
Jam 1 dini hari Ziana dan Arash meninggalkan bandara setelah di jemput
oleh sekertaris Jhon.
Mereka tidak langsung kembali ke rumah ataupun apartemen, tetapi mereka memilih untuk check in di salah satu hotel yang letaknya tidak jauh dari bandara.
Jarak dari bandara ke rumah Arash memerlukan waktu sekitar 40 menit untuk sampai begitu pun dengan apartemen Ziana, karena itulah keduanya memutuskan untuk menginap di hotel saja.
Setelah mengantarkan Arash, sekertaris Jhon pun berpamitan kepada pasangan anyar itu untuk kembali melanjutkan tugasnya, namun Beruntung Arash memintanya untuk ikut menginap di hotel, karena malam yang memang sudah larut.
Dengan senang hati sang sekertaris itu menerima ajakan si bos, karena jujur
dirinya memang merasa lelah dan
Sedikit mengantuk.
Akhirnya malam itu sekertaris Jhon pun menginap di hotel yang sama dengan Arash, setelah meminta anak buahnya untuk melanjutkan tugasnya.
Keesokan harinya setelah mandi dan sarapan, Arash dan Ziana beserta sekertaris Jhon bergegas meninggalkan hotel tempat mereka menginap untuk segera bertemu Regan, dengan sekertaris Jhon yang menjadi supirnya.
Sementara itu sama seperti Arash dan Ziana, Bryan pun tengah bersiap untuk mengunjungi Regan, dengan di dampingi oleh Naysilla, yang kini telah resmi menjabat sebagai sekertaris sekaligus pacar pura-puranya.
Sekitar 20 menit mobil yang Bryan kendarai telah sampai di pelataran rumah sakit tempat Gretha dirawat, dan secara kebetulan mobil Arash pun berhenti di samping mobil Bryan.
Setelah berbasa-basi sebentar keempat manusia itu masuk bersama, sedangkan sekertaris Jhon diminta untuk kembali ke kantor Wijaya Group
Di depan ruangan itu, masih terlihat sepi, tidak terlihat seorang pun teman-teman mereka.
Ziana maju kedepan, kemudian secara perlahan wanita itu membuka pintu ruangan yang diyakininya adalah milik Gretha, istri dari teman, sekaligus seseorang yang dianggapnya sebagai kakak.
Didalam ruangan bernuansa putih dan biru itu terlihat seorang wanita yang terbaring di atas brankar tanpa seorangpun di sisinya.
'kemana perginya dia?' batin Ziana bertanya karena tidak mendapati Regan disana.
Sementara di belakangnya, Arash dan Bryan saling lirik, keduanya sama-sama bingung karena tidak melihat batang hidung Regan didalam ruangan itu.
Saat mereka sibuk bertanya-tanya pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka.
Orang itu adalah Regan yang baru saja selesai buang hajat.
Dengan ekspresi yang tidak kalah bingungnya, Regan berjalan menghampiri para sahabatnya yang menatap dirinya dengan pandangan aneh.
"lo ternyata disini?" tanya Arash
Dengan dahi mengernyit Regan menjawab pertanyaan Arash "gue emang harusnya berada disini karena ini adalah ruangan istri gue"
"iya juga sih.." sahut Arash tanpa sadar
"sekarang gantian gue yang bertanya, kalian semua ngapain sepagi ini sudah berada disini?" gantian Regan yang bertanya sembari menatap keempat manusia di depannya secara bergantian.
Jika dilihat dari caranya berbicara, terlihat jika pria itu sudah baik-baik saja.
Ziana menghembuskan nafas lega karena hal yang ditakutkannya tidak terjadi.
Kemudian tanpa aba-aba Ziana segera menubruk tubuh Regan dan memeluknya erat "terimakasih karena sudah baik-baik saja, maafin aku yang tidak ada saat kamu dalam masalah" ucap Ziana dalam dekapan Regan.
Arash yang tidak kuasa melihat adegan didepannya hanya mampu memalingkan wajahnya ke arah lain, sehingga membuat Bryan menggeleng kecil melihat tingkah sahabatnya yang benar-benar sudah bucin kepada istrinya.
Bryan bersyukur karena kedua sahabatnya sudah menemukan kebahagiaan mereka masing-masing.
Saat menjelang siang, satu persatu dari anggota Bloody Rose dan The Braves datang sehingga ruangan yang semula hening kini berubah menjadi ramai karena kehadiran mereka semua.
Regan bersyukur memiliki teman-teman yang peduli dan menyayanginya.
Ziana hanya duduk manis mendengarkan ocehan dan guyonan yang di lontarkan oleh Fero dan Lucas juga Jessica yang ikut menimpali sesekali.
Ziana hanya mampu tersenyum melihat gadis yang pernah menjadi orang kepercayaannya semasa menjabat sebagai ketua itu pandai membuat lelucon yang berhasil mengocok perut semua orang yang berada di ruangan tersebut.
Ziana kira Jessica adalah gadis yang tertutup dan tidak suka berbicara, namun ternyata dugaannya salah.
Hingga sore menjelang mereka akhirnya membubarkan diri, karena akan ada sebuah misi yang harus mereka jalankan malam nanti, menyisakan Ziana dan suami bucinnya.
Namun hingga malam menjelang pun tidak terlihat seorang pun dari anggota keluarga wanita itu yang hadir disana, hal itu membuat Ziana merasa aneh dengan keluarga Gretha.
Ini bukan kali pertama Ziana merasa aneh dengan keluarga wanita itu, namun saat pernikahan Regan pun, dia sudah merasakan keanehan, namun dia hanya diam karena tidak ingin membuat Regan ikut berpikiran buruk terhadap keluarga istrinya.
Akhirnya sekitar pukul 19:00 Arash dan Ziana meninggalkan halaman rumah sakit dengan mobil yang dikendarai oleh sekertaris Jhon.
Sementara itu di tempat lain, usai menyelesaikan tugasnya dari Melissa ibu kandungnya sendiri Agra bergegas meninggalkan rumah Abian.
Pria itu tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan kelicikan ibunya.
Meskipun dia adalah seorang mafia kelas kakap, namun Agra tidak ingin menyakiti seseorang yang tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Orang yang menelpon Ziana pagi-pagi sekali adalah Agra, namun itu semua atas paksaan dari Melissa, ibunya yang licik dan gila harta.
Melissa mengancam akan menghancurkan kehidupan Agler jika Agra tidak ingin melakukan apa yang ia perintahkan.
Agler adalah kelemahan terbesar bagi Agra, bukti cintanya bersama istrinya yang paling ia cintai. Karena ancaman itulah dia terpaksa melakukan perintah Melissa, karena dia tahu seperti apa ibunya. Melissa adalah wanita ambisius, yang akan menghalalkan segala cara demi tercapainya sebuah tujuan.
Karena tidak ingin terus menerus mengikuti permintaan Melissa yang tidak ada hubungan dengannya, Agra memutuskan untuk mempercepat kepergiannya 'lebih baik aku pergi daripada harus menjadi alat untuk menyakiti orang yang tidak bersalah' batinnya.
Beberapa saat setelah kepergian Agra, terlihat Melissa membanting ponselnya keatas ranjang karena kesal nomor anaknya tidak bisa tersambung.
" aaaarrghhh dasar anak si*lan, berani sekali dia pergi tanpa seizin ku, lihat saja apa yang bisa wanita tua ini lakukan.." ucapnya dengan seringai pada akhir kalimatnya.