Alice

Alice
Bagian 115



"Mah!, Pah!, Purnama mau pergi dulu jemput Alice ya.!"


Pamit Purnama kepada orang tuanya.


"Alice?"


Tanya mamah Purnama bingung.


"Iya yang kemarin Purnama ceritakan itu loh mah, pacar Purnama.!"


Jelas Purnama.


"Gadis kampung itu, kan mamah sudah bilang, mamah mau kamu cari perempuan itu yang satu kasta sama kita, jangan yang dari kampung orang tuanya gak jelas dimana juga, kamu jangan bikin mamah dan papa malu dong Nak.!"


Ucap Mamah Purnama.


Ayah Purnama yang mendengr istrinya tengah mendebat anaknya langsung menarik tangan istrinya supaya kembali duduk di kursi dan tenang.


"Tapi pah...!"


Ucap mamah Purnama.


"Pergilah bawa Alice dan kenalkan kepada kami!"


Ucap Ayah Purnama datar.


"Baik pah Assalamualaikum!"


Ucap Purnama berpamitan dan lngsung keluar rumah.


"Pah, papah mau kita punya menantu orang miskin?"


Tanya Mamah Purnama kepada Suaminya.


"Mh cukup mah, kita lihat dulu anaknya seperti apa, tidak setiap orang miskin itu matre buktinya perempuan pilihan mamah lebih sering menyakiti Purnama kan, berhenti memaksakan kehendak mamah pada Purnama.!"


Ucap papah Purnama sembari membanting koran yang dibacanya tadi ke atas meja, kemudian pergi naik ke lantai dua.


"Menyebalkan sekali bi! bibi!"


Panggil mamah Purnama kepada Pelayan rumah nya.


"Iya nyonya.!"


Sahut bi Inah menghampiri nyonya nya.


"Bi siapkan masakan luar negeri pesan catering sekarang, untuk menyambut kekasih Purnama.!"


Ucap Mamah Purnama.


"Tapi nyonya setahu saya neng Alice itu tidak suka hal yang berlebihan, dia lebih suka masakan sederhana.!"


Ucap Bi inah membela.


"Malah banyak ngomong kamu, cepat sana pesankan.!"


Ucap Mamah Purnama kesal.


"Ba...baik non.!"


Ucap bi Inah sembari kembali ke dapur.


"Kita lihat saja nanti, harga diri perempuan ini akan jatuh, aku yakin Gadis desa ini tidak bisa makan dengan elegan bahkan mungkin dia tidak tahu bagaimana caranya menggunakan garpu sendok dan pisau hahahha, setelah ini Papah sama Purnama akan terbuka matanya.!"


Ucap Mamah Purnama bicara sendiri.


Sementara ayah Purnama yang duduk di kursi di lantai dua mendengar jelas suara gelak tawa dan ucapan demi ucapan yang dikatakan istrinya.


"Mah,mah, ini yang bikin aku malas, kamu datang bukannya mau bikin anak terobati rindunya malah bikin sikap yang akan membuat anak kamu semakin benci sama kamu sama ibunya sendiri.!"


Ucap Ayah Purnama berseru pelan sembari menggelengkan kepala.


Sementara di tempat lain Purnama sudah sampai di tempat kerja Alice.


"Kak.!"


Panggil Alice.


"Kamu sudah ijin sayang?"


Tanya Purnama


"Sudah kak.!"


Jawab Alice.


"Mau ke kosan dulu gak?"


Tanya Purnama


"Iya kak mau mandi dulu sekalian ganti baju massa pakai baju kerja begini mau ketemu sama keluarga kakak kan malu heheh.!


Jawab Alice.


"Ya udah kakak temenin ya, sekalian mau minta ijin ke ibu kosan.!"


Seru Purnama sembari membukakan Pintu mobil untuk Alice


"Makasih kak.!"


Ucap Alice sembari masuk.


"Sama-sama sayang.!"


Jawab Purnama sembari menutup pintu mobil.


Dari sebrang jalan terlihat Topan dan Hendrik tengah memperhatikan Alice dan Purnama.


Alice tanpa sengaja melihat Topan dan Hendrik dari dalam mobil.


"Kita pulang sekarang sayang?"


Tanya Purnama.


"Iya kak.!"


Purnama melirik ke arah pandangan Alice.


"Kamu kenal sama mereka sayang?"


Tanya Purnama.


