
Kini tibalah saatnya satu-persatu dari para tamu undangan yang hadir untuk naik keatas pelaminan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Awalnya semua baik-baik saja namun raut wajah Lucas tiba-tiba berubah setelah melihat seorang laki-laki yang mengenakan jas putih naik keatas pelaminan.
Laki-laki itu adalah teman Valerie yang juga seorang dokter dan bekerja di rumah sakit yang sama juga.
Laki-laki itu juga yang dulu pernah dilihat Lucas bersama dengan Valerie hingga membuatnya cemburu dan nekat ke kota S. Kejadian itu terjadi sebelum mereka berpacaran.
Dia adalah dokter Shandy, dokter yang sudah lama menyimpan perasaannya untuk Valerie, namun kalah cepat oleh sang cassanova tobat yaitu Lucas.
Shandy tahu bahwa Lucas adalah seorang cassanova karena dia telah mencari tahu semuanya selama beberapa Minggu ini.
Dan hari ini pun dokter muda tersebut berniat untuk menghentikan pernikahan Valerie dengan cara memberitahu perempuan itu tentang siapa sebenarnya Lucas.
Yang Shandy tidak tahu adalah Valerie sudah lebih dulu mencari tahu tentang Lucas dan perempuan itu tidak mempermasalahkan masa lalu Lucas, selama lelaki itu telah benar-benar berubah dan tidak berhubungan lagi dengan wanita lain selama menjalin hubungan dengannya.
Menjadi anggota Bloody Rose tentu saja membuat Valerie tidak kesulitan untuk mencari tahu tentang Lucas.
Valerie pun sebenarnya tahu bahwa Shandy memiliki perasaan lebih untuknya, namun sekali pun dirinya tidak pernah menanggapi semua perlakuan spesial yang selalu di berikan oleh dokter Shandy, malah sebaliknya sebisa mungkin Valerie menghindari dokter Shandy agar pria itu tidak berharap kepadanya.
"selamat" hanya satu kata itu yang terucap dari bibir dokter Shandy ketika berjabat tangan dengan Lucas.
Setelah itu Shandy bergeser untuk bersalaman dengan Valerie, mereka bersalaman cukup lama karena Shandy lah yang menggenggam erat tangan Valerie sehingga perempuan itu kesulitan melepaskan tangannya.
Lucas yang tidak tahan lagi melihat sikap kurang ajar Shandy kepada perempuan yang telah resmi menjadi istrinya melepas paksa genggaman tangan Shandy.
"jaga batasan anda" desis Lucas menatap tajam.
Bukannya merasa takut, Shandy hanya tersenyum mengejek membuat Lucas naik pitam hingga tanpa sadar mendorong Shandy cukup keras, membuat nya terhuyung ke belakang.
Semua tamu undangan yang melihat kejadian itu menjerit kaget.
Bryan dan Arash segera naik keatas pelaminan guna menenangkan sahabat mereka, entah apa yang dikatakan oleh pria itu hingga membuat Lucas sepertinya sudah tersulut emosi.
Melihat kedua temannya naik, membuat Regan tidak bisa berdiam diri dia pun ikut naik ke pelaminan diikuti oleh Tristan dan Fero sementara para perempuan hanya duduk sambil menyaksikan apa yang akan di lakukan oleh pria asing itu.
Berbeda dengan Ziana dan Jessica yang terlihat tenang, lain halnya dengan Dita dan Gretha yang nampak cemas melihat keributan yang terjadi. Wanita hamil itu nampak memilin jemari tangannya.
"Duh..pulang yuk Zi, Jess gue takut disini" Ajak Dita.
"udah tenang gak akan terjadi apa-apa" Balas Ziana diangguki oleh Jessica.
Beruntung Attar tengah sibuk dengan ponselnya jadi dia tidak mengetahui tentang keributan itu.
Shandy di seret paksa untuk keluar diikuti oleh Regan. Sesampainya di luar Shandy memberontak dan memaksa untuk melepaskan diri dari cekalan Tristan dan Fero.
"Mau kemana lo, lo kira bisa bebas setelah apa yang lo lakuin, membuat pesta teman kami hampir berantakan" ucap Regan penuh penekanan.
"lepasin..gue gak ada urusan dengan kalian, urusan gue sama playboy bang**t itu"
Regan hanya tersenyum sinis, "bawa dia ke markas"
"baik bang" ucap mereka bersamaan "ayo jalan"
"lepasin gue sia**n" berontak Shandy namun tidak dihiraukan oleh kedua laki-laki itu
Kembali kedalam pesta, Lucas sudah mulai tenang dan kembali duduk, namun ekspresinya masih terlihat datar.
🌹🌹🌹
Arash dan Ziana memutuskan untuk pulang lebih dahulu karena Attar sudah tertidur di dalam gendongan Ziana.
Arash yang tidak tega melihat Ziana yang kesusahan karena berat badan Attar yang semakin hari semakin bertambah, laki-laki itu pun mengambil alih Attar ke dalam gendongannya lalu berjalan beriringan keluar aula.
Selama diperjalanan tidak ada yang bersuara, Arash menoleh dan mendapati perempuan itu telah terlelap.
"pantesan" gumamnya tersenyum menatap Ziana.
Arash meminggirkan mobilnya lalu membuka jas miliknya kemudian menutupi tubuh Ziana yang sedang tertidur.
Sementara dibelakang Attar sudah mengenakan selimut kecil yang memang selalu disiapkan Arash ketika pergi malam-malam bersama dengannya, sudah jadi kebiasaan Attar yang akan tertidur jika pergi ataupun pulang malam.
Sesampainya di depan apartemen Ziana, karena tidak tega untuk membangunkan perempuan itu, akhirnya Arash mengetikkan sendiri sandi apartemen Ziana, yang sebelumnya telah diberitahu oleh pemiliknya beberapa waktu yang lalu.
Setelah meletakkan Ziana ke atas tempat tidurnya, Arash lalu menyelimuti tubuh Ziana dengan selimut, sebelum keluar dari sana tidak lupa Arash mencuri satu kecu**n di dahi Ziana.
"maaf karena telah mencuri" gumamnya menatap Ziana sambil tersenyum sendiri sebelum pergi dari sana.
Happy Reading 💞💞