil lolos keluar mengenai wajah cantik Alice yang duduk tepat didepannya
"Tidak" kata Alice sebal sambil mengelap wajahnya dengan tisu diatas meja dan membuat member lain tertawa saat sadar ludah Jin terciprat kemuka Alice.
"Tidak? Tidak Kau bilang? " Jin keheranan dengan jawaban Alice yang seolah-olah seperti menantangnya.
"Apa kau akan memperkosa-ku? " Ketus Alice kemudian berdiri menuju dapur untuk mencuci mukanya disana
Alice membersihkan mukanya tanpa peduli ocehan mereka
"Angel tolong bawakan kimchi didalam kulkas" teriak J-Hope
Alice tidak menjawab dan membuka kulkas membuka kotak perkotak makanan yang disimpan didalam tempat dengan rapi disana.
Sebelum ini Alice juga pernah melihat Kimchi saat dia makan bersama di kantor Big Hit tapi dia belum pernah merasakannya karna dia tidak tergiur sedikitpun.
Alice kembali datang dengan membawa kimchi ditangannya.
"Alice tolong bawakan juga saus cabai dari sana, samgyeopsol ini kurang pedas" perintah Jin pada Alice yang sudah hampir sampai
Alice hanya mengangguk dan kembali kedapur, dia melihat sekeliling dapur membuka kulkas dan membuka lemari lemari disana tapi dia tidak menemukannya.
Dia berhenti mencarinya dan pandangannya tertuju pada sebuah tempat toples kaca besar dengan saus merah diatas meja makan.
Alice langsung membawanya keruangan televisi dan memberikan kimchi pada J-Hope dan saus itu pada Jin.
Saat Alice hendak duduk Jin kembali berkata
"Ini apa? " kata Jin
"Angel ini selai strawberry aku meminta saus cabai" kata Jin menunjukan toples pada Alice
"Ohhhh aku tidak tau" kata Alice menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat mereka memperhatikannya dengan tertawa kecil.
"Ya sudah kau ambil lagi kedapur" perintah Jin pada Alice
"Yaaa Hyung kenapa kau menyuruhnya lagi? " kata Rm berhenti menyendok makanan kemulutnya
"Iya betul bukankah dia bilang dia tidak tau? " kata J-Hope yang masih sibuk menata kimchi ke mangkok.
"Tidak apa apa" kata Alice kemudian berdiri dan berjalan kedapur
Alice melangkah pelan kedapur untuk mengambil saus cabai itu tapi dia susah untuk menemukannya hingga ia memutuskan untuk membawa semua botol botol yang ada dikulkas, lemari dan meja itu didalam keranjang.
"Ini" kata Alice meletakkan keranjang itu kedepan Jin dan kembali duduk dihadapan Jin yang membatasi-nya dan membelakangi Suga yang duduk diatas sofa.
"Wahhhhh kau ini sungguh" kata Jin kaget dengan yang dilakukan Alice dan membuat para member tertawa terbahak bahak melihat keranjang itu.
"Aku tidak tau yang mana jadi kubawa semua" kata Alice cuek dan mulai mengambil satu persatu hidangan itu.
Mereka berhenti makan dan masih pokus tertawa dengan sumpit yang masih ditangan mereka.
"Kau memang wanita aneh" Saut Suga
"Bagaimana dia bisa menjadi Detektif" kata mereka bersahutan didalam ruangan itu dibarengi dengan gelak tawa.