
Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi, setiap kelas berdoa untuk menutup kegiatan hari ini.
Purnama keluar kelas lebih dulu dibanding yang lainnya menatap ke arah kelas Alice.
Siswa dan siswi di kelas Alice pun mulai bubar keluar kelas, tatapan Purnama tak sedikitpun beralih dari pintu kelas Alice.
Saat Purnama tengah sibuk menatap ke arah Pintu kelas Alice Gita keluar dari kelas dan menghampiri Purnama.
"Fokus banget liatin siapa sih?"
Tanya Gita mengagetkan.
"Eh kamu Git, aku lagi nungguin cewek aku mau aku antar Pulang.!"
Jawab Purnama seraya tersenyum.
"Emhsss jadi cewek kamu di kelas itu?"
Tanya Gita lagi.
Purnama mengangguk sembari terus menatap Pintu kelas Alice, sampai akhirnya tidak ada lagi anak yang keluar dari kelas.
"Pur elo ngapain diem disitu, gak nganter Alice?"
Tanya Dahlan dari pintu kelas.
Purnama pun menoleh ke arah Dahlan.
"Dia masuk sekolah?, ko aku gak liat dia sejak pagi?"
Tanya Purnama.
"Sejak pagi dia liatin elu berdua, emang elu berduanya aja gak sadar saking romantisnya.!"
Ucap Dahlan.
Asti menarik tangan Dahlan untuk langsung pulang.
"Eh apa sih maksud mereka gak jelas banget.!"
Seru Gita.
Purnama tak memberi respon sedikitpun, Purnama berlari ke arah kelas Alice meninggalkan Gita sendirian.
"Pur mau kemana?"
Teriak Gita namun Purnama tak menjawab sedikitpun.
Gita dengan kesal menyusul Purnama, saat Purnama sampai di depan kelas Alice seorang penjaga sekolah tengah sibuk mengunci pintu kelas Alice.
"Pak...! pak...! pak...!, di dalam udah gak ada siapa-siapa?"
Tanya Purnama kepada penjaga sekolah.
"Udah gak ada udah pada balik semua.!"
Jawab Penjaga sekolah.
"Serius pak?"
Tanya Purnama
"Iya massa saya ngunci orang di dalam!"
Jawab penjaga sekolah tegas.
"Baiklah pak terimakasih.!"
Ucap Purnama.
"Kamu nyariin siapa sih Pur?"
Tanya Gita.
"Cewek aku Alice, Dahlan bilang dia merhatiin aku sejak pagi sedangkan sejak pagi aku bareng kamu terus, aku cuman khawatir kalau dia akan salah paham terhadap aku dan kamu, lebih-lebih dia tahu massa lalu kita.!"
Jelas Purnama.
"Tenang aja, kalau denger dari cerita kamu dia itu kan baik pasti gak akan salah paham ke kita.!"
Ucap Gita mencoba menenangkan.
"Setidaknya aku harus bicara dulu sama dia dan kasih penjelasan.!"
Seru Purnama.
"Meskipun dia gak butuh penjelasan kamu?"
Tanya Gita.
"Alice mungkin memang gak minta penjelasan, tapi aku harus memberi dia penjelasan karena dia pasti menginginkan hal itu meski tak memintanya.!"
Jelas Purnama.
Gita tak segan menunjukan rasa kesal nya terhadap Purnama.
"Sory Git aku harus ke kosan Alice dulu nyamperin dia, sampai jumpa besok ya.!"
Ucap Purnama sembari pergi meninggalkan Gita sendirian.
Gita yang kesal melihat Purnama Pergi secara sengaja menendang tempat sampah di hadapannya hingga berhamburan.
Pak Budi yang baru saja keluar dari ruang guru melihat hal tersebut sontak memanggil Gita.
"Gita.!, apa-apaan kamu bersihkan kembali cepat.!"
Ucap Pak Budi setengah berteriak.
Mendengar Pak Budi berteriak Gita langsung ambil langkah seribu, berlari secepat mungkin meninggalkan sekolah lewat gerbang belakang.
"Gita.!, Gita!!!"
Panggil Pak Budi, sembari mengejar Gita sampai ujung gedung sekolah.
"Keterlaluan anak itu.!"
Ucap Pak Budi Kesal.
Sementara Gita yang telah berlari keluar gerbang bertemu dengan Irma.
"Loh ka Gita kenapa lari-larian?"
Tanya Irma kepada Gita so akrab.
Tanya Gita.
