About Ziana

About Ziana
Chapter 62



Malam harinya acara akan segera di mulai namun yang punya acara terlihat tidak bersemangat untuk mengucapkan kata sambutan kepada semua teman-temannya yang hadir malam ini.


Acara ulangtahun kali ini terlihat sangat meriah, bahkan taman yang sangat luas itu telah di sulap menjadi sebuah pesta yang sangat indah dengan banyak balon, bunga dan lampu warna-warni yang menghiasi setiap sudutnya.


Selesai memberikan kata sambutan MC pun mengambil alih acara dengan mempersilahkan para bintang tamu untuk mempersembahkan beberapa lagu.


Setelah bintang tamu bernyanyi kini tibalah saatnya untuk tiup lilin, namun bocah laki-laki itu seakan enggan untuk naik keatas panggung, dimana kue ulang tahun yang sangat besar telah di sediakan.


Seluruh anggota keluarga berusaha membujuk Attar supaya bersedia untuk naik keatas panggung dan meniup lilinnya, namun Attar menolak. Bocah laki-laki itu berlari masuk kedalam rumah meninggalkan semua orang yang ada disana.


Sementara semua orang di buat panik dengan tingkah laku Attar, lain halnya dengan Ziana, perempuan itu terlihat kesal setengah mati karena macet yang terjadi akibat di depan sedang terjadi bentrok antar warga dan berdampak buruk terhadap pengguna lalu lintas.


Ingin rasanya perempuan itu turun dari mobilnya dan memaki semua orang yang telah membuat kemacetan namun perempuan itu terlalu malas ikut campur. Jadilah Ziana hanya menelpon aparat keamanan untuk melerai warga tersebut.


Setengah jam berlalu akhirnya Ziana bisa keluar dari kemacetan tersebut dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke pesta ulangtahun Attar.


Ziana melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya dan merutuki dirinya sendiri karena telah terlambat sampai ke acara ulangtahun bocah laki-laki menggemaskan yang akhir-akhir ini merebut perhatiannya.


Sesampainya di depan rumah tempat tinggal Attar perempuan itu pun menurunkan kaca mobilnya dan menunjukkan kartu undangannya kepada security yang berjaga di depan gerbang.


Ziana pun masuk setelah security tersebut membukakan gerbang untuknya.


Setelah menarik nafas perempuan itu pun turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggunnya.


Semua pasang mata menatap kedatangan Ziana tanpa terkecuali, Termasuk Arash. Laki-laki itu tidak berhenti menatap Ziana dengan pandangan kagumnya karena selalu berhasil menghipnotis semua orang yang melihatnya.


Aruna yang juga berada disana didampingi oleh Leon langsung menyapa Ziana dan kemudian mereka saling berpelukan.


Banyak pasang mata kaum hawa yang tidak suka melihat kedekatan Ziana dan Aruna, pasalnya gadis cerewet itu sangat ketus kepada semua perempuan yang berada disana, karena hampir dari mereka semua pernah mendekati Arash namun gagal karena Aruna selalu menghalangi mereka untuk mendekati kakaknya.


Ziana sebenarnya menyadari tatapan tajam dari semua perempuan-perempuan itu namun dirinya tidak ingin ambil pusing, toh dia juga tidak mengenal mereka.


Aruna menghela nafasnya sebelum menjawab "Attar tidak ingin tiup lilin dan pergi begitu saja, sekarang mama sama papa sedang membujuknya"


Mendengar itu membuat Ziana merasa bersalah karena terlambat datang hingga membuat Attar kecewa.


"sekarang dia dimana? biar saya yang coba membujuknya" ucap Ziana.


"ayo kak, dia ada di kamarnya sekarang" Aruna menarik tangan Ziana dan menuntunnya ke kamar Attar sedangkan Leon hanya menunggu disana dengan perasaan gugup karena ini adalah kali pertamanya dia bertemu dengan kakak dari kekasihnya itu.


Setelah berfikir panjang Aruna memutuskan untuk memperkenalkan Leon kepada keluarganya tepat di hari perayaan ulang tahun Attar. Gadis itu merasa lelah harus backstreet dengan Leon dan merahasiakan semuanya dari sang kakak.


Awalnya Leon bernafas lega karena kedua orang tua Aruna menerimanya, namun saat kakak laki-lakinya muncul, nyali Leon menjadi ciut karena aura yang dikeluarkan oleh Arash.


Leon sangat tahu bahwa laki-laki itu tidak menyukainya, sepertinya Leon harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan restu dari calon kakak iparnya itu.


Sementara itu disisi lain Aruna dan Ziana telah sampai didepan pintu kamar Attar. Disana juga sudah ada Arianna dan Arnan yang sedari tadi berusaha membujuk bocah itu namun sama sekali tidak di respon.


"Ma, Pa kenalin ini kak Ziana yang selalu diceritain oleh Attar" Aruna memperkenalkan Ziana kepada kedua orangtuanya.


Ziana menunduk hormat kepada pasangan paruh baya yang ada di depannya yang merupakan Oma dan opa dari Attar dan di balas anggukan oleh keduanya.


"maaf biar saya coba membujuk Attar, dia seperti ini mungkin karena saya yang datang terlambat dan tidak menepati janji" ucap Ziana sopan. Perempuan itu masih merasa bersalah.


"yasudah tolong kamu bujuk ya nak cucu Tante" kata Arianna sambil mengusap pelan bahu Ziana.


"akan saya coba Tante"


*****


Happy Reading 💞💞 💞