Alice

Alice
Bagian 194



Sementara Alice dan Purnama dalam perjalanan menuju kantor Topan, Andri di dalam ruangannya tengah mencaci maki dirinya sendiri.


"Dasar bodoh, bodoh, bodoh, kenapa aku biarkan dia di miliki orang lain lagi, seharusnya setelah dia lepas dari Topan, dia jadi milik ku, bukan malah jatuh kepangkuan kisah lama, bagaimana bisa aku menghadiri acara pernikahan kamu Lice, sementara aku menatap undangan mu saja tak sanggup!"


Seru Purnama kepada dirinya sendiri, Akila yang tanpa sengaja mendengar omelan Andri memberanikan diri masuk ke dalam ruangan Andri.


"Jadi selama ini tujuan Bapak memisahkan Alice dan Topan adalah perasaan bapa sendiri?!"


Seru Akila kepada Andri. Andri hanya menunduk sendu meratapi nasibnya.


"Apa salah jika aku mencintai dia?"


Tanya Andri kepada Akila, Akila menutup pintu ruangan Andri rapat-rapat.


"Tidak ada yang salah dengan sebuah perasaan pak, tapi yang membuatnya salah itu sikap kita, cara kita mengutarakan perasaan itu!"


jawab Akila.


"Lantas apa yang bisa aku perbuat sekarang?!"


Tanya Andri lagi sembari sendu.


"Ikhlas pak, tawakal dan sabar, jodoh itu di tangan Allah bukan di tangan manusia!"


Ucap Akila kepada Andri.


"Aku tidak ikhlas!"


Seru Andri sembari menyobek-nyobek undangan dari Alice kemudian menginjak-injak undangan itu di lantai.


"Lakukan apa yang bisa membuat bapak tenang, tapi jangan lakukan hal yang tidak akan pernah merubah apapun!"


Seru Akila sembari pergi keluar dari ruangan Andri. Andri termenung mendengar kata-kata Akila.


"Apa aku harus pasrah?"


Tanya Andri kepada diri sendiri.


Setibanya Alice dan Purnama di kantor Topan, Topan sengaja turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Alice.


"Sasaran kedua, penghianat sejati!"


Seru Purnama dalam hatinya.


"Wah Topan ternyata sudah punya kantor sendiri ya, sudah sukses dia Alhamdulillah!"


Ucap Purnama kepada Alice.


"Ayo kak Masuk!"


Ajak Alice kepada Purnama. Dengan sengaja Purnama menggandeng tangan Alice.


Topan tertegun melihat siapa yang datang.


"Assalamuallaikum!"


Ucap Alice kepada Topan, saat melihat Topan tertegun menatap kedatangannya dengan Purnama.


"Hay Topan apa kabar?"


Tanya Purnama kepada Topan.


"O...o...oh... iya... hai... wa allaikumus sallam...!"


Jawab Topan dengan ekspresi wajah yang di buat-buat.


"Ayo duduk, iya duduk disini!"


Seru Topan lagi kepada Purnama dan Alice, Alice dan Purnama pun duduk di kursi yang sama bersebelahan, kemudian Purnama secara sengaja menaruh tangannya di kepala kursi tempat Alice duduk. Purnama tersenyum dalam hatinya, melihat reaksi Topan yang seolah penuh dengan amarah, karena melihat tangan Purnama di sana.


"Ada angin apa kalian datang kesini?"


Tanya Topan mulai arogan.


"Emhsss kamu tidak bertanya kapan aku kembali, apa kamu tidak penasaran?"


tanya Purnama balik. Topan mengatur suasana hatinya.


"Tak perlu memaksakan diri, aku sudah tahu segalanya, selain itu kedatangan ku kesini bukan untuk cari masalah, masa lalu kalian itu bukan urusan ku, bagi ku jika aku sudah memulai sesuatu maka aku sendiri yang harus mengakhirinya, ini undangan pernikahan kami, aku harap kamu bisa datang pada waktunya, kami tunggu kedatangan kamu, jangan memperpanjang masalah, biarkan yang lalu berlalu!"


Ucap Purnama, Alice melirik Purnama sangat dalam, Topan pun hanya mampu tertunduk mendengar ucapan Purnama.


"Gue tahu gue salah, tapi perasaan gue ke Alice masih sama seperti dulu, gue tahu gue munafik karena segala cara gue mampu lakuin buat dapetin Alice, gue pikir dengan begitu Alice akan jadi milik gue, tapi ternyata yang namanya perasaan memang tidak bisa di paksakan!"


