About Ziana

About Ziana
Chapter 48



"lihat tangannya bergerak" seru Lucas yang kini berdiri tidak jauh dari ranjang Ziana.


Semuanya kompak melihat tangan Ziana "benar Val tangannya bergerak, cepat kamu periksa" ujar Regan.


Valerie segera mendekat dan memeriksa Ziana sesuai instruksi Regan.


"Attar.." ucap Ziana lemah.


semua yang berada disana akhirnya bisa bernafas lega ketika Ziana membuka matanya.


"Aunty Zi.." si kecil Attar langsung memeluk erat tubuh Ziana.


Ziana menggerakkan tangannya untuk balas memeluk Attar.


"sshh" Ziana berdesis, tangannya terasa berat untuk di gerakkan.


"sebaiknya jangan di gerakkan dulu tangan kamu" larang Regan melihat Ziana kesakitan.


"Aunty Zi dak papa?" tanya Attar dengan wajah polosnya.


Ziana hanya menggeleng dan sebisa mungkin menampilkan senyumnya untuk Attar.


"Attar kangen bnget sama aunty" ucap Attar sambil memeluk Ziana lagi.


"iyaa" jawab Ziana singkat.


Setelah Attar melepaskan pelukannya dan turun dari ranjang, satu persatu dari mereka yakni Dita, Aruna, Valerie dan Jessica secara bergantian memeluk Ziana.


"kalian semua kenapa sih lebay banget" protes Ziana karena merasa orang-orang yang ada disana terlalu berlebihan.


"hehh kita semua disini khawatir sama keadaan lu, tapi lu malah bilang kita lebay" maki Dita.


"ya maaf, gue gak ada maksud buat bikin kalian semua khawatir" kata Ziana datar tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"yasudah karena queen baru sadar, sebaiknya kalian semua keluar dulu dan biarkan queen beristirahat" Lerai dokter Valerie.


mereka semua yang ada di sana membenarkan ucapan dokter tersebut, dan satu persatu keluar dari sana.


"Attar mau disini saja sama Aunty Zi" rengek Attar yang tidak ingin jauh dari Ziana.


"kasian Oma sama opa nanti nyariin kamu" bujuk Aruna namun Attar tidak mendengar.


"Attar.." peringat Arash dengan ekspresi dinginnya.


"baik dad" akhirnya anak kecil itu setuju untuk keluar meski dengan wajah lesunya.


Ziana merasa kasihan melihat Attar, namun Arash dengan cepat menggeleng. Laki-laki itu tidak ingin anaknya mengganggu istirahat Ziana.


"Zizi.." terdengar suara seorang wanita memanggil Ziana dengan suara bergetar.


"Mama Cla" Gumam Ziana ketika melihat Claudia sudah berdiri di ambang pintu dengan lelehan air mata yang membasahi wajahnya.


"Zizi.. kenapa kamu bisa seperti ini sayang" ucap Claudia langsung memeluk anak sambungnya itu.


"aku gak apa-apa Ma" Ziana balas memeluk Claudia.


"maafin Mama yang baru tau keadaan kamu" kata Claudia merasa bersalah.


"Zi baik-baik saja, jadi Mama Cla tidak perlu khawatir" ucap Ziana menenangkan.


Claudia melerai pelukannya.


"kamu kenapa bisa sampai tertembak?" Tanya Claudia penasaran.


Ziana berfikir keras untuk mencari jawaban yang masuk akal.


"heemm sebenarnya.."


"maaf bu, pasien baru saja sadar jadi sebaiknya biarkan pasien istirahat dulu" Sela Valerie berhasil membuat Ziana bernafas lega karena belum bisa menemukan jawaban yang menurutnya masuk akal.


mereka pun pamit untuk keluar dari ruangan Ziana.


"Ma.." panggil Ziana.


"Claudia menoleh "ada apa nak?" tanyanya.


"tolong jangan beritahu papa atau Zoey kalau Zizi ada di rumah sakit" ucapnya membuat Claudia bingung.


"tapi kenapa?" tanya Claudia.


"Aku tidak ingin membuat mereka khawatir" kata Ziana dengan wajah memelas. Membuat Claudia akhirnya mengangguk.


Setelah itu mereka semua pun meninggalkan Ziana untuk beristirahat.


Sementara itu di tempat parkir Leon tidak sengaja bertemu dengan Lucas yang ingin mengambil sesuatu di mobilnya.


"Kak Lucas disini juga.." sapa Leon pertama kali.


Lucas menoleh ke asal suara. "Oh hai" balasnya menyapa.


"kalau boleh tau siapa yang sakit?" Leon berusaha mengorek informasi.


"rekan kerja, sama keponakannya Aruna juga dirawat disini, kamu tahu?" tanya Lucas.


"oh eh i..iyaa kak" jawab Leon gugup.


"kalian ada masalah?" selidik Lucas menangkap gerak gerik mencurigakan dari pemuda tersebut.


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Leon bingung harus menjawab.


Lucas menepuk bahu Leon "gue cuma nanya, kalo gak mau di jawab juga gapapa" tukasnya santai.


Leon menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal.


"Sepertinya dia salah paham sama aku kak" Ucap Leon jujur tanpa ada yang dia tutupi.


Lucas mengerutkan keningnya, "salah paham?" tanyanya memastikan.


Leon mengangguk.


"iya kak, tadi dia melihat saya merawat kakak ipar saya yang habis melahirkan"


"terus?"


"tiba-tiba saja dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun" ucap Leon menunduk.


"tapi kamu yakin yang kamu rawat itu adalah kakak ipar kamu?" tanya Lucas penuh selidik.


"saya berani bersumpah kak"


"kenapa kamu yang urus, kenapa bukan kakak kamu?" tanya Lucas lagi.


"kakak saya tidak tahu pergi kemana sekarang, dia menghilang tanpa jejak disaat istrinya hamil" cerita Leon.


Lucas hanya mengangguk, "baiklah saya akan bantu kamu mencari kakak mu itu, tapi sekarang saya harus kembali kedalam"


"serius?" tanya Leon antusias dengan mata berbinar.


"hemm.." Lucas berdehem kemudian berlalu meninggalkan pemuda tersebut sebelum Leon sempat mengucapkan terimakasih.


*****


Huuuaaa lagi sibuk jadi baru sempat up alakadarnya.


Happy Reading 💕💕💕