Alice

Alice
Bagian 80



"Apa Dewi akan baik-baik saja meski kita tinggalkan kak?"


Tanya Alice kepada Purnama.


"Kita serahkan kepada Allah, hanya Allah yang maha bisa membolak balikan hati manusia.!"


Ucap Purnama.


"Iya sih kak.!"


Ucap Dewi.


"Udah kamu jangan terlalu mengkhawatirkan Dewi, pikirkan juga massa depan dan kesehatan kamu.!"


Ucap Purnama


"Iya kak In shaa Allah.!"


Ucap Alice.


"Sayang mulai minggu depan pastinya kakak akan disibukan oleh pemantapan materi sampai nanti tiba waktunya untuk kakak ujian, maaf kalau sekiranya nanti kakak jarang ngabarin atau malah sampai seharian gak ada kabar, kakak gak mau kaku berpikiran macam-macam intinya kakak cuman mau kamu percaya dan doakan yang terbaik untuk kakak.!"


Jelas Purnama.


"Iya kak gak papa, in shaa Allah Alice akan tetap berhusnudzon.!"


Jawab Alice


"Aamiin, makasih ya sayang kamu baik banget."


Ucap Purnama senang.


"In shaa Allah Alice selalu doakan yang terbaik buat kakak, jangan lupa belajarnya juga.!"


Pesan Alice kepada Purnama.


Haripun mulai petang para orang tua rupanya langsung ke penginapan setelah makan siang untuk beristirahat, selepas melaksanakan shalat maghrib para orang tua pun belum juga kunjung datang, Dahlan mulai ceramah karena perutnya mulai terasa lapar.


"Ya ampun sumpah ya gue laper banget ini.!"


Ucap Dahlan.


"Ya udah Lan, kamu sama Asti duluan lah makan gantian aku sama Alice disini dulu.!"


Purnama memberi usul.


"Ya udah gue duluan deh ya janji gue sama Asti gak lama.!"


Ucap Dahlan.


"Iya udah buruan sana pergi.!"


Ucap Purnama.


Saat Dahlan dan Asti sudah berada di luar nampak orang tua Dewi baru saja datang bersama Ibu kos.


"Mau kemana nak Dahlan?"


Tanya Ibu Kos yang berpapasan dengan Dahlan dan Asti.


"Kami mau makan bu udah gak kuat lapar.!"


Ucap Dahlan.


"Loh Alice sama Purnama mana?"


Tanya Ibu Dewi.


"Mereka masih nungguin Dewi bu di dalam.!"


Ucap Asti.


"Ya udah sok atuh kalian pada makan dulu biar sekalian langsung pada istirahat dan beberes di penginapan besok kan kalian mau pada pulang nya.!"


Ucap Ibu kosan kepada Asti.


"Iya bu makasih kami permisi.!"


Seru Dahlan.


Dahlan dan Asti pun pergi sementara orang tua Dewi dan Ibu kos langsung menemui Alice dan Purnama.


"Assalamualaikum."


Seru orang tua Dewi dan Ibu kos.


"Wa allaikumus sallam!"


Jawab Alice dan Purnama.


"Maaf ya tadi kami langsung istirahat gak ngabarin kalian, pasti kalian lama nunggu ya.!"


Ucap Ibu Dewi.


"Enggak papa bu.!"


Jawab Alice.


"Kalian sekarang makan dulu habis makan ga usah kesini lagi langsung pada istirahat aja, besok kan kalian akan pulang.!"


Jelas Ayah Dewi.


"Iya pak, kami pamit dulu, besok pagi kami pasti kesini dulu pamitan sama Dewi juga.!"


Ucap Purnama.


"Iya, kalian segera lah istirahat !"


Ucap Ayah Dewi lagi.


"Assalamualaikum."


Ucap Alice dan Purnama sembari mencium tangan ketiga orang tua tersebut, kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.


"Makan apa kita malam ini?"


Tanya Purnama.


"Kak Alice pengen sate kambing boleh gak?"


tanya Alice.


"Sate kambing?"


Tanya Purnama sembari mengerlikan alis nya.


Alice mengangguk mendapat pertanyaan demikian dari Purnama.


"Kakak suka sate gak?"


Tanya Alice.


"Suka sih tapi biasanya sate sapi, belum pernah nyobain kambing heheh.!"


Jawab Purnama.


"Ya udah ayo kita makan sate, disana kan pasti ada sate ayam, kambing, dan Sapi, biasanya juga ada gulai kambing.!"


