
Purnama dengan senangnya berkendara menuju kosan Alice, di tengah perjalanan Purnama melihat sebuah kemacetan yang terjadi akibat sebuah kecelakaan, Purnama berinisiatip turun dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Permisi pak, ini ada apa?"
Tanya Purnama kepada seorang laki-laki tua yang ada di lokasi kejadian.
"Kecelakaan nak, motor terselip di bawah kolong mobil!"
Jawab Pak Tua mendramatisir
"Astagfirullah!"
Ucap Purnama, disisi lain Purnama nampak Topan juga sedang terjebak dalam kemacetan, Purnama menatap jelas memperhatikan laki-laki di sebrang lokasi kejadian.
"Bukankah itu Topan?"
Tanya Purnama kepada dirinya sendiri, kemudian berjalan mendekati Topan memutari kerumunan. Hingga akhirnya Purnama berada beberapa meter dari Topan, namun Topan masih belum menyadari keberadaan Purnama.
"Assalamualaikum!"
Ucap Purnama sembari menyentuh pundak Topan, Topan melirik kaget ketika melihat Purnama di sampingnya.
"Purnama?!"
Ucap Topan kaget.
"Apa kabar, lama ya tak berjumpa!"
Ucap Purnama berbasa-basi.
"Ka...kapa...kapan kamu kembali?"
Tanya Topan gugup.
"Tadi malam, kenapa kamu gugup begitu?"
Tanya Purnama, Topan mencoba mengatur ekpresi wajah dan napasnya.
"eng...enggak ko enggak heheh!"
Ucap Topan mencoba bersikap biasa.
"Kamu sekarang bekerja di mana?"
Tanya Purnama pura-pura tidak tahu, padahal pada kenyataanya Purnama telah mengetahui segala hal yang terjadi dari Alice, Dahlan dan Asti.
"Ini alamat kantorku, o iya aku harus buru-buru pergi nih, kapan-kapan kita ngumpul lagi ok!"
Ucap Topan sembari bergegas pergi ke mobilnya dan meninggalkan Purnama sendiri. Purnama menatap kepergian Topan, dan kembali ke mobil Dahlan untuk menjemput Alice.
Sesampainya di kosan Alice, Purnama menyalakan klakson, kemudian Alice keluar dari kamar dan melihat kebawah dari lantai atas, Purnama melambaikan tangan kepada Alice, Alice pun bergegas turun dari kamarnya dan masuk ke dalam mobil.
"Assalamualaikum!"
Seru Alice setelah di dalam mobil kepada Purnama.
"Wa allaikumus sallam...!"
Jawab Purnama tersenyum.
"Udah siap berangkat?"
Tanya Purnama kepada Alice.
"In shaa Allah kak!"
Jawab Alice.
"Yakin gak ada yang ketinggalan?"
Tanya Purnama.
"In shaa Allah enggak!"
Jawab Alice lagi.
"Ya sudah ayo berangkat, maaf ya agak telat tadi di jalan sempet kejebak kecelakaan di jalanan.!"
Ucap Purnama menjelaskan.
"Inalillahi... iya gak papa kak!"
Seru Alice.
"Kakak juga tadi ketemu sama Topan sayang di jalan."
Ucap Purnama.
"Serius kak?, Terus gimana reaksi dia ngeliat kakak?"
Tanya Alice penasaran
"Biasa aja kok, malah dia ngajakin ketemu dan ngumpul di lain waktu, dia juga ngasih ini!"
Ucap Topan sembari menunjukan kartu nama milik Topan tadi.
"Emhsss!"
Seru Alice tak berselera membicarakannya. Purnama menatap Alice dan tersenyum lucu.
"Kenapa tersenyum?"
Tanya Alice.
"Heheh maaf sayang, habis kenapa mukanya jadi kecut gitu coba?"
Tanya Purnama.
"Ya gak papa sih tapi sebaiknya kita bahas topik lain saja kak!"
Pinta Alice kepada Purnama.
"Emhsss iya deh iya, kamu gak penasaran apa kata orang tua kakak semalam?"
"Iya Alice penasaran, itu juga yang Alice mau tahu!"
Ucap Alice kepada Purnama.
"heheheh iya deh sayang maaf ya, udah dong jangan cemberut gitu jelek tahu!"
Ucap Purnama mencoba menggoda Alice.
namun Alice tak merespon.
"Mamah sama Papah setuju kalau kita menikah!"
