
Alice terus memacukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah BTS.
Dia tidak begitu tau jalanan di Korea akibatnya dia sering salah jalan walau V sudah membantu menunjukan arahnya berulang kali.
"Angel kau kenapa?" tanyanya dengan keadaan yang terpontang panting didalam mobil
Alice tidak menjawab dengan tatapan tajamnya pokus mengendarai
"Angel pelan pelan" teriaknya
Tapi Alice sama sekali tidak menjawab dia hanya terpokus pada tujuannya sekarang
"Angellll" teriak V membuat Alice terkejut dan memijak pedal rem mendadak.
Stttttt suara mobil itu terhenti tiba tiba, hingga membuat badan V maju dari bangkunya.
V menarik napasnya perlahan sebelum memulai berbicara
"Kau kenapa? Apa yang terjadi ?" Tanya V setelah mengatur nafasnya.
Alice sama sekali tidak menggubris pertanyaan V dia hanya menggenggam erat setir mobil keras dengan pandangan tajam dan air mata yang hampir lolos dari sana.
"Apa yang terjadi ? kau bisa ceritakan padaku" kata V mendekati Alice dan mulai mengelus kepalanya
"Apa pun yang akan terjadi aku akan selalu berada disisimu" perhatiannya membuat Alice menatap matanya dan terlihat rasa nyaman dan kejujuran dari sana.
Alice menunduk dengan air mata yang dia tahan "percayakan padaku" kata nya sambil merangkul Alice kepelukan nya dan mengelus punggung Alice pelan untuk membuat Alice lebih nyaman.
Alice hanyut didalam pelukan V dengan air mata yang dia tahan V yang menyadari air mata yang tertahan dari Alice mulai membuat Alice lebih mengeratkan pelukan nya membuat Alice nyaman
"Menangislah" katanya membisik ketelinga Alice sembari mengelus kepala Alice.
Alice perlahan mulai menangis didalam pelukan V dan membalas pelukan yang diberikan V.
"Tenang...aku percaya kau pasti akan bisa menjalani ini " kata V juga ikut menangis.
Lima belas menit berlalu hingga Alice mulai bisa menata hati dan pikirannya, Alice mulai melonggarkan pelukan nya dan memandang V yang juga ikut menangis bersamanya.
Dia tidak bertanya sama sekali dan mulai menghidupkan mesin mobil.
"Aku saja yang mengemudi kau belum tenang" cegah V
"Aku bisa. Kau jangan cemas cukup tunjukan saja jalannya" kata Alice lembut dan mulai menjalankan mobil
"Aku saja Angel suasana hatimu belum tenang" kata V mencoba menghentikan Alice
"Kita tidak punya banyak waktu. Jangan lagi bertanya atau berbicara, jika aku tidak meminta aku yang akan mengurus semua ini" kata Alice datar dan menancapkan gas dengan kecepatan tinggi
Sore hari Alice tiba di luar kediaman BTS menapaki satu persatu jalanan dekat rumah BTS memantau dari kejauhan diikuti V dari belakang yang kebingungan dengan tingkah Alice yang berulang kali mengintip dari pagar rumah mewah itu.
"Apa yang kau lakukan ?" Tanya V melihat Alice mengintp dari lubang pagar dengan suara beratnya
"Baiklah" kata V berbisik dan mengikuti Alice dari belakang dengan menunduk nundukan badannya
Alice memantau dari kejauhan dan mencari cari dimana saja ada cctv yang dapat menjangkau area dari luar rumah itu.
Alice menembak satu persatu cctv itu dengan cepat. Karna suara tembakan yang sangat keras itu membuat para staf dari dalam rumah berdirian dibalkon mencari arah suara itu tapi tak ada siapapun.
"Coba periksa siapa itu" kata salah satu mereka dan seorang satpam berseragam rapi keluar dari pagar dengan segera Alice mendekati satpam itu dan menutup mulutnya dari belakang sambil menyeretnya kelorong gelap didekat rumah
"Kau ?" tanyanya pada Alice setelah Alice mendudukannya dan melepas cengkraman itu "Teahyung" katanya heran sambil menatap Alice dan V bergantian
"Ada situasi yang tidak bisa dijelaskan saat ini turuti saja perintah kami lebih dahulu" kata V meyakinkan satpam itu
"Dengarkan perintahku, kau harus segera bertemu dengan Bang Si-Hyuk dalam jangka waktu yang cepat katakan padanya untuk menyiapkan bala tentara dan polisi disetiap gedung diperusahaannya dengan jumlah yang cukup besar kirimkan juga kekediaman BTS ... Aku yang akan mengurus anggota BTS katakan padanya untuk pokus pada perusahaannya dan matikan seluruh cctv yang ada disana ... kau harus cepat sampai kesana kita tidak punya banyak waktu" Jelas Alice terburu-buru.
Penjelasan Alice disambut anggukan dari satpam itu walaupun dirinya kebingungan dengan situasi ini tapi dia tetap berusaha mendengarkan dengan seksama. Sebab Ini juga bukan kali pertama dia mendapat perintah yang mendadak.
Alice menghentikan langkah satpam itu sambil berkata "Berjanjilah mati lebih baik bagimu dari pada membocorkan ini pada siapapun selain Bang Si-Hyuk" kata Alice memastikan
"B-baik" katanya sedikit terkejut melihat tatapan tajam dari Alice
"Tunggu" kata Alice mencegat satpam itu dan memberikan sebuah kartu tanda pengenal Alice sebagai detektif BTS dengan sebuah pistol
"Ini akan membantumu jika mereka hendak mencegahmu" kata Alice.
Satpam itu berlalu meninggalkan lorong dengan berlari setelah mengangguk mengerti.
"Apa yang sebenarnya akan terjadi Angel" Tanya V penasaran saat mendengar tuturan Alice pada satpam tadi yang telah berlalu
"Aku akan memberitahumu setelah ini…sekarang tetaplah dibelakangku" kata Alice meyakinkan V agar percaya dan tidak banyak tanya
Alice dan V mulai mendekati rumah itu dengan cara mengendap agar tidak tertangkap oleh kamera cctv
"Ahh Teahyung-ahhh" teriak Jimin dari atas balkon, staf dan member yang lain langsung melihat kearah pandangan JiMin.
Mendengar teriakan itu Alice langsung menarik rambut V dengan keras kebalik tembok disana
"Dimana ? tidak ada " kata member yang lain melihat kearah yang dilihat Jimin.
Member dan staf langsung berlalu meninggalkan Jimin sendirian, karna mengira mungkin Jimin salah lihat.
"Heii kau kesini " Tarik Alice
"Arkhh sakit sakit" katanya menyingkirkan tangan Alice dari rambutnya kesakitan.
"Apa kau bisa sedikit berhati hati ?" oceh Alice
"Maaf" katanya dengan muka cemberut.
Alice tidak menggubrisnya kemudian memilih masuk melalui pintu belakang untuk memusnahkan satu persatu cctv dari dalam rumah sebelum bertemu dengan para anggota BTS.