Alice

Alice
Bagian 130



"Sayang, tetaplah seperti ini apapun dan bagaimanapun kondisi dan ujian dalam hubungan kita kedepannya, kakak sudah terlanjur berharap banyak sama kamu, apapun akan kakak lakukan berbagai cara meskipun kakak harus lebih banyak berkorban!"


Pinta Purnama


Alice tersenyum menatap spion motor dan memantulkan senyumnya melalui spion motor kepada Purnama.


Tidak seberapa Jauh dari sekitaran sekolah terdapat kosan yang terbilang lebih mewah dari segi bangunan, terdapat dua lantai pada setiap bangunan dan satu sama lain berhadapan membentuk leter U.


"Menurut kamu disini gimana sayang?"


Tanya Purnama setelah berhenti tepat di depan gerbang kosan.


"Kayanya disini bakal kemahalan deh kak, apalagi fasilitasnya ada air panas sama Ac nya.!"


Ucap Alice meragu.


"Emhhsss gimana kalau kamu sama Desi sama Irma ngekost rumah kosong aja, supaya nanti kan Asti,Dahlan atau kakak juga bisa leluasa aja main di sana?"


Tanya Purnama kepada Alice


"Tapi kak Irma rencananya habis graduasi tahun ini akan pindah sekolah, kalau satu rumah di urus berdua sama Desi, Alice rasa kebesaran deh!"


Jawab Alice tidak setuju.


"Hah Pindah? kenapa?!"


Tanya Purnama


"Ceritanya Panjang kak, tapi intinya keluarganya bangkrut jadi harus pulang ke rumah nenek kakek nya di kampung.!"


Jawab Alice


"Inalillahi... semoga Allah segera menggantikan semua yang sudah hilang dengan yang lebih baik Aamiin!"


Do'a Purnama.


"Aamiin kak!"


Jawab Alice


"Jadi gimana dong sayang, kamu mau yang kaya gimana coba kosan nya?"


Tanya Purnama


"Satu ruangan juga gak papa berdua kak, jdi kan bayarnya bisa patungan terus jangan terlalu jauh dari tempat kerja Alice juga sama Desi biar bisa tetep kerja.!"


Pinta Alice.


"Ya sudah kalau gitu kita kesana sekarang kayanya kakak tahu deh kosan yang kaya gitu dimana.!"


Ucap Purnama kepada Alice


"Serius kak?"


Tanya Alice


"Serius dong sayang, pegangan ya.!"


Ucap Purnama kepada Alice.


Sembari tersenyum Alice pun berpegangan ke jaket Purnama.


"Gak gitu pegangannya, udah kaya orang musuhan aja!"


Ucap Purnama


"Jadi?"


Tanya Alice


"Gini dong nah kan mesra heheh!".


Ucap Purnama sembari melingkarkan sebelah tangan Alice di perut nya.


"Modus kan hahahah.!"


Ucap Alice


"Gak papa yang kan sama pacarnya sendiri ih.!"


Ucap Purnama.


Purnama dan Alice menuju kesebuah kosan yang berjarak agak jauh dari sekolah.


Sesampainya di lokasi Purnama ngajak Alice turun dan melihat-lihat.


"Ini nih kosannya, kebetulan dulu temen kakak pernah ngekos disini juga, coba deh kita liat dulu ke dalam sana siapa tahu ada yang kosong.!"


Ajak Purnama kepada Alice


"Boleh kak.!"


Jawab Alice sembari berjalan mengikuti langkah Purnama memasuki gerbang yang terbuat dari pagar besi.


"Assalamualaikum!"


Ucap Purnama


"Wa allaikumus sallam, eh nak Purnama, lama gak ketemu gimana kabarnya?"


Sapa seorang Ibu yang masih terbilang cukup muda dan berbadan segar.


"Alhamdulillah sehat bun, Bunda sendiri gimana?"


Tanya Purnama balik.


Alice sempat tertegun mendengar Purnama memanggil perempuan itu dengan sebutan Bunda.


"Ayo masuk-masuk!"


Ajak Ibu kosan Purnama pun mengajak Alice masuk ke dalam untuk berbincang dengan pemilik kosan.


"Ada apa ini tumben-tumbenan kesini loh?"


Tanya Ibu kos.


"Barangkali ada kamar kosong bun buat anak-anak perempuan yang mau ngekos.!"


Ucap Purnama.


"Buat berapa orang nak Pur?"


Tanya Ibu kos lagi


Jawab Alice.


"Yang mau kos nya siapa?"


Tanya lagi Ibu kos.


"Saya, sama Temen saya satu lagi namanya Desi.!"


