
Setelah berada di luar, Papah Purnama bersama Pak Mamat dan Dahlan masuk kedalam mobil milik papah Purnama.
"Ada apa om, kenapa kita tidak bicara di luar saja?"
Tanya Dahlan bingung.
"Ini rahasia, jika kita bicara diluar saya takut ada pihak lain lagi yang dirugikan.!"
Jawab Papah Purnama.
"Baiklah Om, silahkan bicara.!"
Ucap Dahlan.
"Apa anak laki-laki yang bernama Topan tadi yang mengaku sebagai kekasih Alice di hadapan istri saya?"
Tanya Papah Purnama kepada Dahlan.
"Bagaimana om tahu?"
Tanya Dahlan kembali.
"Sebaiknya sekarang kamu jawab saja pertanyaan saya, waktu kita hanya sedikit, om kesini tanpa sepengetahuan istri om, jadi om gak bisa lama-lama.!"
Jelas Papah Purnama.
"Baik om maaf, memang benar dia orang nya om.!"
Jawab Dahlan.
"Malam ini istri saya meminta pak Mamat menculik anak laki-laki itu, sudah pasti ini demi keuntungan istri saya, dan tujuannya adalah untuk memisahkan Alice dan Purnama.!"
Ucap Papah Purnama.
"Apa, menculik?!"
Tanya Dahlan kaget.
"Sutsss jangan keras-keras.!"
Pinta papah Purnama sembari melihat kanan kiri sekitar mobilnya parkir.
"O iya maaf om maaf.!"
Ucap Dahlan mulai berbisik-bisik.
"Kamu bisa pastiin malam ini anak itu ikut dengan pak Mamat, nanti kamu ikutin mobil pak mamat dari kejauhan sementara om akan mengawasi di rumah kemana dan dimana anak laki-laki itu akan di bawa, kita harus tahu tofik pembicaraan yang akan istri om bicarakan dengan Topan, untuk mengantisipasi masalah yang akan terjadi.!"
Jelas Papah Purnama.
"Om juga akan berusaha membawa istri om kembali keluar dengan alasan pekerjaan, om rasa cara ini bisa meminimalisir gangguan yang akan Alice terima dari istri om!"
Ucap Papah Purnama lagi.
"Baik om, masalah ini om tidak perlu khawatir, pokonya semua akan berjalan sesuai yang om rencanakan!"
Ucap Dahlan menjanjikan.
"Bagus, sebaiknya sekarang kamu kembali ke dalam dan om akan pulang!"
Ucap Papah Purnama.
"Baik om saya permisi Assalamualaikum!"
Seru Dahlan sembari keluar dari mobil kemudian setengah berlari masuk kedalam rumah sakit.
"Wa allaikumus salalm!"
Jawab Papah Purnama
"Ayo Pak Mamat kita cepat Pulang, sebelum istri saya curiga.!"
Pinta Papah Purnama.
"Baik Tuan.!"
Pak Mamat mengemudikan mobilnya dengan kecepatan. setelah sampai di halaman rumah Papah Purnama sengaja keluar dari mobil dan masuk melalui pintu belakang supaya istrinya tidak curiga.
Setibanya di dalam rumah papah Purnama bisa bernapas lega kemudian menghampiri istrinya di dalam kamar, hari sudah mulai gelap sudah hampir pukul sembilan malam.
Papah Purnama masuk ke dalam kamar kemudian langsung ke kamar mandi untuk berganti baju tidur.
Istrinya nampak telah terlelap di dalam selimut, Papah Purnama pun ikut berbaring di samping istrinya.
"Pah.!"
Panggil sang istri.
"Emhs kenapa mah?"
Tanya Papah Purnama dengan perasaan kaget.
"Papah ko lama banget, habis dari mana?"
Tanya sang Istri.
"Habis dari belakang mah, tadi orang kantor nelpon mah.!"
Ucap Papah Purnama berbohong.
"Ada apa mereka nelpon?".
Tanya mamah Purnama masih di balik selimut.
"Iya kita diminta balik secepatnya ke perusahaan mah, ada urgent katanya.!"
Jawab Papah Purnama.
Tanya Mamah Purnama sembari keluar dari balik selimutnya.
"Entahlah mah pokonya kita harus segera kesana kalau bisa malam ini juga katanya, tapi kata papah besok pagi kita baru bisa kesana.!"
Seru Papah Purnama berbohong
"Dasar memang pada gak becus kerja mereka, awas saja kalau sampai perusahaan kita bangkrut mamah akan keluarkan semua karyawan di perusahaan kita!"
