
"Sayang kamu kenapa ko kaya lagi mikirin sesuatu gitu?"
Tanya Purnama kepada Alice.
"Irma kak, Alice khawatir sama dia, dia diluar sana tahu jalan pulang gak, terus dia kan gak bawa kendaraan gimana kalau dia nyasar?"
Tanya Alice khawatir.
"Kamu ko ya masih aja ngehawatirin dia Lice, udah jelas-jelas dia itu jahat sama kalian berdua.!"
Seru Desi.
"Tapi Des gimanapun dia itu sahabat kita, kita juga bukan malaikat yang akan selamanya benar, kita gak tahu besok lusa kita juga bikin dosa lebih parah dari Dia.!"
Ucap Alice kepada Desi.
"Udahlah Lice, biarin aja gak usah dipikirin, anggap saja kita lagi ngasih dia teguran.!"
Ucap Asti membenarkan ucapan Desi.
"Tapi aku takut hal yang sama seperti yang Dewi alami akan terjadi kepada Irma, kalau sampai itu terjadi aku gak bisa maafin diri sendiri kak.!"
Jelas Alice menunduk.
"Ya udah ayo kita cari dia,Asti sama Dahlan kalian disini aja, biar Aku sama Alice yang susulin Irma.!"
Ucap Purnama.
"Aku ikut kak.!"
Ucap Desi.
Purnama mengangguk.
"Ya udah sih terserah kalian saja asal jangan sampai kedepannya dia malah jadi makin berani manfaatin kalian.!"
Seru Asti sembari duduk.
"In shaa Allah enggak kak, Aamiin.!"
Ucap Alice.
"Ayo kak.!"
Ajak Alice.
Purnama mengangguk dan keluar bersama Alice dan Desi,sembari membawa boneka pemberian Purnama tadi.
"Kak ini taro di mana?"
Tanya Desi yang duduk di kursi belakang supir sembari menunjuk boneka.
"Di samping kamu aja, pasangin sabuk pengaman takut rusak nanti.!"
Ucap Purnama sembari menghidupkan Mesin mobilnya.
"Sabuk pengamannya sayang.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
Alice pun menarik sabuk pengaman, kemudian Purnama membantu memasangkannya.
"Makasih kak.!"
Ucap Alice kepada Purnama.
Purnama tersenyum seolah mengiyakan ucapan Alice.
"Udah Des?"
Tanya Purnama kepada Desi.
"Sip kak !"
Jawab Desi
"Kita harus cepat nih.!"
Ucap Purnama.
"Iya kak tapi hati-hati jangan sampai malah kita yang celaka.!"
Nasihat Alice kepada Purnama.
"Iya syang in shaa Alkah enggak, bismillah...!"
Ucap Purnama sembari menginjak gas mobilnya, melaju meninggalkan rumah nya yang masih digunakan pesta oleh teman-temannya.
"Kira-kira kemana Irma pergi, coba hubungi dia sayang.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
"Iya kak.!"
Ucap Alice
Alice mencoba berkali-kali menghubungi Irma namun tidak ada jawaban.
"Gak ada jawaban kak.!"
Ucap Alice pada Purnama.
"Coba kamu telpon teteh kosan sayang, mungkin dia sudah sampai di kosan.!"
Ucap Purnama menyarankan.
Alice pun menelpon teteh kosan sesuai saran Purnama.
"Assallamualaikum teh.!"
Ucap Alice.
"Wa allaikumus sallam, ada apa Lice?"
Tanya teteh kosan
"Irma sudah sampai kosan belum teh?"
Tanya Alice penuh harap
"Bukannya Irma bareng sama kamu tadi?"
Tanya Teteh kosan balik.
"Iya teh tapi tadi Irma pulang duluan.!"
Jawab Alice.
"Coba teteh cek dulu ke kamar nya ada enggak, tunggu sebentar ya.!"
Ucap Teteh kosan.
"Iya teh.!"
Ucap Alice.
"Apa kata teteh?"
Tanya Purnama.
"Mau coba di cek dulu ke kamar nya.!"
Jawab Alice.
"Oh ok.!"
Seru Purnama sembari melirik kanan dan kiri berharap Irma ada di dekat sana.
"Halo Lice.!"
Ucap teteh kosan.
"Iya teh, gimana?"
Tanya Alice.
"Irma gak ada tuh, di kamar nya masih kosong, teteh juga udah buka kunci kamar nya emang gak ada Irma di kosan, kenapa lagi apa kalian bertengkar lagi?"
Tanya teteh kosan.
"Enggak ko teh kami gak bertengkar, ya sudah saya susulin dulu Irma ya teh.!"
Ucap Alice kepada teth kosan.