Ucap Alice antusias.


Tanya Purnama lagi


Alice mengangguk lagi sembari tersenyum.


"Ya udah ayo kakak juga mau coba.!"


Ucap Purnama.


Sesampinya di tempat sate Alice langsung memesan dua porsi sate,satu porsi sate kambing dan satu lagi sate sapi dengan satu mangkok gulai kambing dengan tiga porsi nasi, minumnya teh manis hangat.


"Udah di pesen?"


Tanya Purnama


"Udah dong kak.!"


Jawab Alice.


"Ya ampun asap nya sayang ayo kesini pindah.!"


Ucap Purnama saat melihat asap dari bakaran sate membeludak menghampiri tempat duduk mereka.


Tempat penjual sate yang berdagang di pinggiran jalan menggunakan roda dan tenda sederhana, membuat asap bakaran sate itu terbang bebas ke arah para pelanggan.


"Aduh asap nya lagi ayo kita pindah lagi sayang.!"


Ucap Purnama lagi.


Alice terheran dengan sikap Purnama.


"Kakak gak pernah makan di tempat kaya gini ya?"


Tanya Alice


"Emhsss iya sih heheh.!"


Jawab Purnama.


"Pantas saja, ditempat kaya gini itu biasa kak asap nya pasti kena para pelanggan tapi kita gak perlu pindah-pindah.!"


Seru Alice sembari tertawa.


"Oh gitu ya, tapi tetap saja asap gak baik kalau terlalu banyak terhirup sayang.!"


Ucap Purnama


"Enggak lah kak, coba deh kakak perhatikan asap nya segera berpindah-pindah karena tertiup oleh angin.!"


Ucap Alice, Purnama memperhatikan sekitarnya dan ternyata benar saja asapnya sekelebat berpindah-pindah sesuai arah angin.


"Silahkan pesanannya.!"


Seorang bapak paruh baya penjual sate mengantarkan pesanan Alice.


"Makasih pak.!"


Ucap Alice


"Sama-sama neng, yang ini kambing yang ini sapi.!"


Jelas bapak penjual.


"Loh kakak di pesenin sate sapi?"


Tanya Purnama.


Alice mengangguk.


"Kalau kakak mau coba, cobain dulu aja ini punya Alice.!"


Ucap Alice sembari menyodorkan sate milik nya.


"Eitsss jangan lupa berdoa dulu.!"


Ucap Purnama yang melihat Alice akan segera melahap sate ditangannya.


"Eh iya Lupa heheh.!"


Ucap Alice sembari menyimpan kembali satenya.


Purnama memimpin doa.


Setelah selesai berdoa Purnama mengambil satu tusuk sate dari piring Alice.


"Nyobai dulu ya hehe.!"


Seru Purnama sembari mengambil satu tusuk sate.


"Bismillah..."


Ucap Purnama sembari memakan satu potong daging kambing langsung dari tusuknya.


Perlahan dengan penuh keragu-raguan Purnama memakan nya.


"Subhanallah ko gak bau kambing ya dagingnya, rasanya enak empuk.!"


Ucap Purnama.


"Enak kan hehehh.!"


Seru Alice sembari melanjutkan makannya.


"Ini coba deh kakak cobain gulai kambingnya juga pasti bakal mau lagi.!"


Ucap Alice.


"Coba ya kakak cobain dulu.!"


Ucap Purnama sembari menyendok kuah gulai kambingnya terlebih dahulu.


"Emhsss enak banget kerasa bumbunya juga, mau cobain dagingnya dulu sekarang heheh.!"


Ucap Purnama lagi.


Alice yang melihat Purnama menyukai makanan yang berbahan kambing merasa senang karena kini pasangannya juga menyukai apa yang dia suka.


"Gimana kak?"


Tanya Alice penasaran.


"Aslinya ini mah enak banget.!"


Ucap Purnama sembari menuangkan gulai kambing ke atas piring makannya.


"Karena sate kambingnya enak, jadi kita barter aja ya heheh.!"


Ucap Purnama.


"Enggak mau kakak, setengah-setengah aja ya tadi kan kakak udah ambil satu ini Alice kasih empat tusuk lagi dan Alice ambil lima tusuk sate punya kakak, adil kan heheh.!"


Ucap Alice sembari mengambil sate sapi milik Purnama.


"Iya deh iya hehehe, ayo makan.!"


Ajak Purnama sembari mulai menikmati makan malamnya.