Alice

Alice
Bagian 189



"Apa itu?"


Tanya mamah Purnama.


"Mah, Pah, Purnama sudah bertemu dengan Alice, Asti dan Dahlan, Purnama tahu persis setiap masalah yang ada di keluarga kita dan apa saja yang telah terjadi saat Purnama pergi.!"


Ucap Purnama serius.


"Iya sayang perusahaan kita bangkrut, maaf karena mamah dan papah tidak bisa mengirimi kamu uang setiap bulannya selama kamu kuliah di luar negeri, mamah sama Papah juga gak bisa nyusul kamu ke sana saat kami kehilangan kabar dari kamu, tapi jujur mamah sedih banget kenapa keadaan kita justru berbalik seratus delapan puluh derajat setelah kamu pergi nak.!"


Keluh mamah Purnama.


"Purnama paham betul mah dengan perasaan mamah, jujur Purnama pun sedih mendengar kabar keluarga kita seperti ini, tapi mungkin ini semua adalah ujian, atau teguran dari Allah karena kesombongan kita.!"


Jawab Purnama sembari menatap papah nya.


"Satu hal lagi mah, ini Ijazah Purnama, sekarang Purnama sudah memenuhi keinginan mamah untuk bersekolah di luar negeri dan menjadi salah satu lulusan terbaik dari kampus, kali ini Purnama akan meminta mamah menepati janji mamah yang dulu!"


Seru Purnama sembari mengeluarkan Ijazah dan surat pernyataan yang sempat di buatnya dulu, sebelum berangkat ke luar negeri. Mamah Purnama menatap ke arah suaminya, namun suaminya tak merespon sedikitpun seolah tak ingin ikut andil dalam masalah ini.


"Tapi apa Alice masih mau bersama kamu, meskipun kini keluarga kita miskin?"


Tanya Mamah Purnama.


"Sudah terlalu banyak penderitaan yang Alice terima sejak kepergianku mah, bahkan mamah dan Papah pun tidak bersikap baik terhadap Alice, maka dari itu Purnama ingin mengakhiri semua ini mah, Purnama ingin mengakhiri penderitaan Alice, terlalu lama dia menunggu Purnama Pulang, meski tanpa kabar dia tetap yakin Purnama akan pulang menemui nya, lantas apa lagi yang mesti Purnama khawatirkan?"


Tanya Purnama kepada Mamah nya.


"Mamah tidak punya alasan lain untuk kembali menolak hubungan kalian berdua, mamah tidak pernah berpikir seburuk apa ujian dan penderitaan yang Alice terima saat menunggu kamu kembali, mamah pikir kehidupan kita seperti ini itu adalah karena Alice, maafkan mamah nak!"


Ucap Mamah Purnama.


"Tidak mah jangan minta maaf, setiap manusia itu adalah tempatnya salah, hilaf dan dosa, besok selepas Alice pulang bekerja, Purnama akan bawa Alice kesini!"


Jawab Purnama.


"Sebelum kamu meminang Alice, bukankah lebih baik jika kamu memiliki pekerjaan yang menentu, kamu harus bisa menjamin kehidupan istri dan anak-anak kamu kelak!"


Seru papah Purnama sembari tersenyum.


"Tentu pah!"


Jawab Purnama.


"Benar kata Papah kamu,kita sekarang sudah beda dengan dulu, kondisi kita sekarang tidak sebaik dulu, jadi kamu harus berusaha sendiri, mamah sama Papah sudah tidak bisa memfasilitasi lagi kehidupan kalian berdua.!"


Tambah Mamah Purnama.


"Berarti semua sudah sepakat ya, mamah sudah setuju Papah juga sudah setuju, asal kamu sudah punya pekerjaan Mamah sama Papah akan mengantar kamu meresmikan gmn hubungan kalian!"


Seru Papah Purnama sembari tersenyum.


"Makasih mah, Pah!"


Ucap Purnama tersenyum memeluk mamah nya.


"Sekarang kamu pergi mandi, mamah akan siapkan makan malam untuk kita makan bersama!"


Ucap Mamah Purnama lagi.


"Baiklah mah, Purnama mau mandi dulu ya Pah!"


Ucap Purnama sembari pergi, beberapa saat Purnama kembali lagi.


"Ada apa nak?"


Tanya Mamah Purnama.


"Purnama gak tahu di mana kamar mandi dan di mana kamar Purnama heheh!"


Ucap Purnama tersenyum.


"Mari papah antar heheh!"


Seru Papah Purnama kemudian berdiri dan menghampiri Purnama. Sementara mamah Purnama Pergi ke dapur untuk memasak.