Jawab Topan kepada Purnama.


"Maaf kak Topan, Alice tidak pernah berniat menyakiti siapapun!"


Ucap Alice.


"Sayangnya juga bukan kamu yang menyakiti disini melainkan aku dan kamu lah yang tersakiti oleh ulah ku!"


Jawab Topan lagi.


Purnama tersenyum mendengar ucapan Topan.


"Ayo sayang kita pulang, hari sudah mulai sore jangan sampai kita kemalaman!"


Ajak Purnama kepada Alice.


"Iya kak!"


Jawab Alice kepada Purnama.


"Kak jangan lupa datang, Alice sama kak Purnama permisi, Asdalamualaikum!"


Ucap Alice sembari pergi meninggalkan Topan di sofa nya.


"Kak apa menurut kakak, tadi kakak gak keterlaluan bicara begitu?"


Tanya Alice kepada Purnama.


"Hemhsss menurut kakak sih enggak, tapi karena kamu ini orang nya gak enakan jadi ya pantes aja kamu ngerasa itu keterlaluan heheh!"


Jawab Purnama.


"Baiklah!"


Jawab Alice tersenyum.


"Sayang besok kan pak Nuh mau jemput keluarga yang di kampung, kamu mau ikut atau nemenin kakak nyebar undangan lagi?"


Tanya Purnama.


"Alice nemenin kakak aja kak, Ibu kemarin nelpon Alice bilang kalau calon manten katanya jangan suka pergi jauh-jauhan apalagi H-tiga!"


Jawab Alice.


"Emhs memangnya kenapa begitu sayang?"


Tanya Purnama.


Jawab Alice lagi.


"Unik ya hehehhe!"


Ucap Purnama.


"Namanya juga di desa kak.!"


Jawab Alice.


"Tapi emang pernah dengar sih beberapa kali kalau pengantin itu gak boleh kemana-mana malahan gak boleh ketemu kalau sudah tiga hari lagi mau nikah!"


Ucap Purnama.


"Iya kita juga gitu nanti nya kak!"


Jawab Alice.


"Apa?!"


Tanya Purnama tak percaya.


"Iya gak boleh ketemu selama tiga hari!"


Jawab Alice.


"Kenapa begitu, kan itu hanya mitos!"


Jawab Purnama.


"Gak tahu lah, tapi intinya ya gak boleh ketemu pamali!"


Seru Alice tersenyum.


"Iya deh, tapi boleh kan telponan sama video call?"


Tanya Purnama.


"Gak boleh!"


Seru Alice.


"Massa Gak boleh juga yang?"


Tanya Purnama.


"Lah iya emang gak boleh hahah!"


Ucap Alice tertawa.


"Seneng banget gak boleh hubungan.!"


Ucap Purnama agak cemberut.


"Cuman tiga hari kak, nanti juga kalau udah nikah mah tiap hari tiap menit tiap detik juga bisa ketemu ko!"


Jawab Alice tersenyum.


"Iye deh iya!"


Seru Purnama.


"Kak!"


Panggil Alice manja.


"Apa?"


Tanya Purnama.


"Laper heheh!"


Jawab Alice.


"Ya ampun iya sebelum ke rumah sekalian aja kita makan malam bareng ya, gimana kalau di tempat yang dulu biasa kita datangi?"


Tanya Purnama.


"Ih jauh banget kak, gak usah jauh-jauh ke sana, yang deket-deket aja!"


Seru Alice.


"Ya udah deh, mau makan apa?"


Tanya Purnama.


"Yang berkuah dan anget!"


Jawab Alice dan Purnama serentak bersamaan.


"Ih kakak, udah tahu aja pake nanya, masih inget aja heheh!"


Seru Alice.


"Ya itu jawaban kamu tiap kali di tanya mau makan apa, gimana kakak bisa lupa hahah!"


Jawab Purnama.


"Gak tiap kali juga ih!"


Sangkal Alice.


"Iya sih tapi seringnya begitu heheh!"


Jawab Purnama.


"Ya udah makan soto aja gimana?"


Tanya Purnama.


"Boleh, boleh!"


Jawab Alice.


"Ya udah berhenti di sana aja di pinggiran jalan makannya gak papa kan?"


Tanya Purnama


"Emang kapan Alice minta makan di restoran mahal?"


Tanya Alice balik.


"Heheh...!"


Jawab Purnama tersenyum...