"Tahu dong kak, siapa sih di sekolah ini yang gak kenal sama kakak, cewek paling populer dan secantik ini pastilah semua tahu siapa kakak.!"
Ucap Irma memuji.
Gita mendengar Pujian itu tersenyum genit kepada Irma.
"Kamu bisa aja muji saya, saya jadi malu heheh.!"
Ucap Gita.
"Dasar cewek geer'an, kalau bukan buat bikin hubungan Alice sama kak Purnama berantakan aja aku males deket sama si Gita ini, stop Irma, stop ngeluhnya semua demi Purnama pokonya demi Purnama titik.!"
Ucap Irma dalam Hatinya sembari menatap Gita sinis.
"Salam kenal ya, pasti kamu seneng banget kan bisa kenalan secara langsung dengan cewek secantik dan sepopuler aku.!"
Ucap Gita sombong sembari mengulurkan tangannya mengajak bersalaman.
Irma menyambut tangan tersebut dan berjabat tangan.
"Saya Irma kak dari kelas X, satu kelas sama Alice pacarnya kak Purnama.!"
Jelas Irma.
"Gak usah di sebutin juga kali ah, aku juga udah tahu.!"
Jawab Gita kesal.
"Kakak cemburu ya.!"
Ucap Irma nyeleneh.
"Kata siapa sih, masa iya cewek sepopuler aku harus jealous sama cewek dari Desa kaya Alice, jauh lah dari apa-apa nya juga.!"
Ucap Gita sombong.
"Udah ketahuan cemburu juga masih aja sempet sombong.!"
Gerutu Irma dalam hati
"Oh gitu ya kak, tadinya aku mau bantuin kakak buat bikin mereka pisah, tapi ya kalau kakak gak cemburu berarti mereka gak usah di pisahin dong ya, ya udah kak saya duluan ya.!"
Ucap Irma sembari melangkah perlahan berharap Gita menghentikannya.
"Tapi kalau sampai Purnama sama Alice Putus kan aku juga yang untung, aku bisa kembali ke Purnama kaya dulu lagi.!"
Seru Gita dalam hati nya.
"Ir.!"
Panggil Gita
Irma tersenyum menyeringai bagaikan drakula yang akan mendapatkan angin segar.
Irma Pun berbalik kepada Gita.
"Iya kak?"
Tanya Irma Pura-Pura tidak mengerti.
"Emhsss tunggu sebentar.!"
Seru Gita sembari menghampiri Irma.
"Ir, memang nya cara apa yang kamu punya untuk buat aku bisa balik ke Purnama?"
Tanya Gita penasaran.
"Aku tahu segala tentang Alice, aku bisa kasih info ke kak Gita kemana mereka Pergi dan kak Gita bisa selalu menjadi orang ketiga di antara mereka berdua,gimana?"
Tanya Irma menawarkan keuntungan untuk Gita.
"Bagai mana bisa kamu tahu kalau mereka akan pergi kemana pun?"
Tanya Gita Ragu
"Aku kan satu kos sama Alice, dan aku cukup dekat dengan Alice, jadi aku bisa tahu mereka akan pergi kemana hanya dengan bertanya kepada Alice, gimana?"
Seru Irma tersenyum.
"Lalu apa keuntungannya buat kamu?"
Tanya Gita.
"Emhsss tentu dong semua itu gak gratis kak, ada informasi pasti ada harga heheh.!"
Ucap Irma dengan Percaya Diri.
"Jadi kamu mau memeras saya?!"
Tanya Gita emosi.
"Oh ya sudah kalau begitu saya pulang saja.!"
Ucap Irma sembari seolah akan melangkah pergi.
"Eh iya deh iya, berapa yang harus aku kasih ke kamu setiap kali kamu kasih aku info?"
Tanya Gita masih agak kesal.
"Nah gitu dong kak, jadi makin cantik kan kalau di tambah baik mah, heheheh, murah aja kok kak aku cuman minta lima ratus ribu setiap kali saya kasih info ke kakak, dan harus langsung di transfer ke rekening saya bagaimana setuju?"
Tanya Irma
"Apa lima ratus ribu?, yang benar aja kamu darimana saya bisa dapat uang sebanyak itu?!"
Ucap Gita Kesal.
"Massa cewek sefaporit kakak gak punya uang banyak sih, kan kakak orang kaya, heheh."
Seru Irma memuji untuk menjatuhkan
"Iya deh iya, sini no handphone kamu, nanti aku chating kamu duluan.!"
Ucap Gita mengalah.
Irma pun memberikan no handphone nya pada Gita kemudian memutuskan Pulang.