About Ziana

About Ziana
Chapter 61



"ngobrol sama siapa tadi?" tanya Arnan karena tadi melihat cucunya itu tengah mengobrol dengan perempuan yang tidak dikenalnya.


"eehhmm.." Attar berusaha mencari jawaban yang masuk akal namun tidak menemukan jawaban yang cocok.


"lain kali jangan berbicara dengan orang asing, bahaya nak" peringat Arnan karena khawatir dengan sang cucu.


"baik opa" ucapnya mengiyakan perkataan opanya yang memang ada benarnya.


Setelah itu mereka mengunjungi destinasi wisata yang ada di kota B sesuai keinginan Attar, hanya karena bocah itu tidak ingin sang Opa curiga tentang kepergian mereka ke kota B yang sebenarnya.


Setelah bermain sebentar tanpa minat bocah laki-laki itu lalu mengajak Arnan untuk pulang dengan alasan lelah, karena merasa kasihan dengan cucunya akhirnya Arnan mengikuti keinginan sang cucu tanpa curiga sedikitpun.


...----------------...


Sore harinya setelah bertemu Klien Ziana menyempatkan diri untuk mampir sebentar di toko mainan yang cukup ramai pengunjung.


Dita fikir sahabatnya itu ingin membeli hadiah untuk Zoey adiknya, namun ternyata Ziana membeli mainan anak laki-laki bukan perempuan seperti yang ada dalam pikirannya.


Setelah mendapatkan mainan yang diinginkan Ziana pun membayarnya dan segera pulang ke apartemen bersama dengan Dita.


Sesampainya di kamar perempuan itu membaringkan tubuhnya sebentar, barulah kemudian berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum kembali ke kota A sesuai janjinya tadi pagi.


Selepas adzan Maghrib Ziana pun pamit kepada Dita. Sebenarnya asistennya itu ingin ikut, namun Ziana ingin pergi sendiri. Dita tidak bisa menolak keinginan sahabat sekaligus bosnya di tempat kerja.


...----------------...


Sementara itu di sisi lain Aruna tengah sibuk memilihkan Jas yang coco untuk dikenakan Leon, karena gadis itu meminta sang kekasih untuk datang ke acara ulangtahun keponakannya Attar.


Karena pagi tadi Arash tidak jadi mengantarnya jalan-jalan sebab mendadak kakak laki-lakinya itu mendapat telpon dari asistennya, alhasil Aruna mengajak Leon untuk menemaninya dan memaksa sang kekasih untuk mengambil cuti.


"ini kayaknya cocok deh" Aruna memberikan satu set jas kemeja dan celana untuk Leon.


pemuda itupun mengambil setelan tersebut dan membawanya ke ruang ganti.


Selang beberapa menit Leon keluar dari ruang ganti "gimana cocok gak?" tanyanya meminta pendapat Aruna.


"sayang.." Leon berusaha menyadarkan Aruna dengan cara menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah gadis itu.


Setelah sadar Leon kembali bertanya "gimana bagus gak? aku cocok gak pake baju kayak gini"


Aruna mengangguk kemudian menggeleng membuat Leon bingung melihat jawaban yang di berikan Aruna.


"ganti aku gak mau kamu pakai ini" ucap Aruna cemberut.


"kenapa? gak cocok ya?"


"eehhmm..kamu terlalu ganteng pakai itu" ucap Aruna menunduk dengan wajah yang merona.


Leon menghela nafas "ini sudah yang kelima loh sayang aku ganti"


"semua yang kamu pakai membuat kamu tambah ganteng, mata semua cewek pasti akan menatap kearah kamu, aku gak suka" Aruna mulai ngambek.


"terus kamu maunya aku pakai apa?" tanya Leon berusaha bersabar menghadapi sikap posesif kekasihnya.


Aruna menggeleng karena gadis itu juga tidak tau. Lagi dan lagi Leon menghela nafasnya berusaha terus bersabar. Meskipun sebenarnya cowok itupun sedikit dongkol dengan sikap Aruna.


"yaudah kalau kayak gitu mendingan aku tidak perlu datang aja ya" kata Leon jengah.


Aruna langsung melotot "kenapa? pokoknya kamu harus datang titik." ucapnya tegas.


"daripada aku liat kamu badmood gini mending aku gak usah datang aja" jawab Leon dengan nada sedikit ketus.


Aruna sadar pasti Leon kesal dengan tingkah kekanak-kanakannya, gadis itu Pun meminta maaf dan berjanji tidak akan bersikap seperti itu lagi.


********


Happy Reading 💞💞 💞