About Ziana

About Ziana
Chapter 75



Sementara itu Arash yang kebetulan lewat tidak sengaja melihat Ziana sedang berdiri dipinggir jalan seperti sedang menunggu sesuatu.


Laki-laki itu berusaha menenangkan detak jantungnya yang kembali berdetak kencang hanya dengan melihat Ziana yang terlihat berbeda malam ini, perempuan itu menggerai rambutnya tidak mengikatnya tinggi seperti biasa.


Setelah menormalkan detak jantungnya, laki-laki itu pun memberhentikan mobilnya tepat didepan Ziana. Arash lalu membuka kaca mobilnya sambil tersenyum.


"hai, ada yang bisa dibantu?" sapa Arash kaku. Laki-laki itu merutuki dirinya sendiri karena gugup.


Ziana mengangkat sebelah alisnya kemudian berucap "tidak, saya lagi menunggu jemputan"


Laki-laki itu mengangguk kemudian turun dari mobilnya setelah memarkirkannya terlebih dahulu. "anda mau apa?" tanya Ziana saat melihat Arash mendekat.


"tidak baik membiarkan seorang perempuan sendirian dipinggir jalan" sahut Arash bersedekap dada.


Ziana memutar bola matanya "saya bisa jaga diri" ucap Ziana sarkas.


Namun bukannya marah Arash hanya tersenyum tipis menanggapi nada sarkas yang dilontarkan Ziana terhadapnya.


"saya tahu, tapi saya tidak ingin mengambil resiko jika ada seseorang yang berniat jahat di saat kamu lengah seperti ini" ujar Arash hati-hati takut menyinggung perasaan sang pujaan hatinya.


Ziana menoleh sambil memicingkan matanya . "maksudnya, saya tidak ingin musuh kamu waktu itu tiba-tiba muncul dan memanfaatkan situasi disaat kamu sedang sendiri seperti sekarang" ralat laki-laki itu setelah melihat mata Ziana memicing.


Ziana diam, karena ucapan Arash memang ada benarnya, meskipun perempuan itu jago bela diri, namun tetap saja perempuan itu akan kewalahan jika harus melawan musuh dalam jumlah yang banyak.


Mereka dilanda keheningan selama beberapa saat sebelum dering ponsel Ziana memecah keheningan malam itu.


Ternyata supir taksi online yang menelpon untuk meminta Ziana membatalkan orderan karena terjadi macet dan si supir tidak bisa lewat.


"kenapa?" Arash bertanya ketika Ziana terlihat kesal saat mengakhiri panggilan.


"dibatalkan" jawabnya cuek.


"ayo saya antar" ajak Arash namun perempuan itu menolak tawaran Arash.


"tidak perlu, saya bisa pesan lagi"


Arash menggeleng melihat sikap keras kepala Ziana, namun laki-laki itu tidak ingin menyerah begitu saja. laki-laki itu melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya sebelum kembali berucap.


"ini udah hampir jam 12, biasanya jam segini rawan begal, jadi udah gak ada taksi online yang berani berkeliaran" ujar Arash sedikit berbohong supaya Ziana mau diantar olehnya.


Ziana terlihat berfikir, kemudian dengan malas perempuan itu menerima tawaran Arash. Laki-laki itu bersorak didalam hatinya karena Ziana mau menerima tawarannya.




Sementara itu di markas utama Bloody Rose perkelahian sengit tidak terhindarkan setelah geng Scorpion datang dan mengobrak-abrik markas tersebut.



Namun meskipun menang jumlah orang, tapi Regan dan teman-temannya berhasil melumpuhkan sebagian besar anggota Scorpion.



"selamat datang kembali di markas tempatmu dibesarkan" ucap Regan santai kepada lawan yang tengah dihadapinya.



Namun lawannya yang tidak lain adalah Agler nampak tidak santai. Pria itu terkejut karena ternyata penyamarannya tidak bisa mengelabui mata jeli seorang Regan.



"wah wah saya tidak menyangka bahwa kau benar-benar jeli, saya pikir setelah menikah kemampuan mu akan menurun" ejek Agler saat keduanya sedang sibuk saling memukul dan menangkis serangan masing-masing.



Regan menanggapi dengan santai ejekan mantan sahabatnya itu "makanya menikah biar tahu bagaimana rasanya" ujarnya santai sambil tersenyum mengejek.




Awalnya Regan sedikit kewalahan, namun laki-laki itu bisa mengimbangi serangan Agler. Pertarungan dua pria dewasa itu semakin sengit tatkala Regan berhasil mendapat celah untuk menendang dada Agler.



"tendangan mu lemah sekali" cibir Agler saat pria itu sudah kembali bisa menguasai diri setelah mundur beberapa langkah akibat dari tendangan Regan.



Namun Regan tidak menanggapi cibiran itu, pria itu tidak ingin membuang-buang waktu lagi karena tidak ingin membuat sang istri yang berada dirumah khawatir menunggu kepulangannya.



Belum lagi waktu sudah hampir jam 12 dan Regan ingin segera menyelesaikan pertarungan ini sebelum perempuan itu datang.



Sementara itu diluar markas Ziana baru saja turun dari mobil Arash setelah laki-laki itu mengantarnya. Namun perempuan itu mengerutkan keningnya saat mendapati banyak sekali kendaraan yang tidak dikenalnya terparkir di halaman.



Arash yang masih belum beranjak memperhatikan wajah Ziana yang terdapat sebuah kerutan di dahinya tanda bahwa perempuan itu tengah bingung akan sesuatu.



"kenapa belum masuk?" Arash mendekat sembari bertanya.



Ziana tidak menjawab, perempuan itu masih memperhatikan kendaraan-kendaraan yang terparkir, Arash mengingat sesuatu saat melihat plat mobil yang menurutnya tidak asing.



"ini mobil ketua Scorpion" celetuk Arash ketika mengingat bahwa hanya ketua Scorpion yang menggunakan plat itu.



***Flashback On***



\*Malam itu Arash pulang saat pukul 1 malam, laki-laki mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena jalan yang sudah lengang.



Namun karena kurang fokus, Arash tidak melihat bahwa ada sebuah mobil yang melaju dari arah belakang dengan sangat kencang dan menabrak spion mobil miliknya.



Laki-laki itu mendesah pelan, kemudian berusaha mengejar si pelaku, namun tidak berhasil, tapi Arash sempat memfoto plat mobil tersebut dan berusaha mencari tahu keesokan harinya\*.



***Flashback Off***



\*\*\*\*\*



Happy Reading 💞💞 💞