
Happy New year 🎉🎉
.
.
Arash tiba dirumah sakit yang dimaksud oleh orang misterius itu, dan langsung menuju kamar VIP no 27 sesuai isi pesan tersebut.
Kedua lutut Arash lemas setelah membuka pintu tersebut dan mendapati Ziana yang sedang tertidur dengan tubuh yang merah-merah.
Perlahan ia mendekat, di usapnya kening perempuan yang dicintainya dengan perasaan bersalah yang teramat.
"maafin aku sayang.." lirihnya dengan pandangan nanar.
"sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini? pasti kamu tidak nyaman dengan keadaan kamu sekarang" Arash terus berucap dengan lirih.
Setelah lama terdiam menatap Ziana yang nampak pulas, Arash mencium kening perempuan itu lalu beranjak keluar dari ruangan tersebut.
Setelah Arash keluar, Ziana membuka matanya.
Sebenarnya sudah sejak kedatangan Arash dirinya terbangun, namun karena masih kecewa dengan laki-laki itu jadilah ia berpura-pura tetap tidur.
'bahkan kamu tidak menjelaskan siapa perempuan itu' batin Ziana getir.
Sementara itu Arash menemui dokter yang menangani Ziana untuk mengetahui apa yang terjadi dengan calon istrinya tersebut.
"nona Ziana memiliki alergi yang sangat langka, di dunia medis kami menyebutnya Urtikaria Aquagenik namun setelah di periksa, sepertinya alergi itu hanya berlaku untuk air hujan saja"
Arash nampak mengernyit namun tidak juga menyela penjelasan dokter.
"secara umum alergi air biasanya berlaku untuk semua jenis air termasuk keringat bahkan air mata, namun kasus nona Ziana ini berbeda, alergi hanya akan muncul bila terkena oleh air hujan"
"jadi calon istri saya tidak boleh sampai terkena air hujan karena dia alergi?"
"benar tuan"
"lalu bagaimana keadaannya sekarang, dia akan baik-baik saja kan?" tanya Arash mengkhawatirkan Ziana.
"untuk saat ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan" ujar dokter tersebut.
"tadi saya lihat tubuhnya masih merah-merah dok, apa itu tidak apa-apa? bagaimana kalau diperiksa sekali lagi, saya merasa khawatir"
Dokter tersebut tersenyum "anda tidak perlu khawatir, saya akan segera mengecek keadaan pasien"
"baiklah dok terimakasih" ucap Arash.
"kalau begitu saya permisi dok" pamit Arash.
🌹🌹🌹
Usai menemui dokter, Arash kembali ke ruangan Ziana.
Ziana yang mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke ruangannya buru-buru menghapus air matanya.
Entah sudah berapa banyak air mata yang ia keluarkan hari ini, dan entah sudah yang keberapa kalinya perempuan itu menangis seharian ini, Ziana sendiri pun tidak ingat.
Cklek
Pintu kamar Ziana terbuka, Ia yakin bahwa orang yang datang itu adalah Arash, jadi dengan cepat ia menutup matanya dan pura-pura tidur.
Arash kembali mendekati brankar Ziana, laki-laki itu duduk di kursi yang berada tepat di samping brankar.
Arash meraih tangan Ziana dan menggenggamnya sambil berucap "sayang..maafin aku.." lirihnya.
Di bawanya tangan itu lalu ia tempelkan di dahinya sendiri sambil terus mengucap kata maaf.
Ziana tersentuh dengan perbuatan Arash, namun tunggu dulu karena bukan permintaan maaf seperti itu yang diinginkan oleh Ziana, melainkan penjelasan tentang siapa dan ada hubungan apa antara Arash dan perempuan yang ada di kantor tadi siang.
Ziana tahu bahwa dirinya juga salah karena langsung pergi dan tidak percaya dengan Arash, namun bukankah sebuah hubungan harus dilandasi dengan sebuah kejujuran dan terbuka satu sama lain?
Tapi Arash tidak melakukan itu, Arash seperti tidak berniat untuk menjelaskan tentang siapa wanita itu, dan ada hubungan apa diantara mereka.
Saat di halte tadi, Ziana berusaha berfikir positif tentang Arash dan wanita itu, dengan menganggap bahwa wanita itu adalah rekan bisnisnya Arash, namun rasanya tidak masuk akal jika hanya seorang rekan bisnis memanggil rekan bisnisnya dengan panggilan sayang jika tidak ada hubungan apa-apa.
🌹🌹🌹
Keesokan harinya Ziana sudah meminta kepada dokter untuk pulang, namun Arash menolak dan memaksa perempuan itu untuk dirawat dirumah sakit dulu sampai keadaannya benar-benar stabil.
Hal itu tentu saja membuat Ziana bertambah kesal dan semakin mendiamkan Arash, namun laki-laki itu bersikap seolah tidak perduli dengan mogok bicara yang dilakukan Ziana sedari tadi malam.
Arash nampak menikmati sikap protes yang dilakukan Ziana karena menurutnya wajah Ziana lucu jika sedang marah.
Sementara itu mama Arianna yang sudah datang sejak pagi pagi buta untuk menjenguk sekaligus membawakan sarapan sehat untuk sang calon menantu, hanya mampu menggeleng melihat kelakuan Arash.
Bahkan saking gemasnya, Arianna sampai menghadiahkan sebuah botol bekas air mineral yang masih tersisa setengahnya itu keatas kepala Arash, dengan cara melemparnya.
"aduh.. sakit Ma" keluh Arash setelah botol air mineral tersebut mendarat sempurna diatas kepalanya.
Sedangkan sang pelaku hanya melengos setelah menatap sinis kepada Arash.
****
Happy Reading 💞💞 💞