Alice

Alice
Bagian 97



Dahlan yang mendengar percakapan antara Alice,Asti dan Purnama pun tersenyum dari balik kamar.


"Syukurlah semua cepat berlalu Alhamdulillah.!"


Ucap Dahlan seraya tersenyum dan masuk kedalam kamar.


"Pur sorry ya gue tadi emosi.!"


Ucap Dahlan sembari berdiri


"Gak papa Lan, aku paham ko.!"


Jawab Purnama.


"Sebenarnya Alice udah ngeliat kedekatan kakak sama Kak Gita sejak pertama kita kembali ke sekolah, Alice ngeliat kakak ngobrol sama Kak Gita di parkiran, dan jujur perasaan Alice kacau saat itu sampai akhirnya Alice ngelarang kak Dahlan dan Kak Asti buat bilang ke kakak, eh akhirnya malah kak Asti jadi korban perasaan gara-gara ke egoisan Alice.!"


Ucap Alice merasa bersalah.


"Sudahlah yang lalu biar berlalu, tak perlu di ungkit lagi, yang terpenting saat ini kita sudah tahu kebenarannya seperti apa.!"


Ucap Asti.


"Bener kita ini satu keluarga wajar jika kita saling menjaga!"


Ucap Dahlan sembari mengacak-acak rambut Asti.


"Iih kebiasaan deh ah, mahal tahu perawatan rambut nya.!"


Ucap Asti protes membuat Alice dan Purnama tersenyum.


"Mahal juga gue ko yang bayar biasanya juga hahahha.!"


Jawab Dahlan.


"Iya juga sih hahahha.!"


Seru Asti


"Euhhh dasar cewek.!"


Ucap Dahlan.


"Alhamdulillah gak mesti antar ke salon heheh!"


Ucap Purnama nyeleneh.


"Iya elu enak Pur gue bobol tiap minggu ke salon mulu, belom juga jadi bini hahahah.!"


Ucap Dahlan bercanda.


"Kagak ikhlas nih ceritanya.!"


Ucap Asti.


"Ikhlas ko Ikhlas heheh, ampun ya baikan deh baikan.!"


Seru Dahlan ngerasa horor sama tatapan Asti.


Semua orang tertawa mendengar celotehan Dahlan.


"Ngomong-ngomong udah maghrib kak, kita pulang sekarang ya, Takutnya Alice di cariin.!"


Seru Alice.


"Iya juga gak kerasa, ya udah deh Pur gue sama Alice dan Asti balik lah ya, elu cepet sembuh inget minggu depan kita ujian sekolah.!"


Pesan Dahlan.


"In shaa Allah, titip ya.!"


Seru Purnama kepada Dahlan.


"Tenang aja gue toplesin biar gak kegores sedikitpun.!"


Ucap Dahlan.


"Dikira cewek orang jin kali ah di masukin ke toples hahahh.!"


Tawa Asti renyah.


"Tahu ni orang ada-ada aja, ya udah sayang maaf ya kakak gak bisa antar pulang.!"


Ucap Purnama pada Asti.


"Iya gak papa kak, yang penting kakak cepat sembuh ya.!"


Ucap Alice


"In shaa Allah sayang, apalagi udah di jenguk sama kamu pasti cepet banget sembuhnya.!"


Gombal Purnama.


"Mulai deh mulai dasar raja gombal.!"


Seru Asti mencela Purnama.


"Heheh sirik aja mentang-mentang gak pernah di gombalin.!"


Celetuk Dahlan.


"Ya sudah Alice Pulang ya, Assalamualaikum.!"


Ucap Alice kepada Purnama.


"Wa allaikumus sallam, hati-hati ya nanti kalau udah sampai kabarin jangan sampai enggak.!"


Pesan Purnama.


"In shaa Allah ka.!"


Jawab Alice


"Ya udah gue balik ya, cepet pulih biar bisa jalan-jalan bareng lagi kita.!"


Ucap Dahlan.


"Siap bang!"


Ucap Purnama.


Asti dan Alice serta Dahlan pun meninggalkan Rumah Purnama.


"Alhamdulillah semuanya sudah selesai.!"


Ucap Asti.


"Iya kak Makasih banyak karena gak pernah bosan bantuin Alice menyelesaikan masalah-masalah Alice.!"


Ucap Alice.


"Sama-sama.!"


Jawab Asti.


Di tempat lain Irma terbangun dari tidurnya oleh suara penghapus white board yang jatuh, seketika Irma bersandar ke pintu, suasana ruang kelas yang gelap membuat Irma tidak bisa melihat apa-apa.


