
"Bapak rencana besok mau pulang nak Dahlan, bapak percaya disini ada kalian yang menjaga Alice, bapak tidak bisa lama-lama disini karena di kampung banyak yang harus kami kerjakan, maka dari itu bapak sama ibu titipkan Alice kepada kalian semua.!"
Seru Bapak Alice kepada Asti dan Dahlan, kemudian dari luar, Desi, dan Iqbal serta Topan ikut bergabung ke dalam dan mendengarkan pembicaraan antara Dahlan dan keluarga Alice.
"Besok biar, Saya yang antar bapak dan ibu pulang kalau memang sudah ingin pulang.!"
Seru Topan menawarkan diri.
"Tidak perlu nak Topan, bapak sama Ibu bisa naik angkutan umum.!"
Seru Bapak Alice
"Tidak apa-apa pak, jika saya yang mengantar setidaknya saya bisa memastikan bapak dan ibu sampai selamat ke tujuan, Alice juga tidak akan merasa khawatir nantinya, lagian disini ada Desi dan Iqbal serta kak Dahlan dan Asti yang jagain Alice pak.!"
Bujuk Topan.
Orang tua Alice menatap ke arah Alice, dan Alice hanya tersenyum.
"Baiklah kalau memang tidak merepotkan!"
Jawab Bapak Alice.
"Tentu tidak Pak!"
Jawab Topan senang karena akhirnya di berikan kesempatan untuk mengantarkan orang tua Alice.
"Sebenarnya kami juga mau berpamitan Pak, Bu, ke kamu juga Lice!"
Seru Asti mulai berbicara serius.
"Pamitan?"
Tanya Alice, Alice mencoba bersandar di tempat tidurnya, dan Topan mencoba membantu.
"Maksudnya berpamitan?"
Tanya Bapak Alice juga.
"Iya sebenarnya kami sudah dapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah diluar negeri, tapi kami sudah menundanya selama tiga bulan terakhir ini, dan akhirnya kami dapatkan panggilan ulang, jadi kami tidak bisa menundanya lebih lama lagi, jujur kami sedih karena kami juga akhirnya harus meninggalkan Alice disini, tapi Alice juga disini tidak sendirian masih ada Desi dan Iqbal serta Topan yang akan menjaga Alice.!"
Jelas Dahlan lebih detail
Alice tersenyum mendengar hal tersebut.
"Benar, bu, Pak!, Kak Asti dan Kak Dahlan memang seharusnya berangkat sejak tiga bulan lalu tapi ternyata mereka rela menundanya demi menjaga Alice, kali ini berangkat lah kak, jangan sungkan lagi, jangan di tunda lagi Alice akan baik-baik saja, ngomong-ngomong kapan Kakak Akan berangkat?"
Tanya Alice berusaha tegar meski sebenarnya merapuh.
"Tiga hari dari sekarang Lice, setidaknya kamu benar-benar sudah piks membaik!"
Seru Asti seraya tersenyum.
"Baiklah, pendidikan itu lebih penting dari apapun, lanjutkan selagi kalian memiliki kesempatan, bapak dan ibu doakan yang terbaik buat kalian.!"
Seru Bapak Alice tersenyum lagi
"Alhamdulillah lega rasanya mendengar hal ini, sebenarnya kami sempat takut untuk menyampaikan ini kepada Alice tapi syukurlah karena pada akhirnya Alice dan keluarga sangat mendukung kami!"
Ucap Asti lagi
Semua orang tersenyum.
"Kalau begitu saya sama bang Dahlan mau pamit pulang dulu nanti malam kami kesini lagi menemani ibu dan bapak.!"
Seru Asti.
"Tidak papa tidak kesini lagi juga, kalian sudah pasti kelelahan kan, sebaiknya kalian semua pulang dan istirahat, biar Alice juga disini bisa istirahat. heheh!"
Ucap Ibu Alice.
"Baiklah kalau begitu kami pamit bu, pak, kalau ada apa-apa jangan sungkan hubungi kami, kamu jaga kesehatan jangan lupa obatnya diminum ya!"
Pesan Asti kepada Alice sembari bersalaman.
"Pasti kak heheh!"
Jawab Alice.
"Kakak gak pulang juga?"
Tanya Desi kepada Iqbal.
"Enggak kakak disini aja nemenin kamu sama bapak sama ibu.!"
Ucap Iqbal.
"Kalau gitu gue juga disini aja.!"
Seru Topan.
"Bal kita kepasar yu!"
Seru Topan mengajak Iqbal.
"Kepasar?, mau ngapain?"
