About Ziana

About Ziana
Chapter 57



Arash mendekat dan langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Ziana.


Perlakuan itu membuat Ziana melotot dan menatap sang pelaku dengan tatapan tajam, sementara yang ditatap hanya acuh.


Regan hanya tersenyum tipis di tempatnya karena Arash sudah mulai menunjukkan sikap posesifnya kepada Ziana.


Pria itu merasa lega jika Arash benar-benar ada hati kepada Ziana, karena menurutnya Arash adalah laki-laki yang tepat untuk mendampingin adik angkatnya itu.


Regan tau kalau Arash adalah laki-laki yang baik, dan sangat mampu untuk melindungi Ziana dari musuh-musuh terdahulu yang mungkin masih menyimpan dendam kepada perempuan itu.


"lepasin tangan lo atau gue lempar lo dari sini" desis Ziana berbisik tepat di dekat telinga Arash.


Arash yang posisinya sedekat itu dengan Ziana hampir tidak bisa mengendalikan dirinya. Beruntung Ziana mencubit lengan Arash sehingga laki-laki itu tersadar dari fantasi liarnya.


"lepasin gak" ucap Ziana lagi penuh penekanan.


"lo gak liat pandangan keluarga pengantin wanitanya" Arash balas berbisik di telinga Ziana.


Ziana pun mengalihkan pandangannya dan apa yang di katakan oleh Arash memang benar, bahwa seluruh anggota keluarga mempelai wanita menatapnya tidak suka, dan Ziana tidak ingin di pandang seperti itu, jadi perempuan itu tidak punya pilihan lain, selain membiarkan laki-laki kurang ajar ini merengkuh pinggangnya.


saat sedang asik dengan pikirannya masing-masing Dita yang masih berada di belakang Ziana memotret adegan langka yang tersaji tepat di hadapannya.


Selama mengenal Ziana, Dita tidak pernah melihat sahabatnya itu dekat bahkan sampai berpegangan tangan dengan pria manapun, namun sekarang sahabatnya itu tengah di rengkuh mesra oleh seorang pria. Jadi sudah bisa dipastikan bahwa Dita tidak akan mungkin melewatkan momen langka itu.


Saat Dita sedang asik memotret Ziana dan Arash dari berbagai sudut tanpa mereka berdua sadari Regan sudah kembali ke tempat duduknya di atas pelaminan.


Setelah puas memotret sahabatnya Dita sengaja berdehem agar kedua pasangan dadakan itu sadar dari lamunannya.


Setelah sadar dari lamunannya masing-masing Ziana melanjutkan langkahnya, tentunya bersama dengan Arash yang masih setia melingkarkan tangannya ke pinggang ramping milik Ziana. Mereka berdua naik keatas pelaminan Regan untuk memberi selamat kepada pria itu dan juga istrinya.


Selesai memberi selamat keduanya turun dari pelaminan dan Arash lagi-lagi mengejar Ziana dan kembali melingkarkan tangannya ke pinggang Ziana.


Ziana hanya memutar bola matanya dan berjalan kearah Claudia dan Zoey yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.


Entah mengapa seperti ada perasaan tidak rela yang dirasakan oleh Arash saat melepaskan rengkuhannya, namun laki-laki itu dengan cepat menepis perasaannya.


"om itu capa kak?" Tanya sambil menunjuk-nunjuk Arash. Diumur nya yang baru menginjak angka 3,5 tahun membuat rasa ingin tahu Zoey meningkat.


Melihat Ziana yang hanya diam tidak menjawab pertanyaan gadis kecil itu, membuat Arash mengambil inisiatif sendiri.


Laki-laki itu berjongkok di hadapan Zoey dan menyapanya "halo gadis cantik, perkenalkan nama om adalah Arash, kamu bisa memanggilku Om Arash" ucap Arash memperkenalkan diri.


"halo Om Alash namaku Zoey putlina Mama Clodia, adikna kak Zizi" balas Zoey ikut menyapa dan memperkenalkan dirinya kepada Arash.


Lucas tertawa terpingkal-pingkal mendengar panggilan gadis kecil itu kepada Arash. tadi setelah melihat Arash dan Ziana turun dari pelaminan mereka berdua Lucas dan Bryan sengaja menghampiri mereka berdua karena ada hal penting yang ingin di bicarakan.


"bwahahaha om Alash setan alas kali" Lucas memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa.


"om kenapa tawa-tawa emang ada yang luchu? telus setan alas itu apa om? Zoey ndak pelnah dengel" tanya Zoey bingung.


pertanyaan polos yang terlontar dari gadis kecil itu membuat Lucas seketika bungkam. Dia bingung harus menjelaskan apa tentang setan alas yang dimaksud oleh gadis kecil itu.


'mampus' Batin Arash dan Bryan secara bersamaan.


Sementara Lucas hanya mematung ditempatnya bingung harus mengatakan apa, ditambah lagi dengan pelototan tajam yang di arahkan Ziana kepadanya, membuat pria itu mati kutu.


******


Jangan lupa tinggalin jejak


Like


Komen


Happy Reading 💞💞 💞