Irma sibuk mencari stop kontak dan mencoba menghidupkan lampu kelas namun sayang tidak satupun lampu menyala di dalam kelas.


Irma meraba tasnya dan mencari handphone nya di dekat tas.


Irma berhasil meraih handphone nya dan menyalakan lampu flash dari handphone nya, handphonenya yang mulai lowbat membuat Irma semakin Panik.


"Alice, ya aku harus nelpon Alice.!"


Ucap Irma seraya mencari number telpon Alice.


Ucap Irma sembari ketakutan


"Handphone kamu bunyi Lice.!"


Ucap Asti.


"Oh iya kak, aku angkat dulu.!"


Ucap Alice.


"Halo Assalamualaikum.!"


Ucap Alice.


"Alice tolong aku lice tolong, aku kekunci....!"


Irma tak sempat meneruskan ucapannya karena handphonenya mendadak mati.


"Halo Ir halo...!"


Ucap Alice.


Asti melirik kebelakang bingung.


"Loh ko malah mati sih.!"


Ucap Alice sembari menatap layar handphone nya yang kecil.


"Ada apa Lice?"


Tanya Asti.


"Irma kak, barusan dia nelpon aku, terus minta tolong, dia bilang dia ke kunci, tapi telponnya langsung terputus.!"


Jelas Alice khawatir.


"Ko bisa,coba deh kamu telpon dia balik.!"


Saran Asti.


Alice pun mengikuti saran Asti untuk menelpon balik Irma namun no handphone Irma tidak aktif.


"Gak aktif kak.!"


Seru Irma.


"Lah gimana dong, dia ke kunci dimana masalah nya.!"


Ucap Asti ikutan bingung.


"Udah mending kita ke kosan dulu aja, barang kali dia ada di kamarnya, siapa tahu dia ngerjain doang.!"


Ucap Dahlan.


"Iya sih kak, tapi kalau dia jujur gimana?"


Tanya Alice.


"Seenggaknya kita bisa tahu kemungkinannya seperti apa jika kita ke kosan dulu.!"


Usul Dahlan.


"Ya udah bang cepetan, takutnya beneran aja dia ke kunci, ya syukur-syukur kalau kekunci di kamar nya kalau di tempat lain kemana kita nyari nya.!"


Ucap Asti.


"Ok...ok...!"


Ucap Dahlan seraya menginjak gas mengemudikan mobil dalam kecepatan.


Sesampainya di kosan, Alice langsung turun dari mobil dan menanyakan Irma kepada Anak ibu kos.


"Teh Irma udah Pulang?"


Tanya Alice.


"Gak ada, belum, teteh pikir dia bareng sama kamu.!"


Jawab Anak Ibu kos.


"Astagfirullah.!"


Ucap Alice.


"Ada apa Lice?"


Tanya teteh kosan


"Tadi Irma nelpon Alice minta tolong, dia bilang dia kekunci, tapi sekarang nomer telponnya gak aktif teh.!"


Jelas Alice.


"Ya Allah kemana atuh, coba cek ke kamarnya.!"


Saran anak ibu kos.


Alice dan anak Ibu kos d temani Asti berlari ke kamar Irma.


"Ir...ir... kamu di dalam?"


Seru teteh kosan.


Desi yang mendengar keributan diluar pun keluar dari kamar nya.


"Ada apa ini rame-rame?"


Tanya Desi.


"Irma des, apa kamu sempat lihat Irma tadi masuk ke kamar?"


Tanya Alice kepada Desi.


"Enggak Lice kayanya sejak tadi aku pulang belum ngeliat dia lagi.!"


Jawab Desi


"Tadi terakhir kita ketemu dia kan masih di dalam kelas, memangnya ada apa?"


Tanya Desi bingung.


"Jadi tadi si Irma sempat nelpon Alice minta tolong, katanya dia kekunci, tapi gak jelas kekunci dimana telponnya keburu mati.!"


Ucap Asti menjelaskan.


"Astagfirullah jangan-jangan di sekolah Lice, tadi terakhir ketemu di sana kita Lice, dia juga belum keluar pas kita keluar.!"


Seru Desi.


"Ayo cepat kita kesana.!"


Ucap Dahlan berlari keluar kosan.


Desi, Alice, Asti dan Anak Ibu kos berlarian ke dalam mobil.


"Teteh ikut teteh khawatir.!"


Ucap Anak ibu kos sembari memasuki mobil.


"Iya teh ayo.!"


Jawab Asti.


Mobil pun melaju keluar dari halaman kosan menuju sekolah, dengan wajah panik semua berharap Irma baik-baik saja...