About Ziana

About Ziana
Chapter 95



Hari berganti bulan tidak terasa sudah 5 bulan berlalu banyak hal yang telah terjadi selama 5 bulan itu.


Dimulai dari Arash yang mengetahui siapa sebenarnya Ziana, Regan yang akan menjadi seorang ayah, bahkan Lucas yang secara mendadak telah melamar dokter Valerie.


Bahkan kini semua orang tengah sibuk untuk ke acara pernikahan Lucas dan dokter Valerie yang akan di gelar malam nanti.


Hubungan Ziana dan Arash yang semakin dekat, membuat keduanya berencana untuk datang bersama, kini keduanya sedang berada di sebuah butik untuk memilih pakaian yang cocok untuk mereka kenakan nanti malam.


Selesai berbelanja mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah duduk dan memesan makanan keduanya terlibat obrolan ringan tentang pekerjaan masing-masing.


Hingga tidak terasa seorang waiters datang dan menyajikan menu pesanan mereka.


Ziana yang sudah sedari tadi menahan lapar langsung saja menyantap sop iga yang di pesannya.


Ziana makan dengan lahap membuat Arash tersenyum kecil melihat seorang CEO dari perusahaan nomor 1 itu makan tergesa-gesa tanpa menjaga imagenya sebagai seorang pengusaha muda yang sukses.


"uhuk..uhuk" Ziana tersedak dengan cepat Arash bangkit lalu membantunya untuk minum.


"pelan-pelan makannya" ujar Arash mengusap punggung Ziana.


Ziana merutuki dirinya sendiri yang makan seperti orang kesurupan hingga membuat dirinya tersedak.


"makasih ya, maaf jadi ngerepotin kamu" ucap Ziana menyesal.


Tidak ada lagi panggilan lo-gue atau saya-anda Ziana sudah mengganti panggilannya menjadi aku-kamu


"iyaa sama-sama" jawab Arash memberikan senyum terbaiknya, setelah itu Arash kembali ketempat duduknya dan kembali menyantap makanannya.


Sementara Ziana yang sudah merasa kenyang tidak melanjutkan makannya lagi, perempuan itu ijin ke toilet untuk mencuci tangannya.


Setelah kembali dari toilet Ziana melihat Arash sudah menyelesaikan makannya. "sudah?" tanya Arash ketika melihat Ziana baru saja mendaratkan bokongnya.


"kenapa?" Ziana bertanya balik.


"barusan supir ngabarin kalau tidak bisa menjemput Attar karena harus nganterin mama" ucap Arash menjelaskan.


"yaudah yuk kalau gitu, kasian Attar nanti kelamaan nunggunya" ajak Ziana.


"kamu gak keberatan kan?" tanya Arash saat keduanya telah masuk kedalam mobil.


"kenapa harus keberatan?" tanya Ziana balik karena merasa aneh dengan pertanyaan Arash.


"iya karena yang aku liat biasanya perempuan tidak suka jika sedang pergi bersama dan tiba-tiba si laki-lakinya ingin menjemput anaknya"


Ziana memicingkan matanya menoleh ke samping, dimana Arash duduk "lihat dimana?" tanyanya.


"di sinetron-sinetron" ucap Arash tanpa rasa bersalah.


"sejak kapan kamu suka nonton sinetron?" Ziana kembali melayangkan pertanyaan.


"bukan aku sih tapi mama, aku cuma liat sekilas aja"


"owhh.." Jawab Ziana singkat.


"kok owhh sih?" tanya Arash setelah mendengar respon Ziana.


"emang maunya aku jawab apa?" Ziana merasa heran.


Arash mengangkat bahunya tanda tidak tahu membuat Ziana tertawa kecil yang langsung di hadiahi usapan lembut di pucuk kepalanya sebelu mobil itu berhenti, karena mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah Attar.


Ziana memukul bahu Arash cukup keras setelah tersadar dari keterkejutannya akan tindakan Arash yang suka tiba-tiba mengusap kepalanya atau juga menggenggam tangannya.


Sekali lagi bahwa Ziana tidak pernah dekat dengan laki-laki bahkan papanya sekalipun, jadi perempuan itu masih suka kaget jika Arash tiba-tiba menyentuhnya.


Ziana memang dekat dengan Regan dan Agler namun hanya sebatas kakak adik dan juga tidak pernah ada sentuhan fisik yang terjadi.


