About Ziana

About Ziana
Chapter 76



Setelah menceritakan kepada Ziana, mereka berdua bergegas masuk kedalam markas karena merasa sesuatu telah terjadi.


Namun sebelum masuk, Arash menyempatkan diri untuk menghubungi kedua sahabatnya yaitu Bryan dan Lucas, lalu laki-laki itu mengambil 2 buah pistol yang selalu tersedia di mobilnya untuk berjaga-jaga.


Begitupun dengan Ziana, perempuan itu juga tampak menghubungi seseorang sebelum masuk.


Mereka masuk secara mengendap-endap dengan Arash yang berjalan lebih dahulu diikuti oleh Ziana, untuk berjaga apabila benar-benar terjadi sesuatu didalam sana.



Sementara itu Bryan dan Lucas yang kebetulan tengah berada di sebuah cafe dan sedang membicarakan sesuatu itu, terpaksa menghentikan pembicaraan saat ponsel Bryan berdering.



"ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Lucas setelah panggilan berakhir.



"kita kecolongan, ayo cepat sudah tidak ada waktu lagi" ujar Bryan bangkit dari duduknya setelah meletakkan beberapa lembar uang pecahan seratus diatas meja lalu menyambar kunci mobil yang juga berada di atas meja.



Lucas yang bingung tetap mengikuti langkah tergesa dari Bryan sambil bertanya "tunggu.. sebenarnya apa yang terjadi?"



"Scorpion..mereka sudah bergerak lebih dulu" jawab Bryan membuka pintu mobilnya. diikuti dengan Lucas yang juga membuka pintu penumpang.



Saat telah masuk kedalam mobil, Lucas merogoh saku celananya lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi anak-anak The Braves yang lain untuk segera menyusul ke markas utama Bloody Rose.



Di markas The Braves saat semua orang tengah bersantai sambil mengobrol setelah melakukan misi, tiba-tiba layar yang berukuran besar menyala dan menampilkan wajah rupawan Lucas.


Tapi bukan itu yang menjadi fokus utama mereka, melainkan tentang isi pesan dari Lucas yang meminta mereka semua untuk bersiap lalu segera menyusul ke markas utama Bloody Rose dan membawa persenjataan lengkap.


Saat layar itu telah mati, mereka semua bersiap sesuai dengan arahan Lucas.




Sementara itu pertarungan antara Regan dan juga Agler telah berakhir, meskipun keduanya telah sama-sama terluka, namun luka Agler tidak ada apa-apanya dibanding dengan Regan.



Pria itu baru saja memuntahkan darah segar saat Agler tanpa ampun menendang perutnya dengan sekuat tenaga.



Saat ini Regan telah terkapar diatas lantai dengan luka lebam hampir di sekujur tubuhnya. Agler bukan lagi Agler yang dulu, pria dengan luka bakar di bagian wajah itu telah menjelma menjadi monster yang sangat kuat dan tidak kenal belas kasih.



Regan dan teman-temannya berhasil dikalahkan oleh Agler dan anak buahnya. Seolah belum puas melihat penderitaan Regan yang merupakan mantan sahabatnya, kini Agler menodongkan sebuah pistol yang mengarah tepat ke jantung Regan.




Regan tidak menghiraukan perkataan Agler, pria itu hanya membuang pandangannya dari tatapan Agler yang membuatnya merasa muak.



"oh iya bagaimana dengan Zizi, apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?" Agler kembali bertanya dengan ekspresi menyebalkan dimata Regan.



"jangan sebut namanya dengan mulut kotor mu" desis Regan.



"wahh..ternyata masih ada rasa" seringai Agler.



Regan tertawa "aku sudah move on dan sekarang telah menikah dengan wanita pilihanku.." Jeda pria itu "perkataan itu sepertinya lebih cocok untukmu" lanjutnya.



Agler menggeram tertahan karena Regan masih bisa membalas ucapannya meskipun telah terkulai lemas dilantai.



"kenapa diam, apa ucapanku benar?" seru Regan terkekeh sambil memegangi perutnya yang terasa sakit saat tertawa.



Agler tersenyum sinis, lalu bangkit dari jongkoknya "itu bukan urusanmu" dengusnya.



"kau sudah terlalu banyak bicara" seru Agler membelakangi Regan, "bagaimana jika aku menutup mulutmu untuk selamanya?" ujar Agler memutar tubuhnya dan kembali menghadap kearah Regan.



Agler kembali mengarahkan pistolnya kearah Regan namun belum sempat pria itu menarik pelatuknya, terdengar suara seseorang yang tiba-tiba menghentikan aksinya.



"berhenti.."



Agler menoleh dan terkejut ketika mendapati seseorang tengah berdiri diambang pintu dan mengarahkan sebuah pistol kearahnya .



\*\*\*\*\*



Happy Reading 💞💞 💞