
"Ma.."
"ehh iya kenapa Zi?" ucap Claudia setelah lama terdiam.
"Mama kenapa melamun?" Ziana balas bertanya.
"ah itu mama punya banyak tugas yang harus di periksa" elak Claudia.
"ooohhh" Ziana mengangguk.
"ya sudah mama ke kamar dulu ya, kamu juga istirahatlah"
"iya Ma"
setelah Claudia keluar Ziana bergegas naik ketempat tidur Zoey karena Ziana benar-benar lelah setelah bekerja seharian.
Namun baru saja 2 menit memejamkan mata, handphonenya berdering.
Ziana menghela nafas kemudian mengangkat panggilan video yang masuk ke handphonenya.
"Assalamualaikum anak ganteng" sapa Ziana lebih dulu.
"Wa'alaikumsalam aunty Zi " jawab sang penelpon yang tidak lain adalah Attar.
Wajah anak kecil itu bersemu merah, membuat Ziana yang melihatnya berfikir bahwa Attar masih sakit.
"bagaimana keadaannya, apa masih demam?"
"No Aunty, Attar udah sehat"
"tapi itu kok mukanya merah sayang"
"Bwahahaha" terdengar suara tawa yang bisa di pastikan bahwa itu adalah Aruna.
"Dia malu kak di panggil ganteng makanya mukanya merah hahaha" teriak Aruna membocorkan penyebab muka memerah Attar.
mendengar itu Ziana pun ikut tertawa.
"ishh Aunty Aruna, Aunty Zi udah ketawanya" protes bocah kecil itu sambil memonyongkan bibirnya.
setelah tawanya reda kemudian mereka lanjut berbincang.
"aunty ngantuk nih, Attar belum ngantuk?" tanya Ziana.
Attar terlihat menguap.
"Attar juga ngantuk aunty"
"yaudah bobo yuk, tapi udah sikat gigi belum?"
"udah dong"
"udah pipis belum? biar gak ngompol di tempat tidur"
"Belum, bentar ya Attar pipis dulu" kemudian bocah lelaki itu berlari ke kamar mandi.
2 menit kemudian Attar kembali ketempat tidurnya lagi.
"udah cuci kaki?"
"udah"
"anak pinter, yaudah sekarang Attar bobo ya"
"jangan lupa baca doa"
setelah membaca doa Attar lalu tidur menghadap kearah kamera.
"selamat bobo anak ganteng, sweet dream"
lagi-lagi pipi Attar memerah.
"selamat bobo Aunty"
"Aunty tutup ya teleponnya, Assalamualaikum" pamit Ziana.
"Wa'alaikumsalam"
setelah mengakhiri panggilan videonya Ziana pun memejamkan matanya.
Namun tiba-tiba ada tangan kecil yang memeluknya erat dari belakang.
Ziana merubah posisinya dan menghadap ke arah Zoey.
"selamat tidur adik kecil, mimpi indah" bisik Ziana tepat di telinga Zoey.
kemudian mereka tidur sambil berpelukan.
______________________________________________
Sementara itu di sebuah club' malam Arash dan kedua temannya yaitu Bryan dan Lucas tengah minum minum sambil berdiskusi.
Namun Arash sama sekali tidak terlihat menyentuh minuman beralkohol itu, Arash lebih memilih untuk meminum jus dan air putih.
lain halnya dengan Bryan, pria itu telah meminum alkohol sangat banyak, namun sama sekali tidak membuat nya mabuk.
Lain Bryan lain pula Lucas, pria yang berdarah campuran itu hanya meminum sedikit namun sudah setengah sadar.
saat ini Lucas tengah asik berjoget ria di lantai dansa dengan di kelilingi 3 orang wanita seksi.
saking mabuknya, Lucas yang tidak bisa berjalan dengan benar diantar oleh ketiga perempuan tadi.
Arash dan Bryan yang sedari tadi berdiskusi menghentikan obrolan mereka ketika mendapati Lucas yang tengah di bopong oleh 3 orang wanita yang super seksi.
"Ck" Arash dan Bryan berdecak melihat kelakuan Lucas.
Bryan yang jengah melihat sahabat lucknutnya itu tengah meraba-raba dua orang wanita yang duduk di paha kiri dan kanannya pun mengusir wanita-wanita itu.
"beb.. mau kemana.. aku udah tegang nih" protes Lucas saat kedua wanita itu pergi.
"dasar penjahat kelamin" gerutu Bryan.
"kan udah gue bilang tadi gak usah di tempat seperti ini"
"sorry bro, gue pikir nih anak udah tobat" ucap Bryan tak enak.
"gue gak bisa lama, Attar masih sakit dan gak mau tidur sendiri"
"ya udah lo pulang aja duluan, cecunguk ini biar gue yang urus" kata Bryan tak enak hati.
"ya udah gue duluan"
"Yo.. sorry banget ya bro,"
"gapapa bro santai aja" kata Arash tersenyum.
setelah pamitan ala pria Arash pun pergi sedangkan Bryan memilih memesankan sebuah kamar untuk Lucas, karena pria itu sudah tidak sadarkan diri sedari tadi saking mabuknya.