
Selesai shalat duhur berjamaah, Asti, Alice ,Dahlan dan Purnama pun langsung menuju kamar rawat Dewi untuk bergantian jaga bersama para orang tua.
"Assalamualaikum.!"
Ucap Purnama dan Alice memberi salam.
"Wa allaikumus sallam, kalian sudah kembali?"
Jawab Ibu kos.
"Udah bu, silahkan kalau bapak dan ibu mau makan siang, sekalian shalat duhur dulu, biar kami yang ganti jagain Dewi.!"
Ucap Purnama.
"Baiklah tolong titip Dewi ya.!"
Ucap Ayah Dewi.
"Iya pak bapak tenang aja.!"
Ucap Purnama.
Para orang tua pun pergi untuk makan dan shalat duhur.
"Gimana kalau kita nemuin Dewi sekalian ngasih tahu dia kalau kita besok akan pulang?"
Usul Asti.
"Boleh kalau memang tidak apa-apa menemui Dewi langsung berbarengan.!"
Ucap Purnama.
"Kayanya gak papa deh asal jangan lama-lama.!"
Seru Dahlan.
"Assalamualaikum!"
Ucap Asti sembari membuka pintu kamar rawat Dewi.
"Wa allaikumus sallam."
Jawab Dewi.
"Kamu lagi apa?"
Tanya Asti kepada Dewi.
"Maafin Dewi ya udah bikin kalian semua kecewa !"
Ucap Dewi tanpa menggubris pertanyaan Asti.
"Jujur Dewi malu banget sama kalian semua.!"
Ucap Dewi lagi tegar.
"Udah gak usah terlalu dipikirkan andai kami pun yang diposisi kamu pasti keinginan hati kami menghindari ujian berat ini."
Ucap Alice mencoba menghibur Dewi.
"Jadi gimana apa kamu sudah memutuskan hal baik hari ini?"
Tanya Alice lagi.
Dewi tersenyum sembari mengangguk.
"Tadi Keluarga Juanda kesini dan bicara dengan ku."
Ucap Dewi bercerita.
"Lalu?"
Tanya Asti penasaran.
"Iya, aku memutuskan untuk tidak menikah dengan Juanda, bagaimanapun aku gak akan pernah bisa maafin dia atas semua perlakuannya terhadap ku selama di rumah nya.!"
Ucap Dewi penuh dendam.
"Lalu ?"
Tanya Alice
"Iya... aku masih ingin bersekolah dan meraih cita-cita anak ini akan aku berikan kepada keluarga Juanda nantinya.!"
Ucap Dewi berani.
Terdengar sangat mengecewakan, yang selalu di harapkan oleh Alice dan yang lain adalah Dewi tetap merawat anak itu meski sekedar oleh keluarganya saja.
Semua tersenyum menyembunyikan kekecewaanya.
"Bagaimana menurut kalian?"
Tanya Dewi.
"Kami akan menghargai apa yang sudah kamu putuskan Wi.!"
Ucap Purnama.
"Syukurlah setidaknya sekarang masa depan kamu sudah lebih terarah, kamu juga sudah tahu jalan mana yang akan kamu ambil nantinya, kami bisa merasa lega sekarang.!"
Ucap Purnama Lagi.
"Benar apa yang dikatakan kak Purnama Wi, kamu memang berhak bahagia maka ikutilah jalan yang memang bisa membuat kamu bahagia, tapi aku titip satu hal semoga kelak kamu akan mencintai anak kamu ini meskipun bukan kamu yang merawatnya tetap saja kamu ibunya.!"
Ucap Alice kepada Dewi.
"Makasih semuanya, kalian terlalu banyak menguras tenaga pikiran dan air mata untuk ku.!"
Ucap Dewi datar.
"Oya wi besok kamu mau kembali lebih dulu ke kota, karena sebentar lagi kami harus ujian, jadi maaf kami hanya bisa menemani kamu sampai sore ini, kamu harus cepat sembuh dan kembali ke kota, jangan lupa selalu kabari kami ya.!"
Ucap Asti.
"Oh ya,,, ya aku kesepian dong nanti.!"
Ucap Dewi
"Kamu tenang aja kalau kamu sudah di rumah nanti, kami akan sering nengokin kamu kok.!"
Ucap Alice menghibur.
"Tapi sayang nya aku akan tetap berada disini sampai nanti lahiran,.!"
Ucap Dewi.
"Apa, kami akan tetap tinggal di rumah sakit?"
tanya Alice.
