
2 Minggu kemudian produk kerja sama yang dilakukan oleh Wijaya Group dan Calista Group sudah resmi di luncurkan pagi kemarin, dan cukup mendapat banyak peminat.
Terbukti dari semenjak diluncurkan kemarin, sudah ada lebih dari 2000 produk yang terjual. membuat seluruh tim yang terlibat maupun tidak terlibat sangat bahagia karena kesuksesan ini.
Sama halnya dengan Arash laki-laki itu pun tak kalah bahagianya mengingat produk ini adalah hasil inovasinya.
Seluruh tim yang terlibat baik dari Wijaya Group maupun Calista Group sudah berkumpul di salah satu hotel milik Wijaya Group yang sudah di sulap menjadi sebuah acara pesta.
Namun sama seperti biasanya Ziana tidak terlihat hadir disana, hanya ada Dita dan beberapa karyawan dari tim produksi yang hadir sebagai perwakilan dari Calista Group.
Arash belum mengetahui bahwa pemilik dari Calista Group adalah Ziana, laki-laki itu berfikir bahwa Dita dan Ziana hanyalah teman dekat bukan rekan kerja.
Arash terlihat mendekat kearah Dita dan menyapanya "Selamat datang sekertaris Dita" Arash mengulurkan tangannya dan disambut oleh Dita.
"terimakasih pak Arash" balas Dita sambil tersenyum.
"Dimana CEO anda? apa beliau tidak ikut?" pertanyaan itu dilontarkan oleh Arash.
"mohon maaf pak, beliau sedang ada diluar kota, jadi tidak bisa untuk menghadiri acara hari ini" ujar Dita apa adanya. karena Ziana memang masih berada di kota B.
Arash terlihat mengangguk "saya mengerti, beliau adalah orang sibuk jadi wajar saja" kata Arash maklum.
"yasudah kalau begitu saya permisi kesana dulu untuk menyapa yang lain, selamat menikmati pestanya" pamit Arash setelah berbincang sejenak dengan sekertaris Dita, dan dijawab anggukan oleh sekertaris Dita.
Dita sebenarnya sangat malas untuk menghadiri acara-acara formal seperti ini, namun karena Ziana tidak suka menghadiri acara seperti itu, membuat Dita tidak punya pilihan lain.
...----------------...
Sementara itu Aruna yang juga malas untuk datang ke acara yang di gelar oleh Arash disebuah dihotel. Gadis itu lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah.
Aruna dan Attar sedang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya.
Attar sibuk bermain game di smartphone miliknya, sedangkan Aruna sedang menonton sesuatu dari dalam benda berbentuk pipih nan canggih itu.
Arianna yang baru datang dari arah dapur menggeleng melihat sepasang Tante dan keponakannya itu terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
"liatin apaan sih, ampe senyum-senyum sendiri" celetuk Arianna dan mendaratkan bokongnya tepat disebelah sang anak dan membuat Aruna kaget.
"iisshh..mama ngagetin aja deh" rengek Aruna sembari memegangi jantungnya karena ulah sang mama membuatnya benar-benar kaget.
Setelah menghela nafas panjang Aruna pun menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan sesuatu yang tadi di tontonnya.
Ternyata gadis itu sedang menonton video Arash dan juga Ziana yang diambilnya beberapa hari yang lalu, saat Ziana menginap dirumah mereka.
"gimana menurut mama, mereka terlihat cocok kan?" celetuk Aruna meminta persetujuan dari sang mama.
Arianna masih diam dan mencerna perkataan dari anak bungsunya itu.
"apa maksud kamu?" tanya Arianna.
"Mama setuju kan kalau misalnya kakak nikah lagi?" Aruna balik bertanya dan dijawab anggukan oleh Arianna.
"Nah aku punya rencana untuk menjodohkan kakak sama kak Ziana, mama setuju kan?"
"tapi..apa mereka mau dijodohkan?"
"bukan kita yang akan menjodohkan mereka" ujar Aruna tersenyum misterius.
"maksud kamu?" tanya Arianna tidak mengerti.
Aruna menatap kearah Attar dengan ekor matanya, memberi kode kepada Arianna untuk mengikuti arah pandang nya.
"apa?" tanya Attar yang sadar tengah di perhatikan oleh sang Oma dan auntynya.
keduanya kompak menggeleng membuat Attar mengendikkan bahunya dan kembali melanjutkan kegiatannya bermain game.
Arianna pun tersenyum bahagia setelah paham akan maksud keinginan putri bungsunya itu.
"mama setuju" ucap Arianna setuju dengan rencana Aruna.
.
****
Happy Reading 💞💞 💞