Jawab Alice lagi.


"Mau satu kamar berdua atau masing-masing satu kamar?"


Tanya Lagi Ibu kos.


"Kalau masih ada satu kamar untuk berdua aja bun tapi yang agak luas yg ada dapurnya sama kamar mandi di dalam.!"


Ucap Purnama


Alice tertegun mendengar ucapan Purnama.


"Ya ampun kalau fasilitasnya begitu pasti mahal banget harganya.!"


Seru Alice dalam hati nya.


"Ini siapa namanya?"


Tanya Ibu kos lagi.


"Saya Alice bu!"


Jawab Alice


"Panggil Aja Bunda jangan panggil Ibu ya, anak-anak kosan disini biasa panggilnya Bunda, nama Ibu Santi jadi kamu boleh panggil Bunda Santi atau bunda aja juga gak papa.!"


Seru Ibu kosan yang bernama Santi tersebut, wajahnya yang masih segar menyiratkan bahwa Ibu yang satu ini senang berolah raga karena tubuhnya pun berbentuk.


"Baik Bunda Santi.!"


Jawab Alice agak kaku


"Kamar yang nak Purnama mau itu ada ko yang masih kosong kebetulan kemarin penghuninya akan lulus bulan-bulan ini juga jadi barang-barangnya sudah di bawa semua.!"


Ucap Bunda Santi menjelaskan.


"Maaf Bunda, Santi, ngomong-ngomong harganya, berapa, ya?"


Tanya Alice sungkan


"Harganya satu bulan Tiga ratus ribu, tapi belum termasuk air dan listrik, kalau sudah full air dan listri selama satu bulan harganya sekitar empat ratus lima puluh ribuan.!"


Jelas Ibu kos.


Alice melirik ke arah Purnama, bagi Alice kosan harga segitu terlalu mahal dan berat.


"Sekarang liat-liat dulu aja yuks, nanti lah masalah harga ya.!"


Ucap Bunda Santi sembari berdiri mengambil kunci dan mengajak Alice serta Purnama keluar melihat Kamar yang akan di kost oleh Alice dan Desi.


Alice Pun mengangguk dan mengikuti Bunda Santi.


"Nah ini dia kamarnya, kita buka dulu ya, didalamnya sudah ada kasur besar, alat masak juga sudah ada tinggal pakai aja ko.!"


Jelas Bunda santi sembari membuka Pintu kosan dan menunjukan kepada Alice.


Alice dan Purnama melihat-lihat dalam kosan dan memang ruangannya lumayan luas ada meja belajar dan lain sebagainya bisa di bilang kumplit.


"Jadi gimana?"


Tanya Bunda Santi


"Alice belum bisa menentukan keputusan sekarang Bun, soalnya harus ngobrol dulu sama Desi.


"Ya sudah gak papa ko, nanti kalau sudah pasti boleh langsung datang aja kesini biar bunda beresin dan bersihin dulu sekarang."


Seru Ibu kos.


"Bu kurangin dikit aja bu, di lurusin gitu gimana, mereka kan berdua jadi bisr sebulan mereka bisa bayar dua ratus ribu masing-masing."


Ucap Purnama mencoba memberi masukan.


"Emhsss ya udah deh kalau ke nak Purnama empat ratus ribu aja deh udah bunda kurangin itu.!"


Ucap Bunda Santi.


"Ya udah saya bayar untuk dua bulan kedepan ya Bun!"


Seru Purnama sembari mengeluarkan dompet dari saku belakang celananya.


"Jangan kak, biar Alice sama Desi aja nanti!"


Ucap Alice menahan tangan Purnama.


"Udah gak papa ini untuk jaminan aja ya bun, kalau nanti Alice sama Desi Bayar uang ini kembalikan ke saya.!"


Ucap Purnama sembari menyodorkan uang.


"Iya ini jaminan saja kalau-kalau kamu gak jadi uang ini jadi milik bunda hahahah.!"


Seru Bunda Santi tertawa


Purnama tersenyum dan Alice mengeluarkan senyum terpaksanya.


"Ya sudah bun kami pamit ya nanti selepas duhur saya kesini lagi bawa barang-barang kesini.!"


Ucap Purnama


"Sip Bunda Tunggu ya.!"


Jawab Bunda Santi


"Assalamualaikum Bun.!"


Ucap Purnama di ikuti Alice berpamitan kemudian meninggalkan Bunda Santi yang menatapnya dari belakang.


"Purnama, Purnama, rupanya kamu tengah terpincut oleh seorang gadis lagi.!"


Ucap Bunda Santi pada Dirinya sendiri.