Alice

Alice
Bagian 118



Topan hanya tersenyum ketika melihat Desi menatap tajam ke arahnya.


"Alice nya kemana teh?"


Tanya Hendrik lagi.


"Alice hari ini ijin,mau jalan sama pacarnya.!"


Ucap Desi ketus.


"Oh begitu makasih ya teh.!"


Jawab hendrik


"Sama-sama.!"


Jawab Desi.


Tak berapa lama mobil Purnama Pun lewat tepat di depan Desi, Topan dan Hendrik.


"Eh Desi, mau kerja?"


Tanya Purnama berhenti sejenak.


"Iya kak, Alice udah nungguin tuh kak heheh.!"


Jawab Desi.


"Oh iya?, kalau begitu kakak jemput Alice dulu ya, Assalamu'alaikum.!"


Ucap Purnama sembari menutup kaca mobilnya.!"


"Wa allaikumus sallam!"


Jawab Desi tersenyum sembari pergi meninggalkan Topan dan Hendrik.


Purnama sempat melirik Topan dan Hendrik saat menyapa Desi tadi beradu pandang dengan Topan, namun berusaha bersikap biasa dan pura-pura tak tahu bahwa Topan pernah menyapa Alice.


"Itu cowoknya si Alice?"


Tanya Hendrik


Topan mengangguk sembari tersenyum.


"Cakep juga tuh cowok, kayanya bener deh kata Elu Pan kalau dia itu emang org kaya mobilnya aja mengkilat.!"


Ucap Hendrik


"Saingan gue berat kan.!"


Seru Topan.


"Lagian elu ada-ada aja suka sama cewek orang, kaya gak ada cewek lain aja?"


Tanya Hendrik


"Yang penting bukan bini orang cuy, selama janur kuning belum melengkung di depan rumah Alice berarti masih bisa jadi jodoh siapapun!"


Ucap Topan Pd.


"Iya juga sih hahahah, tumben elu pinter.!"


Ucap Hendrik meledek.


"Elu lupa gue lulusan hukum?"


Tanya Topan.


"Lebih tepatnya mahasiswa Abadi hahahah.!"


Jawab Hendrik tertawa.


"Wah sialan loe yah.!"


Ucap Topan sembari mengejar Hendrik yang berlari menajuhi Topan


Alice nampak telah bersiap di depan kosan menunggu Purnama datang, melihat mobil Purnama memasuki halaman kosan Alice nampak tersenyum senang.


Alice melambaikan tangannya kearah mobil Purnama.


Purnama tersenyum dari dalam mobil membalas lambaian tangan Purnama.


"Kamu sudah siap sayang?"


Tanya Purnama setelah turun dari mobilnya.


"Sudah kak Alhamdulillah.!"


Jawab Alice tersenyum setelah menjawab Pertanyaan Purnama.


"Ya sudah kakak ijin dulu sama ibu ya."


Purnama


Seru"Tadi Alice sudah ijin sekalian pamit kok kak, ibu soalnya lagi gak enak badan kak, ibu di kamar terus sejak kemarin sore !"


Jelas Alice.


"Loh kenapa sama ibu?"


Tanya Purnama khawatir.


"Ibu cuman kecapean hungkul (Aja), butuh istirahat, nanti juga sehat lagi.!"


Jawab Teteh kosan anaknya ibu kosan.


"Eh teteh, Assalamualaikum teh, gimana sehat?"


Sapa Purnama sembari mencium tangan teteh kosan.


"Wa allaikumus sallam, alhamdulillah sehat, lama ya gak pernah ketemu, sehat Purnama?"


Tanya teteh kosan balik.


"Alhamdulillah sehat juga,syukurlah kalau teteh juga baik-baik saja, iya nih teh kemarin-kemarin sempat kesini juga ko teh,cuman gak ketemu teteh heheh.!"


Jawab Purnama


"Emhsss, mau pada kamarana iye (Kemana ini) teh, sudah pada garelis dan karasep (cantik dan ganteng)?"


Tanya teteh kosan dengan bahasa campur sari nya kadang-kadang.


"Purnama mau ngajakin Alice jalan ke tempat wisata yang deket-deket aja teh supaya pulangnya gak kemalaman hehe.!"


Jawab Purnama.


"Ya sudah sok gera (cepat) pada berangkat kabujeng siang pisan (keburu siang banget).!"


Ucap teteh kosan.


"Ya sudah kami pamit teh Assalamu'allaikum!"


Seru Alice sembari meraih tangan teteh kosan dan menciumnya, Purnama pun melakukan hal yang sama setelah Alice.


"Wa allaikumus sallam!"


jawab Teteh kosan.


Alice dan Purnama memasuki mobil, Purnama memutar musik setelah menyalakan mesin mobil.