"Bukan di rumah sakit tapi di penginapan yang sudah di sewa oleh keluarga Juanda untuk kami tinggal selama sembilan bulan ke depan.!"
Jelas Dewi.
"Kenapa?"
Tanya Asti bingung.
Jawab Dewi Jujur
Semua saling tatap satu sama lain.
"Ya sudah kami janji kalau kami libur kami akan sering-sering nengokin kalian.!"
Ucap Purnama.
"Makasih kak!"
Jawab Dewi.
"Jaga baik-baik anak itu wi, kalau kamu butuh apa-apa jangan sungkan hubungi kami, jangan kaya orang lain, kamu punya kami jangan merasa sendiri, jangan mencoba bunuh diri lagi, siapa tahu kedepannya anak itu bisa menjadi pembuka jalan rejeki bagi kamu, dan membawa keberuntungan bagi kamu.!"
Ucap Dahlan datar.
"Iya kak in shaa Allah"
Jawab Dewi.
"Tapi janji ya sering-sering kesini, makasih juga udah mau pada perduli sama aku dan anak ini, jujur aku ngerasa beruntung punya kalian, walaupun pada akhirnya kita tidak bisa sama-sama kaya dulu lagi.!"
Ucap Dewi sedih.
"Kamu harus tenang, harus sabar, sebentar lagi kamu jadi ibu.!"
Ucap Alice.
Dewi hanya tersenyum simple merespon perkataan Alice.
"Kamu mau sesuatu untuk di makan ga?"
Tanya Asti kepada Dewi
"Pengen ice cream kak kayanya enak deh seger.!"
Ucap Dewi tanpa sungkan lagi.
"Ya sudah biar aku sama Dahlan yang carikan keluar ya.!"
Ucap Asti sembari menarik tangan Dahlan.
"Makasih kak, yang banyak ya ice cream nya.!"
Ucap Dewi.
Alice melirik Purnama merasa ada yang tidak biasa pada Dewi.
"Wi beneran ya kamu gak papa kami tinggal?"
Tanya Alice.
"Kalian tenang aja lagian disini udah ada orang tua juanda juga yang bantu jagain aku"
Ucap Dewi meyakinkan.
"Alhamdulillah.!"
Ucap Alice tersenyum.
"Tapi janji ya, kak bawa Alice sering-sering kesini nemuin aku.!"
Pinta Dewi kepada Purnama.
"Pasti selama kamu juga mau janji, akan terus jaga diri dan anak yang ada di dalam kandungan kamu.!"
Pinta Purnama.
"Pasti kak heheh!"
Ucap Dewi kepada Purnama.
"Nanti pas udah usian tujuh bulan kita belanja baju bayi, nanti aku sama kak Purnama pasti temenin heheh.!"
Ucap Alice bersemangat.
"Kamu semangat banget Lice, apa aku kasih ke kamu aja anak ini?"
Ucap Dewi keceplosan dengan mata sinis
"Maksud kamu Wi?"
Tanya Alice heran.
"Emhsss enggak kok gak papa heheh.!"
Jawab Dewi
"Emhsss ya sudah kamu istirahat dulu wi nanti Dahlan sama Asti pasti kesini bawain ice cream ok.!"
Ucap Purnama meringkas pertemuan mereka setelah melihat gelagat Dewi yang tidak senang dengan obrolan seputar anak di dalam kandungannya.
"Ok kak aku tunggu ya.!"
Ucap Dewi antusias.
"Ya sudah ayo sayang.!"
Ucap Purnama kepada Alice sembari meraih tangan Alice untuk membawanya keluar dari kamar Dewi.
"Assalamualaikum Dewi."
Ucap Alice ramah.
Sesampainya di luar ternyata Asti dan Dahlan masih di sana tengah berbincang.
"Kalian masih disini?"
Tanya Purnama.
"Kalian ngerasa ada yang aneh gak sih sama gelagat Dewi sekarang?"
Tanya Asti.
"Iya Dewi tidak senang ketika Alice dari tadi ngomongin anak dalam kandungannya juga.!"
Ucap Purnama.
"Sudah gak usah dipikirin setidaknya kita tahu Dewi tetap belum bisa nerima anak dalam kandungannya.!"
Ucap Dahlan.
"Sayang kamu juga jangan terlalu sering ngomongin anak nya Dewi, dia gak suka tadi.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
Alice mengangguk.
"Kalian cepat pergi beli ice cream sana itu ibu hamil nungguin di dalam.!"
Ucap Purnama
"ya udah ayo.!"
Ucap Dahlan kepada Asti.