Seru Mamah Purnama kesal.
"Ya sudah sebaiknya besok kita segera ke sana mah, Purnama sudah terlanjur kita berangkatkan ke luar negeri, biaya sekolahnya mahal mah, kalau kita bangkrut gimana?"
Tanya Papah Purnama sembari tertidur di ranjang nya.
Mamah Purnama tertegun beberapa saat.
"Tidak mungkin aku pergi begitu saja, jika aku pergi sekarang akan banyak rencana ku yang terbengkalai, tapi... jika tidak pergi..m!"
Mamah Purnama terdiam.
"Mah!"
Ucap Papah Purnama berharap rencananya akan berhasil.
"Pah sebaiknya kita pikirkan besok pagi, malam ini kita tidur saja!"
Ucap Mamah Purnama setelah melihat jam dinding di kamarnya sudah menunjukan pukul setengah 11 malam.
"Kalau sampai anak itu dan pak Mamat ke rumah tapi Papah belum tidur bahaya.!"
Seru Mamah Purnama lagi di dalam hatinya.
Mamah Purnama langsung menyelimuti dirinya dengan selimut sampai menutup kepala kemudian mengambil handphone dan mengirim pesan kepada Pak Mamat.
Selesai mengirim pesan mamah Purnama pura-pura tertidur.
Dengan sengaja suaminya merangkul istrinya di tempat tidur .
Mamah Purnama mulai merasa was-was, takut suaminya mengetahui rencana nya untuk memisahkan Alice dan Purnama melalui Topan.
Waktu berlalu Pak Mamat baru saja keluar dari parkiran rumah sakit di ikuti oleh mobil Asti, di dalam mobil Asti hanya Dahlan dan Iqbal.
"Apa yang bisa kita lakukan nanti, saat kita telah tahu rencana mamah Purnama?"
Tanya Iqbal kepada Dahlan.
"Gue juga gak tahu, setidaknya kita bisa meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi.!"
Jawab Dahlan.
Sesampainya di halaman Rumah Purnama Dahlan sengaja memarkirkan mobil Asti jauh dari rumah Purnama kemudian berjalan kaki dan mengendap-endap masuk ke dalam rumah.
Topan di bawa ke gudang lantai bawah rumah tanpa paksaan.
Dahlan dan Iqbal mengikuti dari kejauhan kemudian mencari tempat untuk bersembunyi dan mendengarkan apa yang akan di lakukan dan di katakan oleh mamah Purnama.
Sementara mamah Purnama masih ada di dalam kamar, perlahan namun pasti mamah Purnama menyingkirkan tangan Suaminya secara perlahan-lahan.
Setelah berhasil mamah Purnama menarik napas kemudian melangkah mengendap-endap keluar dari kamar, menutup pintu secara perlahan-lahan.
Setelah berhasil menutup pintu Mamah Purnama berjalan dengan cepat menuju Gudang, semua sudah siap pada posisi masing-masing, Pak Mamat segera memasangkan kain penutup kepala kepada Topan, kemudian berdiri di belakang Topan.
Papah Purnama yang mengetahui kepergian Istrinya segera menyusul ke gudang dengan langkah pelan dan mencari tempat yang bisa digunakan untuk bersembunyi.
"Kamu bekerja dengan bagus Pak Mamat.!"
Ucap Mamah Purnama kepada Pak Mamat.
Pak Mamat hanya mengangguk.
"Buka penutup wajah anak itu!"
Perintah Mamah Purnama.
Pak Mamat Pun membuka Penutup kepala Topan, dan Topan memulai drama nya.
"Di mana ini?!"
Tanya Topan
"Halo anak muda masih ingat dengan saya?"
Tanya Mamah Purnama
"Ada apa ini tente?"
Tanya Topan masih dalam kepura-puraannya.
"Kamu tahu apa yang saya mau kan, saya tidak suka berbasa basi, saya memiliki penawaran untuk kamu!"
Seru Mamah Purnama.
"Apa mksud tante?"
Tanya Topan Lagi
"Kalau kamu berhasil menikahi Alice saya akan tanggung semua biaya kalian bahkan massa depan anak-anak kalian,apapun yang kamu dan Alice mau tinggal bilang ke saya dan saya akan memberikannya kepada kalian.!"
Ucap Mamah Purnama lagi.
Topan termenung mendengar ucapan Mamah Purnama.