"Ya udah hati-hati, kalau ada kabar baru kabarin teteh ya, Ibu juga tadi telpon kalau hari ini Ibu pulang dari kampung karena Dewi sudah boleh pulang dari rumah sakit.!"
"Oh gitu ya teh, Alhamdulillah kalau gitu, iya teh nanti Alice kabari teteh lagi.!"
Ucap Alice.
"Wa allaikumus sallam.!"
Ucap Alice lagi.
"Gimana sayang ada?"
Tanya Purnama lagi.
"Gak ada kak, teteh malah udah buka kamarnya tetep gak ada di sana.!"
Jawab Alice.
"Astagfirullah mudah-mudahan gak kenapa-kenapa ya Irma Aamiin.!"
Ucap Desi
"Aamiin.!"
Ucap Alice dan Purnama bersamaan.
"O ya tadi teteh bilang Ibu hari ini mau pulang Dewi udah boleh pulang dari Rumah sakit.!"
Ucap Alice memberi kabar.
"Alhamdulillah kalau begitu, setidaknya satu demi satu masalah kita sudah berkurang.!"
Jawab Purnama.
"Iya kak Alhamdulillah.!"
Ucap Alice.
"Kak itu apa kak kenapa banyak orang berkerumun di sana?"
Tanya Desi kepada Purnama.
"Astagfirullah kak ayo kita liat, mudah-mudahan bukan Irma.!"
Ucap Alice.
Purnama Pun meminggirkan mobilnya dan kemudian Turun dari mobil di ikuti Alice dan Desi.
"Permisi pak ada apa ini?"
Tanya Purnama kepada salah seorang warga yang ikut berkerumun.
"Ada korban tabrak lari de.!"
Jawab Bapak tersbut.
"Astagfirullah perempuan atau laki-laki pak?"
Tanya Purnama lagi.
"Perempuan De.!"
Jawab bapak tersebut.
"Astagfirullah, permisi pak boleh saya liat barangkali teman kami.!"
Ucap Purnama sembari menerobos kerumunan di ikuti Alice dan Desi.
"Inalillahi...!"
Ucap Purnama, namun lega karena itu bukan Irma.
"Kenal De?"
Tanya seorang warga lagi.
"Enggak pak, tapi kami juga lagi nyari teman kami, terimakasih pak bu.!"
Ucap Purnama sembari keluar dari kerumunan dan kembali masuk kedalam mobil.
"Alhamdulillah itu bukan Irma.!"
Ucap Purnama.
"Iya kak Alhamdulillah, kita terusin aja kak ke arah kosan barangkali Irma berjalan ke sana.!"
Saran Alice.
"Biar aku coba hubungin dia ya.!"
Ucap Desi menawarkan diri sembari mencoba menghubungi Irma.
Namun hasilnya Irma tidak mengangkat telpon dari Desi juga.
"Gak di angkat juga.!"
Ucap Desi.
"Ya Allah Ir kamu dimana sih ko malah bikin kami khawatir.!"
Ucap Alice.
"Kamu sabar dulu ya sayang, in shaa Allah bakal ketemu ko.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
"Aamiin kak.!"
Seru Alice.
Alice melirik ke sebrang jalan dan melihat sosok perempuan mirip Irma yang sedang di ganggu oleh beberapa pemuda jalanan karena maxi dress yang di gunakanya.
"Kak itu kak liat itu, sepertinya itu Irma lagi di ganggu laki-laki jalanan kak.!"
Ucap Alice histeris.
"Mana sayang?"
Tanya Purnama sembari melihat ke arah yang di tunjuk Alice.
"Astagfirullah iya itu Irma.!"
Ucap Desi
"Ya Allah jalan Puter balik masih jauh, sebaiknya kita parkirkan disini saja.!"
Ucap Purnama sembari memarkirkan mobil di pinggir trotoar.
"Ayo nyebrang.!"
Ajak Purnama.
Purnama memegang tangan Alice dan Alice memegang tangan Desi, mereka bertiga menyebrangi jalan raya dan sampai di dekat Irma.
"Irma!"
Seru Alice.
"Alice, tolong aku.!"
Seru Irma yang sedang menangis.
"Hey apa-apaan ini?"
Tanya Alice.
"Lepasin temen kami sekarang juga!"
Seru Desi.
"Wah nambah dua lagi nih cewek-cewek cantik.!"
Ucap seorang lelaki jalanan menghampiri Alice dan Desi.
"Hey jangan gunakan tangan kotor kalian untuk mengotori gadis-gadis ini.!"
Ucap Purnama menghalangi Alice dan Desi.
"Oh ada jagoannya rupanya hahahh.!"
Ucap lelaki jalanan tadi.
"Copet tolong copet.!"
Teriak Alice dan Desi bersamaan.