'aawwhhh..baru usap kepala udah kena tabok gimana kalau usap yang lain' batin Arash meringis.


Keadaan menjadi canggung akibat ulah Arash sendiri, beruntung Attar sudah masuk kedalam mobil.


"kok Daddy sama aunty Zi yang jemput?" tanyanya ketika baru saja duduk.


"gak senang ya kalo Daddy sama aunty yang jemput kamu?" tanya Arash balik.


"bukan gitu dad cuma tumben aja Daddy yang jemput"


"pak Bimo lagi nganterin Oma, jadi gak bisa jemput kamu"


"owhh" ucap Attar sambil manggut-manggut.




Malam harinya semua sudah berkumpul di hotel yang akan menjadi tempat berlangsungnya resepsi pernikahan Lucas dan Valerie.



Saat ini para pria sudah berkumpul di kamar Lucas yaitu Bryan, Regan, Tristan, Fero, Lyan dan juga Leon yang ikut meramaikan. Tinggal Arash yang belum datang, karena harus menjemput Ziana terlebih dahulu.



Arash baru saja sampai di apartemen Ziana bersama dengan Attar yang merengek ingin ikut, karena ada aunty Zi.




Arash tidak berkedip melihat kedatangan Ziana yang terlihat sangat cantik dengan makeup naturalnya.



"kenapa? makeup aku aneh ya?" tanya Ziana melihat reaksi Arash.



"cantik" puji Arash tanpa sadar membuat Ziana memalingkan wajahnya karena merasa malu.



Attar yang duduk di kursi belakang hanya menggeleng lalu kemudian kembali fokus dengan gadgetnya setelah menyapa Ziana.



Mobil Arash melaju membelah jalanan untuk segera sampai di hotel, sesekali Arash mencuri pandang kearah Ziana yang terlihat fokus menatap jalanan yang masih ramai meskipun sudah malam.



Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit mereka akhirnya sampai di hotel yang akan menjadi saksi bisu pernikahan sahabatnya.



Arash turun terlebih dahulu kemudian mengelilingi mobilnya dan membukakan pintu untuk Ziana, lalu untuk Attar.



"makasih/makasih dad" ucap Ziana dan Attar bersamaan. Setelah itu mereka berjalan secara beriringan dengan Attar yang berada ditengah sambil menggenggam tangan Arash dan Ziana.



Semua mata tertuju kearah kedatangan mereka bertiga, semua orang dibuat terkesima karena mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.



Regan yang melihat kedatangan Arash dan Ziana tersenyum, pria itu lalu menggenggam tangan Gretha istrinya dan mengajaknya untuk menyapa Ziana dan Arash.



"baru datang bro?" sapa Regan terlebih dahulu mengulurkan tangannya untuk bersalaman



Arash berdiri dan menyambut Regan, mereka bersalaman ala laki-laki "iya bro tuh rewel mau ikut" tunjuk Arash kepada Attar melalui ekor matanya, anaknya itu sudah duduk anteng bersama Ziana.



Keduanya lalu berbincang sejenak sebelum acara dimulai. Sementara Gretha hanya diam mendengarkan obrolan yang tidak dimengertinya.



Tidak lama kemudian Jessica, Dita dan Aruna ikut bergabung bersama Ziana dan Attar.



Jessica dan Dita terlihat asik bercerita, Ziana hanya menjadi pendengar sambil menyuapi Attar es krim, sementara Aruna sibuk sendiri dengan ponselnya.



Gretha yang sangat pemalu pun hanya duduk disebelah Regan tanpa berniat untuk bergabung dengan yang lainnya. Ziana yang melihat itu pun mengajak Gretha untuk gabung bersama.



Tidak butuh waktu lama untuk membuat mereka jadi akrab karena Jessica dan Dita jika sudah bertemu, maka segala hal akan mereka bahas, ciri khas perempuan jika sudah berkumpul.



Ziana tersenyum tipis melihatnya, Gretha yang kebetulan menoleh kearahnya melihat Ziana tersenyum lalu dia pun membalas senyum Ziana.



Awalnya Gretha tidak menyukai Ziana karena terlihat sangat dekat dengan Regan, dan Regan pun terlihat sangat menyayangi Ziana, namun karena pada dasarnya Gretha adalah orang baik, semakin kesini perasaan itu sudah berhasil dihilangkan.



Gretha percaya bahwa Ziana tidak seperti apa yang di katakan oleh keluarganya.



\*\*\*\*



Happy Reading 💞💞 💞