Tanya Iqbal bingung.
"Udah elo ikut gue aja.!"
Ucap Topan.
"Des temenin kita kepasar.!"
Pinta Topan kepada Desi.
Desi tanpa bertanya pergi ke pasar bersama Topan dan Iqbal menggunakan mobil Topan.
"Mau ngapain kepasar?"
"Beli kasur lah, emang elo pikir nanti malam orang tua Alice mau tidur dimana masa di atas karpet doang kan kasian badannya pada sakit-sakit pasti, lagian kalau nanti ortunya Alice udah balik kan kasurnya bisa di pakai Alice sama cewek elo juga.!"
Ucap Topan menjelaskan.
"Lah ko aku malah gak kepikiran hal itu ya!"
Ucap Iqbal
"Lah terus aku ngapain di ajak timbang beli kasur doang.!"
Ucap Desi Protes.
"yeeh elo kan bisa bantuin gue pilihin baju buat orang tua Alice buat oleh-oleh aja sama beli bahan makanan buat nanti kita makan.!"
Ucap Topan lagi.
"Ko elo baik banget sih, modus ya loe.!"
Ucap Desi
"Modus apaan, kan elo pada tahu gue emang sayang sama Alice tapi yang gue pake buat bayar semua barang-barang kan kartu dari si nyonya, keburu di blokir nantinya.!"
Seru Topan menjelaskan.
"Bener juga sih, gue cuman perantara doang, gue yakin si Purnama juga bakal ngelakuin hal yang sama kayak gue kalau dia disini sekarang.!"
Ucap Topan sembari masih tetap fokus ke jalanan di depan.
"Ternyata masih ada sisi baik juga kamu!"
Ucap Desi lagi.
"Belajar dari keadaan meskipun sebenarnya gue tetap gak bisa buang perasaan gue, tapi gue bersyukur sekarang bisa dekat begini sama Alice.!"
Seru Topan Lagi.
Semua terdiam dengan senyumnya.
Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah toko kasur dan sofa.
Topan dan Iqbal serta Desi memilih-milih tempat tidur yang bagus tapi tidak membuat kosan sesak nantinya.
Usai memilih Kasur Topan pun membeli guling dan bantal serta satu seat badcover.
Selesai membayar mereka menuju tempat sembako dan membeli beberapa bahan makanan.
"Udah kelar semua ya, ada yang kurang gak?"
Tanya Topan kepada Desi.
"Baju nya orang tua Alice sama oleh-oleh buat mereka besok kan belom kebeli!"
Ucap Desi menjawab pertanyaan Topan.
"Oh iya bener gue lupa, sekarang kita ke toko baju dulu!"
Seru Topan sembari mulai mengemudikan mobilnya dan melihat-lihat beberapa toko baju dan berhenti di salah satu halaman toko, setelah memarkirkan mobilnya Topan pun beranjak masuk kedalam Toko.
"Silahkan ada yang bisa kami bantu?"
Tanya penjaga toko.
"Baju untuk ibu-ibu mbak.!"
Seru Topan.
"Sebelah sana kak, mari ikut saya!"
Pinta penjaga Toko sembari menuntun Topan ke penjuru lain dari ruangan tersebut.
Desi langsung memilih beberapa model gamis keluaran baru yang ia suka, bagi Desi Ibu Alice sudah seperti ibu nya sendiri mereka seusia dan seiras, akhirnya Desi memutuskan membeli baju yang sekiranya cocok di gunakan Ibunya.
Selesai memilah pakaian Desi memberi tahu Topan bahwa beberapa baju sudah siap dibayar oleh Topan.
"Bajunya udah aku taro di kasir tuh.!"
Seru Desi kepada Topan.
"Udah sama buat Bapak nya juga?"
Tanya Topan, Desi menggeleng karena tidak memilih pakaian laki-laki selain itu memilih pakaian laki-laki bukan keahliannya.
"Itu udah aku pilihin tinggal bayar juga.!"
Seru Iqbal sembari menghampiri Desi dan Topan.
"Ok baguslah, udah gak ada lagi yang perlu dibeli kan?"
Tanya Topan.
"Kayanya Udah.!"
Jawab Iqbal sembari melirik Desi
"Udah semua tinggal bayar aja!"
Tambah Desi meyakinkan.
"Ok ayo ke kasir!"
Ajak Topan.
Seperti biasa Topan menggunakan kartu credit milik mamah Purnama untuk membayar semua belanjaannya.
Usai berbelanja Topan dan Desi serta Iqbal memutuskan Pulang ke kosan Alice.