About Ziana

About Ziana
Chapter 102



Tidak sampai 30 menit Bryan tiba di lokasi yang dikirimkan oleh Lucas.


Dia turun dari motornya dan mulai berjalan mengendap-endap untuk memastikan apakah benar didalam rumah itu ada Aruna seperti yang dikatakan oleh Lucas atau tidak.


Bryan mengintip dari celah jendela karena mendengar suara seperti benda jatuh, suara itu ternyata berasal dari seorang pria besar yang jatuh terbanting oleh Ziana.


Didalam sana terlihat 4 orang pria berbadan besar yang sudah tergeletak, sementara masih ada 5 orang lagi yang bertarung dengan 2 orang yang bertubuh kecil dan mengenakan pakaian serba hitam juga penutup wajah.


Tapi Bryan sepertinya mengenal 2 orang itu dari penutup wajah yang mereka gunakan, ya tidak salah lagi penutup wajah dengan lambang bunga mawar itu adalah milik anggota Bloody Rose.


"hahaha mau lari kemana kalian tikus kecil" ucap salah seorang pria itu sambil tertawa diikuti oleh beberapa temannya.


Ziana dan Jessica sekarang sudah terpojok, mereka tidak bisa kemana-mana lagi karena ada tembok dibelakangnya, sementara didepan dan kedua sisinya para pria berbadan besar itu berdiri menghalangi.


Melihat pertarungan yang tidak seimbang membuat Bryan ikut masuk kedalam untuk membantu 2 orang itu yang Bryan tebak mereka adalah Queen Ziana dan Jessica.


Tanpa basa-basi Bryan langsung menendang punggung pria yang tengah berdiri membelakanginya.


Kedua orang itu terhuyung kedepan dimana Ziana dan Jessica berada, beruntung mereka dengan sigap menghindar jadi kedua pria itu hanya menabrak tembok.


"br*ngs*k.. siapa kamu?" teriak salah satu dari mereka yang Bryan yakini dia adalah pemimpin dari para penjahat itu.


"saya adalah malaikat maut yang akan membawa kalian semua ke neraka" ucap Bryan tajam sambil menunjuk kelima orang dihadapannya.


kelima pria itu saling lirik kemudian tertawa mendengar ucapan Bryan yang menggelikan menurut mereka.


"jika begitu cobalah cabut nyawaku jika kau bisa" ejek pemimpin mereka.


"dengan senang hati" jawab Bryan menyeringai.


Mereka kembali bertarung, Bryan dan Ziana melawan 2 orang sekaligus, sementara Jessica yang tidak terlalu jago hanya melawan satu orang.


Tidak ingin berlama-lama, Ziana langsung memukul pria dihadapannya dengan telak, lalu kemudian dia melompat ke udara dan menendang wajah lawannya dengan gerakan memutar yang terlihat sangat elegan.


Gerakan Ziana sangat cepat sehingga lawan tidak sempat untuk menghindar, kedua orang itu tergeletak tak berdaya diatas lantai.


Bryan yang melihat gerakan memutar Ziana dibuat kagum, sampai dia tidak sadar kalau pemimpin penjahat itu berniat memukulnya dari belakang, beruntung Jessica melihatnya dan menendang tangan pria itu.


"jangan lengah jika sedang bertarung" kata Jessica sarkas.


"terimakasih" jawab Bryan karena apa yang diucapkan Jessica memang benar.


posisi mereka saling membelakangi dengan punggung yang saling bersentuhan jadi membuat keduanya bisa saling berbicara.


Ziana yang sudah menyelesaikan pertarungannya lebih dulu hanya menonton Jessica dan Bryan sambil duduk selonjoran 'mereka terlihat kompak' gumam Ziana tersenyum kecil mengamati mereka.


Beberapa menit pemimpin dari para penjahat itu pun tergeletak dengan darah segar mengalir dari sudut bibir, dan wajahnya yang juga mengeluarkan darah.


Ziana bangkit dari posisinya dan menodongkan pisau lipat kecil yang selalu dibawanya, ke leher pria itu.


"mereka ada di atas.." jawabnya gugup.


"siapa yang menyuruhmu?" tanya Ziana lagi.


"ii..itu.. ituu---


"jawab" bentak Ziana menyela ucapan pria itu.


"jika kau tidak ingin pisau ku ini menembus kulit lehermu" desis Ziana lagi.


Bukan hanya pria itu saja yang bergidik ngeri, tapi Jessica dan Bryan pun ikut bergidik melihat perlakuan Ziana.


"sss..saya tidak tahu siapa mereka, tapi sebentar lagi mereka akan datang kesini" jawabnya lagi dengan gugup.


"begitu.. baiklah, bagaimana kalau kita siapkan surprise kecil untuk menyambut mereka" kata Ziana dengan senyum smirk nya, membuat Bryan menelan ludahnya sendiri karena baru kali ini melihat langsung kebrutalan Ziana.


🌹🌹🌹


Arash baru saja memarkirkan mobilnya ralat lebih tepatnya mobil Luis yang dipinjamkan olehnya.


Berkat Luis, Arash sudah mendapatkan lokasi dari orang yang dicarinya.


Arash tidak bergerak sendiri melainkan Luis lah yang menjadi otak dari semua rencana ini.


Mereka menyamar sebagai seseorang yang sedang mencari lokasi untuk mereka membangun sebuah bisnis.


Mereka sengaja membuat keributan didepan rumah yang mereka yakini adalah tempat orang yang dicarinya tinggal.


"ada apa ini?" tanya seorang laki-laki yang Arash perkirakan berusia sekitar 50 an tahun, keluar dari dalam rumah tersebut.


"tuan.. kebetulan anda berada disini" ucap Luis membuat orang tersebut heran.


"kami datang dari negara SS karena tertarik untuk membangun bisnis di daerah sini" lanjut Luis lagi sementara Arash yang berperan sebagai bawahan Luis hanya menunduk dibelakang pria itu.


Orang itu terlihat memperhatikan Luis dari bawah sampai atas, sepertinya orang itu mulai memakan umpan yang diberikan.


Negara SS terkenal dengan orang-orang kaya yang sukses dan memiliki banyak bisnis dimana-mana, dan sepertinya orang itu mulai percaya karena gaya berpakaian Luis dan Arash terlihat meyakinkan, ditambah lagi gaya berbicara Luis yang mengikuti gaya orang dari negara SS semakin meyakinkan penyamaran mereka.


Orang itu mempersilahkan mereka berdua masuk untuk mengobrol. Luis dan Arash saling pandang lalu keduanya mengangguk mengiyakan ajakan tersebut.


'berjalan sesuai rencana' batin Arash tersenyum tipis.


****


Happy Reading 💞💞 💞


'