Alice hapal dengan lagu yang di putar Purnama, sesekali Alice mengeluarkan suaranya mengikuti alunan musik yang di dengarnya.


"Bagus suara kamu sayang, kenapa kamu gak ikutan audisi aja?"


Tanya Purnama tersenyum setelah keluar dari halaman kosan.


"Massa sih kak?, kak tahu ga?"


Tanya Alice.


"Apa?"


Tanya Purnama balik.


"Kakak orang pertama loh yang bilang suara aku bagus heheheh.!"


Ucap Alice jujur.


Tanya Purnama tak percaya.


"Seriusan kakak, beneran ih massa Alice bohong !"


Jawab Alice antusias.


"Ko bisa mereka bilang suara kamu gak bagus?"


Tanya Purnama bingung.


Alice mengkerutkan keningnya bibirnya mulai manyun dengan raut wajah tak senang.


"Waduh manyun deh tuh, jangan -jangan salah ngomong lagi, hadeuh.!"


Gerutu Purnama dalam hatinya.


"Ko manyun sih sayang, massa pagi-pagi udah manyun ih heheh.!"


Canda Purnama


"Kakak salah ngomong ya?, maaf deh kan kakak gak tahu heheh, jangan-jangan mereka bilang suara kamu bagus juga ya, pasti kan?"


Ucap Purnama lagi mencoba mencairkan suasana.


"Bukan kak.!"


Jawab Alice


"Terus apa kata mereka?"


Tanya Purnama bingung


"Mereka bilang suara Alice bagus banget, tapi kalau di dengerin dari monas katanya.!"


Jawab Alice jujur.


Purnama terkekeh, kemudian melirik Alice yang tengah meliriknya karena terkekeh tertawa.


Purnama langsung membuang senyum dari bibirnya dan menahan rasa geli mendengar ucapan Alice tadi.


"Ko mereka gitu sih sayang sama kamu, emang siapa yang bilang?"


Tanya Purnama lagi.


"Keluarga Alice heheh.!"


Jawab Alice tersenyum.


Purnama ikut tertawa setelah mendengar Alice tertawa.


"Kak kita mau kemana hari ini?"


Tanya Alice.


"Ke suatu tempat yang tenang, dimana di sana hanya ada kita berdua.!"


Jawab Purnama datar.


"Ada masalah lagi kak?"


Tanya Alice mencoba menebak ekspresi wajah Purnama.


"Hemhsss ujian itu pasti akan selalu datang sayang, ini mungkin bukan masalah tapi bisa lebih di sebut ujian untuk kita berdua.!"


Jawab Purnama perlahan.


Alice menarik napas pelan kemudian menghembuskannya, dan menurunkan kaca jendela mobil.


"Kamu panas sayang?"


Tanya Purnama.


"Hanya sedikit sesak saja kak.!"


Jawab Alice


"Sedikit sesak ketika mengingat bahwa hubungan kita tidak direstui mamah kakak.!"


Alice melanjutkan kata-katanya lagi.


"Hemhsss, kamu sudah sarapan sayang?"


Tanya Purnama mengalihkan pembicaraan.


"Belum kak.!"


Jawab Alice.


"Biasanya Alice dan Desi sarapan di tempat kerja kalau masuk kerja dari pagi, Alice sama Desi di kasih nasi bungkus pagi dan siang.!"


Jawab Alice jujur.


"Ya sudah kita cari makan dulu ya.?"


Tanya Purnama.


"Alice hanya ingin makan-makanan yang pedas dan gurih serta berkuah kak.!"


Jawab Alice.


"Kira-kira apa?"


Tanya Purnama lagi.


"Mau makan mie ayam bakso lah kak.!"


Jawab Alice.


"Mie ayam baso?"


Tanya Purnama mencoba meyakinkan apa yang baru saja di dengarnya.


"Iya kak.!"


Jawab Alice


"Mie ayam mana ada kuah nya sayang."


Seru Purnama.


"Kalau gitu mau cilok kuah aja.!"


Seru Alice lagi.


"Cilok kuah?"


Tanya Purnama.


"Iya yang waktu kita makan rame-rame sama kak Asti dan kak Dahlan itu loh kak.!"


Jawab Alice menjelaskan.


"Oh itu bakso Aci sayang.!"


Seru Purnama.


"Oh salah ya heheh.!"


Seru Alice tersenyum.


"Udah lama ya kak kita gak pernah jalan bareng sama kak Asti dan Kak Dahlan?"


Keluh Alice.


"Kamu kangen ya sama mereka, gimana kalau nanti malam kita bikin acara makan malam bareng aja?"


Usul Purnama


"Boleh kak boleh.!"


Jawab Alice antusias.


"Ya sudah kita sekarang makan dulu aja ya, di depan sana kayanya ada deh tukang bakso Aci.!"


Seru Purnama, Alice mengangguk tersenyum mendengar Purnama.