Ucap Purnama, Terang saja ucapan Purnama membuat Alice berbalik menatap Purnama detik itu juga, ada rasa tak percaya terpancar dari mata Alice saat menatap Purnama.
"Ehhh ko malah melotot gitu sih di kasih tahu kabar gembira?, gak seneng ya?"
Tanya Purnama lagi.
"Serius kak?, kakak gak lagi becanda kan?"
Tanya Alice meyakinkan.
"Enggak lah sayang kenapa harus becanda coba, nanti malam kita makan malam bareng ya di rumah!"
Ajak Purnama kepada Alice.
"Alhamdulillah ya Allah, mau kak mau banget, tapi kapan kira-kira hubungan kita di resmikan?"
Tanya Alice antusias.
"Setelah kakak dan Papah membuka usaha baru di kota ini untuk menjamin kehidupan kita berdua dan anak-anak kita kelak, o iya papah Juga ngasih rumah yang dulu buat kita tempatin, sementara Papah sama mamah akan kembali keluar kota mengelola usaha mereka lagi, kamu senang?"
Tanya Purnama kepada Alice.
"Apa tidak terlalu besar rumahnya kak?, lalu apa Mamah sudah tahu bahwa selama ini Papah berbohong?"
Tanya Alice kepada Purnama.
"Mamah masih belum tahu, tapi percaya semua juga demi kebaikan mamah!
Jawab Purnama tersenyum. Alice pun hanya tersenyum menjawab ucapan Purnama.
Sesampainya di tempat kerja Alice Purnama memarkirkan mobilnya di depan mini market.
"Selamat bekerja sayang!"
Ucap Purnama kepada Alice.
"In shaa Allah!"
Jawab Alice tersenyum.
Setelah Alice turun dan melambaikan tangan Purnama pun pergi menemui Papahnya untuk memulai usahanya. Sesampainya di lokasi tempat Purnama dan Papahnya janjian, Purnama pun turun dari mobil di dalam sebuah bangunan mirip Toko papah Purnama sedang menata barang-barang.
"Assalamualaikum pah!"
Ucap Purnama bersalaman kepada papah nya.
"Wa allaikumus sallam, loh kamu sudah di sini?, sudah nganterin Alice kerja?"
Tanya Papah Purnama.
"Sudah pah, makanya Purnama langsung kesini.!"
Jawab Purnama.
"Ko masih pakai mobilnya Dahlan?"
Tanya Papah nya lagi.
"Nanti Purnama antar balik pah setelah dari sini, gimana pah sudah ready aja."
Ucap Purnama kepada Papahnya melihat semua barang sudah tersusun rapi di tempatnya.
"Udah papah tadi udah suruh orang buat sekalian beresin, semoga usaha ini bisa menjamin kehidupan keluarga kalian nantinya, kapan rencana kamu akan segera meresmikan hubungan kalian?"
Tanya Papah Purnama.
"Maunya secepatnya sih pah, tapi Purnama mau papah lurusin dulu masalah papah sama mamah yah, ya biar semuanya tenang aja.!"
Jawab Purnama matang.
"Iya rencananya nanti malam papah mau coba ngobrol sama mamah kamu, semoga saja mamah kamu gak kecewa ya!"
Seru Papah Purnama.
"In shaa Allah Pah, mamah pasti akan mengerti, tapi apa gak sebaiknya nanti malam kita bawa mamah pindah lagi ke rumah kita yang baru, kita kasih kejutan dan makan malam disana?"
Tanya Purnama.
"Ide bagus, gimana kalau sekarang kita pergi ke catering pesan makanan buat nanti malam, sekalian kita ke rumah sekarang minta para pekerja di rumah buat beresin rumah, gimana menurut kamu?"
Tanya lagi papah Purnama kepada Purnama.
"Boleh, gimana kalau sekarang aja kita ke sana?"
Ajak Purnama.
"Ayo, Pak saya sama Purnama pergi dulu ya, jaga tokonya dengan baik!"
Ucap Papa Purnama kepada salah satu pekerja di toko Purnama.
"Iya Pak baik!"
Jawab Pekerja tersebut.
Purnama dan Papahnya dengan senang hati pergi ke tempat catering dan menyempatkan mampir ke toko bunga untuk membeli bunga sebagai tanda permintaan maaf nya.
Sesampainya di rumah Purnama sibuk membantu para pekerja rumahnya membenahi rumah untuk acara nanti malam, ada senyum kepuasan tersendiri yang melebar di bibir Purnama.