
Malam semakin larut udara dingin terasa menusuk hingga ke tulang, namun Ziana masih terjaga, matanya masih terasa segar.
Seperti ada firasat tentang sesuatu yang buruk akan terjadi, hal itulah yang membuat Ziana tidak bisa memejamkan matanya.
Firasat tidak pernah salah, maka dari itu Ziana menghubungi Regan, perempuan itu tidak ingin mengambil resiko jika sampai firasat buruknya benar-benar terjadi.
Selesai berbincang dengan Regan dan memberitahu tentang firasat buruknya yang sering datang akhir-akhir ini, membuat perasaan Ziana sedikit lebih tenang.
Perempuan itu memutuskan untuk kebawah dan membuat secangkir coklat panas untuk merilekskan pikirannya yang sedang kusut.
Lama termenung, Ziana teringat mimpinya waktu itu ketika dirinya tengah dirawat dirumah sakit, didalam mimpi itu dirinya bertemu dengan 2 orang pria yang begitu penting dalam hidupnya. Mereka adalah Agler dan kakek Abian.
Namun ada yang janggal dalam mimpi tersebut, dimana sang kakek yang sangat membenci Agler cucunya sendiri, dan meminta Ziana untuk menjauh darinya. Padahal setahunya, selama ini kakek Abian sangat menyayangi Agler dan begitu pun sebaliknya.
Ziana meneguk kembali coklat panasnya yang sudah berubah menjadi hangat, perempuan itu menyudahi pikirannya tentang kakek Abian dan Agler. Ziana ingin mencari tahu tentang keadaan bos dari geng Scorpion yang juga tertembak waktu itu.
...----------------...
Sementara itu Regan yang baru saja meletakkan handphonenya diatas meja setelah selesai membicarakan sesuatu dengan Ziana, mendadak tidak bisa memejamkan matanya kembali.
Pria yang telah berganti status itu menatap keatas ranjang dimana istrinya tengah tertidur dengan nyenyak sembari memeluk gulingnya.
Lama terdiam sambil memikirkan tentang obrolannya dengan Ziana beberapa menit yang lalu, membuat Regan mengambil langkah cepat dengan menghubungi salah satu anggota Bloody Rose yang kini berprofesi sebagai seorang detektif.
Saat ini firasatnya mengatakan bahwa orang yang paling berpotensi untuk membuat kekacauan adalah Agler mantan sahabatnya yang telah berkhianat.
Regan ingin mengetahui di mana keberadaan Agler dan apa yang dia lakukan setelah kejadian 4 tahun silam.
Selesai berbicara dengan detektif, Regan kembali meletakkan handphonenya dan melirik kearah jam dinding yang menempel disana. Jam sudah menunjuk angka 2 jadi pria itu memutuskan untuk segera kembali keatas ranjang sebelum istrinya curiga.
...----------------...
Sementara di kota A, Alex Fernandez yang mengetahui bahwa produk terbaru yang diluncurkan oleh perusahaan Wijaya Group dan kerjasama dengan Calista Group menjadi booming dan berhasil mengalahkan produknya, membuat pria setengah baya itu menjadi geram.
Alex tidak terima bahwa Wijaya Group selalu lebih unggul darinya, apalagi mereka bekerja sama dengan Calista Group, perusahaan yang juga pernah menolak kerjasama dengannya.
Karena merasa kalah pria paruh baya itu ingin menghancurkan Wijaya Group dan Calista Group secara bersamaan. "sekali tepuk 2 lalat pengganggu akan mati" gumam Alex sambil memperagakan cara menepuk nyamuk menggunakan kedua tangannya sambil tertawa.
Setelah puas tertawa dengan pemikirannya, Alex kemudian meraih handphone miliknya yang tergeletak diatas meja kerjanya, kemudian menghubungi seseorang untuk membantunya menyingkirkan 2 perusahaan pengganggu.
Selesai dengan kegiatannya pria paruh baya itu kembali meletakkan handphonenya dan kembali menyunggingkan bibirnya.
Sementara itu di markas baru milik Scorpion Agler tengah tertawa kecil karena seseorang yang baru saja menghubunginya.
"Dasar pria tua bodoh, tanpa kamu minta pun aku memang ingin menghancurkan pemilik dari kedua perusahaan itu" ujar Agler menggelengkan kepalanya karena Alex Fernandez.
Agler adalah seorang mafia, pria itu akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.
Meskipun memiliki niat yang sama, namun tidak ada salahnya meminta imbalan tinggi atas usaha yang akan aku lakukan. batin pria itu tersenyum miring.
*****
Happy Reading 💞💞 💞