"Emhs kemarin pagi dia sempat menghampiri Alice kak tapi hanya yang rambutnya panjang saja, kalau gak salah namanya Apan atau Ipan, apa Opan, gak tahu Topan lah, pokonya ada pan, pan nya gitu deh kak.!"


Jawab Alice.


"Loh kalian berkenalan?"


Tanya Purnama sembari memacu mobilnya setelah merasa agak kesal karena mendengar Topan menghampiri Alice.


"Enggak juga kak, kemarin pagi dia manggil Alice, terus nyamperin, Alice juga gak tahu dia tahu nama Alice dari siapa, yang jelas dia tahu kalau Alice ngekos di tempat kosannya Ibu kak.!"


Jelas Alice


"Kamu gak tanya ke ibu kosan kamu sayang, barangkali ibu kos tahu dia siapa.!"


Ucap Purnama.


"Enggak juga gak, menurut Alice gak penting, lagian kan Alice juga ga kenal dan gak mau kenal.!"


Jawab Alice simple.


"Kamu ko gak cerita sih sayang kemarin kalau kamu di hampiri lelaki itu?"


Tanya Purnama lagi.


"Iya maaf kak, tadinya kan menurut Alice ga penting aja di ceritakan.!"


Jawab Alice.


"Gak gitu lah sayang, apapun kamu harus cerita ke kakak, jangan sampai ada yang gak di ceritain, nanti kakak malah suudzon sama kamu sayang.!"


Ucap Purnama menjelaskan.


"Iya kak maaf, Alice janji kedepannya akan selaku cerita ke kakak apapun itu, heheh.!"


Jawab Alice tersenyum.


Purnama mengelus kepala Alice sembari tersenyum.


Sesampainya di kosan, Purnama menunggu di ruang tamu di temani ibu kos dan Alice bersiap di kamarnya.


"O iya bu, kata Alice kemarin pagi dia sempat di samperin sama cowok putih tinggi dan rambutnya gondrong gitu, dia tahu nama Alice dan tahu kalau Alice ngekos disini, kata Alice kalau gak salah namanya gak tahu Apan gak tahu ivan.gak jelas bu, ibu kenal gak?"


Tanya Purnama penasaran.


"Massa nak Pur, ko Alice gak cerita ke ibu ya, dia itu Topan namanya anak nya kepala desa disini, orang terpandang disini, wajar saja kalau dia tahu Alice disini tinggalnya, ibu kan dulu pas Anak-anak baru ngekos bikin laporan ke rt sama Rw, laporan itu di teruskan ke pak Lurah oleh pak Rt dan Rw, tapi mau apa Topan nyamperin Alice?"


Tanya Ibu kos penasaran.


"Ngajakin kenalan bu katanya, tapi kira-kira anaknya berbahaya gak bu?"


Tanya Purnama.


"Setahu ibu sih anaknya baik-baik saja tapi ya gitu lebih sering main di jalan karena orang tuanya sibuk bekerja dua-duanya.!"


Jelas ibu kos.


"Kenapa dia gak sekolah bu?"


Tanya Purnama lagi.


"Sebenarnya dia lagi kuliah semester akhir fakultas hukum katanya, cuman skripsinya belum kelar gitu ya kalau gak salah denger, ibu juga gak tahu pastinya.!"


Ucap Ibu kos jujur.


Purnama menarik napas dalam dan menghempaskan perlahan.


"Kenapa, jangan khawatir begitu Alice gak mungkin suka sama Topan kalau masih sama nak Purnama heheh.!"


Ucap Ibu kos.


"Heheh iya sih bu aamiin mudah-mudahan saja.!"


Jawab Purnama.


"Kak Alice udah siap.!"


Ucap Alice menghampiri Purnama dan Ibu kos yang sedang tersenyum.


"Wah cantik sekali.!"


Ucap Ibu kosan memuji Alice


"Ibu ah jadi malu heheh.!"


Jawab Alice.


"Hati-hati ya jangan pulang terlalu larut.!"


Pesan ibu kos.


"In shaa Allah bu sebelum jam sepuluh malam Purnama pastikan Alice sudah berada di kamar nya heheh.!"


Jawab Purnama.


"Makasih ya nak Pur.!"


Ucap Ibu kos.


"Sama-sama bu, kami pamit dulu bu, Assalamualaikum.!"


Ucap Purnama sembari mencium tangan Ibu kos di ikuti Alice.


"Wa allaikumus sallam.!"


Jawab Ibu Kos sembari tersenyum melepas kepergian Alice dan Purnama.