About Ziana

About Ziana
Chapter 79



Setelah lelah berjalan Ziana akhirnya berhenti dan duduk di bangku kayu yang berada dipinggir danau.


Begitupun dengan Arash, laki-laki itu ikut duduk dibawah pohon beralaskan rumput hijau yang tidak jauh dari tempat Ziana.


Ziana hanya memutar bola matanya jengah melihat kehadiran laki-laki itu yang sedari tadi mengikutinya.


Setelah lama terduduk disana Arash terlihat bangkit dan berjalan menjauh. 'cih hanya sampai situ' batin Ziana tersenyum miring.


Namun baru beberapa menit pergi, laki-laki itu kembali lagi dengan 2 botol air mineral dingin ditangannya.


Arash lalu menyodorkan 1 botol air tersebut kehadapan Ziana.


Sebenarnya perempuan itu juga haus, namun karena gengsi jadi Ziana sama sekali tidak ingin menyentuh botol tersebut.


Arash menggeleng melihat sikap keras kepala dari perempuan yang telah memenuhi seluruh isi hatinya itu.


Laki-laki itu lalu mengambil kembali botol tersebut lalu membuka tutupnya, kemudian ikut duduk disamping Ziana dan kembali menyodorkan botol air tersebut.


"ayo minum, aku tau kamu pasti haus" ucap Arash kemudian meletakkan kembali botol yang sudah terbuka tutupnya itu karena Ziana tidak kunjung mengambilnya, lalu laki-laki itu bangkit dari duduknya kemudian pergi dari sana.


Ziana hanya menatap kepergian Laki-laki itu tanpa mengatakan apapun. punggung laki-laki itu semakin menjauh, Ziana mengalihkan perhatiannya kearah botol tersebut.


Perempuan itu tersenyum sekilas, sebelum meraih botol tersebut dan meneguknya hingga hanya tersisa setengahnya saja.



Keesokan harinya Ziana terbangun dan ternyata masih berada di bangku pinggir danau semalam.



Perempuan itu mengucek matanya lalu mengedarkan pandangannya dan seketika terkejut karena mendapati Arash berada diatas wajahnya.



Ya Ziana tertidur di bangku dengan paha Arash sebagai bantalnya. Sungguh posisi yang sangat memalukan bagi perempuan itu yang belum pernah dekat dengan laki-laki manapun.



Bahkan Regan dan Agler yang dulu dianggapnya sebagai kakak tidak pernah melakukan kontak fisik seperti sekarang yang sedang dilakukannya bersama Arash.



Ziana lalu bangkit dan membenarkan rambutnya yang terlihat acak-acakan setelah bangun tidur.



Arash sebenarnya sudah bangun sedari tadi karena posisi tidurnya yang tidak nyaman. Namun laki-laki itu sengaja pura-pura tidur supaya Ziana tidak merasa canggung dengannya.




Laki-laki itu menguap. "Sudah pagi, mau pulang sekarang? ayo aku antar" ujar Arash lalu berdiri.



"tidak perlu, gue bisa pulang sendiri" ucap Ziana cuek.



Arash tersenyum tipis menanggapi sikap cuek dari Ziana. "kamu mau pulang dengan apa? lihat, ini masih jam 6 pagi, belum ada taksi yang lewat"



Ziana menoleh kearah jalan raya dan memang benar belum terlalu banyak kendaraan yang lewat. Akhirnya perempuan itu dengan terpaksa mau untuk diantar oleh Arash.



Arash tersenyum penuh kemenangan karena bisa lebih lama berduaan dengan sang pujaan hati.



Sementara itu pagi-pagi sekali Bryan dan Lucas telah pergi begitu Tristan dan Fero datang dan menggantikannya untuk menemani Regan.


Meskipun Regan melarangnya untuk memberitahu anggota Bloody Rose yang lainnya, namun tetap saja Bryan dan Lucas memberitahukannya.


Bryan dan Lucas berpisah di tempat parkir karena mereka memiliki tujuan yang berbeda.


Bryan ingin ke tempat Agler dan anak buahnya di sekap, sementara Lucas ingin ke apartemennya terlebih dahulu sebelum melanjutkan pencariannya tentang Lyan yang sedikit lagi menemui titik terangnya.


Sesampainya di apartemen Lucas terlebih dahulu membersihkan tubuhnya lalu mengisi perut, kemudian melanjutkan pekerjaannya yang kemarin sempat tertunda.


Sebenarnya kemarin Lucas berencana untuk memberitahu Bryan tentang asisten Alex Fernandez yang bernama Lyan telah menghilang dan dirinya sedang mencari tahu tentang keberadaan orang tersebut.


Namun belum memulai topik Arash sudah lebih dahulu menelpon.


Lucas bekerja sama dengan detektif Jo untuk mencari informasi tentang keberadaan Lyan.


Dan tadi subuh sang detektif telah mengirimkan sebuah alamat tempat dimana Lyan berada.


Lucas mengerutkan keningnya saat melihat alamat tersebut yang terletak di kota S bukan di kota X seperti yang diberitahu oleh Leon sebelumnya.


*****


Happy Reading 💞💞 💞