"Pah Apa rencana papah sekarang untuk mengembalikan semuanya?"


Tanya Purnama kepada Papah nya.


"Papah akan kasih kamu modal untuk buka usaha, kamu bisa mengelola usaha itu bersama Alice kelak, dan Papah serta Mamah akan kembali ke luar kota untuk memulai semuanya lagi.!"


Jawab Papah Purnama.


"Lalu bagaimana dengan rumah kita yang dulu?"


Tanya Purnama lagi.


"Papah sudah putuskan untuk memberikan rumah itu untuk kalian, jaga dan rawat rumah itu.!"


Pesan Papah Purnama.


"Terimakasih pak!"


Jawab Purnama memeluk Ayahnya.


"Sudah pergi mandi sana, ini kamar kamu, dan kamar mandinya ada di dekat dapur!"


Ucap Papah Purnama.


"Iya pah!"


Jawab Purnama kemudian masuk ke dalam kamar menyimpan tas dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Ke esokan paginya, Purnama sudah bersiap dengan pakaian rapinya berniat menjemput Alice.


"Nak sarapan dulu!"


"Sudah rapi aja, mau kemana?"


Tanya Mamah Purnama.


"Kan mau nganter calon istri ke tempat kerjanya mah heheh!"


Jawab Purnama tersenyum.


"Gak kerasa ya anak mamah sekarang sudah besar, rasanya baru kemarin kamu mamah antar kesekolah sekarang kamu sudah punya calon istri heheh, ngomong-ngomong Alice kerja apa?"


Tanya Mamah Purnama.


"Awalnya dia kerja di perusahaan Agroforestri mah, tapi ternyata dia masuk atas kerja sama orang lain dia tidak mau bergantung akhirnya keluar dan sekarang bekerja di mini market!"


Jawab Purnama menjelaskan.


"Ya sudah gak papa lah, kamu mau langsung cari kerjaan?"


Tanya Mamah Purnama juga.


"Iya mah, Purnama mau coba cari kerjaan, sukur-sukur kalau bisa buka usaha sendiri mah!"


Jawab Purnama tersenyum.


"Aamiin sayang, mamah pasti do'akan yang terbaik buat kamu!"


Ucap Mamah Purnama.


Papah Purnama keluar kamar menuju ke dapur. Melihat suaminya sudah berdandan rapi mamah Purnama pun tersenyum melihat suaminya sudah siap berangkat kerja.


"Jadilah laki-laki seperti papah kamu nak, dia tetap bertanggung jawab bagaimana pun kondisi keluarga!"


Seru Mamah Purnama kepada Purnama sembari menyiapkan nasi di atas piring dan menyimpannya di atas meja makan.


"Selamat pagi mah!"


Ucap papah Purnama sembari mencium kening istrinya.


"Pagi juga pah!"


Jawab Mamah Purnama.


"Sarapan pagi ini spesial ya, masakannya juga banyak heheh!"


Seru Papah Purnama lagi.


"Bahagia banget pagi ini bisa kumpul sarapan lagi sama mamah Papah!"


Ucap Purnama.


"Ayo sarapan, kamu pimpin baca do'a ya!"


Ucap Papah Purnama kepada Purnama. Purnama pun memimpin doa kemudian mereka sarapan bersama sambil bersenda gurau.


Usai sarapan Purnama menelpon Alice.


"Assalamualaikum selamat pagi sayang?"


Ucap Purnama kepada Alice.


"Pagi juga kak.!"


Jawab Alice tersenyum.


"Sudah sarapan sayang?"


Tanya Purnama kepada Alice


"Sudah ko kak!"


Jawab Alice.


"Syukurlah,sebentar lagi kakak berangkat ya!"


Jawab Purnama.


"Iya kak hati-hati di jalannya!"


Saran Alice.


"Iya sayang, Assalamualaikum!"


Ucap Purnama


"Wa allaikumus sallam kak!"


Jawab Alice sembari menutup teleponnya dan senyum-senyum sendiri.


"Mah!,Pah!, Purnama berangkat dulu!"


Pamit Purnama kepada orang tuanya.


"Iya sayang!"


Jawab mamah Purnama sembari berlari menghampiri Purnama keluar rumah.


"Purnama mau berangkat dulu mah!"


Ucap Purnama berpamitan mencium tangan Mamahnya.


"Iya sayang hati-hati di jalan jangan lupa makan sing ya nanti!"


Ucap Mamah Purnama berpesan, Purnama mengangguk dan memasuki mobil Dahlan yang di pinjamnya semalam. Kemudian melambaikan tangan kepada Mamahnya dan pergi menjemput Alice.